Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEREMPUAN DAN RESILIENSI: POTRET KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI PANDEGLANG BANTEN

GENDER EQUALITY: International Journal of Child and Gender Studies · Vol. 6 No. 2 (2020) · hlm. 1–10

DOI
10.22373/equality.v6i2.6836
ISSN
2548-1959, 2461-1468
Terbit
2020-09-29
Penerbit
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Bahasa
eng

Abstrak

Bencana gempa dan tsunami kembali terjadi di Pandeglang Banten pada 22 Desember 2018 sebagai dampak dari aktivitas anak gunung Krakatau. Setidaknya korban tewas sebanyak 430 orang, korban luka-luka 1.495 orang, 159 orang hilang, dan 21.991 orang harus diungsikan dari rumahnya. Dari jumlah secara keseluruhan, duapertiganya adalah anak-anak dan perempuan karena ini adalah kelompok yang paling rentan. Saat masa tanggap darurat, pemerintah dan masyarakat hanya fokus pada proses evakuasi, recovery, dan rehabilitasi. Tapi upaya meningkatkan daya tahan diri (resilience) perempuan kurang menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan; (1) Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah terhadap penguatan pengetahuan dan keterampilan perempuan bencana alam di Pandeglang Banten?, (2) Bagaimanakah implikasi program penguatan perempuan terhadap resiliensi para perempuan yang ada di Pandeglang Banten?. Penelitian lapangan ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, dan ditentukanlah sebanyak enam orang responden yang berasal dari tiga desa yang mengalami dampak terparah dengan karakteristik yaitu; perempuan yang berusia antara 20-40 tahun dan sudah menikah, pernah tinggal di kamp pengungsian, dan rumahnya mengalami kerusakan yang parah. Teknik dan alat pengumpulan data ditempuh dengan langkah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara data reduction, data display dan conclusion drawing/ verification. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat empat program mitigasi bencana yang telah dilakukan pemerintah guna memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan perempuan yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Pandeglang Banten. Implikasi program penguatan perempuan terhadap resiliensi para perempuan tersebut sudah menunjukkan suatu pencapaian. Dimana pengalaman dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup pasca musibah, mampu mengembangkan keterampilan hidupnya, seperti kemampuan yang realistik dalam membuat rencana hidup dan mampu mengambil langkah yang tepat bagi keberlangsungan hidupnya. Di samping itu, mereka dapat mengembangkan cara untuk mengubah keadaan yang penuh tekanan menjadi sebuah kesempatan untuk pengembangan diri pribadi di masa mendatang.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 80 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fajriah FajriahAfiliasi tidak diketahui3
Fatmawati FadliAfiliasi tidak diketahui2
safrilsyah safrilsyahAfiliasi tidak diketahui2
Vera NovaAfiliasi tidak diketahui2
Syatria Adymas PranajayaAfiliasi tidak diketahui2
Safariah SafariahAfiliasi tidak diketahui2
Amelia AmeliaAfiliasi tidak diketahui1
Ulya NabillaAfiliasi tidak diketahui1
Fitra MulianiAfiliasi tidak diketahui1
Feby SeruAfiliasi tidak diketahui1
Agung Dwi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Rukmono Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Tabrani ZAAfiliasi tidak diketahui1
Habiburrahim HabiburrahimAfiliasi tidak diketahui1
Muchlinarwati MuchlinarwatiAfiliasi tidak diketahui1
Yohana Alexandra Goldine SihombingAfiliasi tidak diketahui1
Akmal GhudzamirAfiliasi tidak diketahui1
Nadhira ImaniyarAfiliasi tidak diketahui1
Inayatu Dzil IzzatiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Aryanti RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Cut Nyak MarlinaAfiliasi tidak diketahui1
Warul Walidin AkAfiliasi tidak diketahui1
Adi SaputraAfiliasi tidak diketahui1
Nur BayaniAfiliasi tidak diketahui1
Silahuddin SilahuddinAfiliasi tidak diketahui1
Dessi MeifuliardiAfiliasi tidak diketahui1
Karjuniwati KarjuniwatiAfiliasi tidak diketahui1
Athiyyah AthiyyahAfiliasi tidak diketahui1
MujiburrahmanAfiliasi tidak diketahui1
Juli AndriyaniAfiliasi tidak diketahui1
SafrilsyahAfiliasi tidak diketahui1
Dewi fitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Umar Abdul AzizAfiliasi tidak diketahui1
Abdussalam AbdussalamAfiliasi tidak diketahui1
Khairiah SyahabuddinAfiliasi tidak diketahui1
Sa'i Sa'iAfiliasi tidak diketahui1
Faradhila FaradhilaAfiliasi tidak diketahui1
Tijan Al-DararyAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/equality/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEREMPUAN DAN RESILIENSI: POTRET KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI PANDEGLANG BANTEN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mahmud, Salami</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Azizah, Azizah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">resiliensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">perempuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">bencana alam.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bencana gempa dan tsunami kembali terjadi di Pandeglang Banten pada 22 Desember 2018  sebagai dampak dari aktivitas anak gunung Krakatau. Setidaknya korban tewas sebanyak 430 orang, korban luka-luka 1.495 orang, 159 orang hilang, dan 21.991 orang harus diungsikan dari rumahnya. Dari jumlah secara keseluruhan, duapertiganya adalah anak-anak dan perempuan karena ini adalah kelompok yang paling rentan. Saat masa tanggap darurat, pemerintah dan masyarakat hanya fokus pada proses evakuasi, recovery, dan rehabilitasi. Tapi upaya meningkatkan daya tahan diri (resilience) perempuan kurang menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan; (1) Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah terhadap penguatan pengetahuan dan keterampilan perempuan bencana alam di Pandeglang Banten?, (2) Bagaimanakah implikasi program penguatan perempuan terhadap resiliensi para perempuan yang ada di Pandeglang Banten?. Penelitian lapangan ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, dan ditentukanlah sebanyak enam orang responden yang berasal dari tiga desa yang mengalami dampak terparah dengan karakteristik yaitu; perempuan yang berusia antara 20-40 tahun dan sudah menikah, pernah tinggal di kamp pengungsian, dan rumahnya mengalami kerusakan yang parah. Teknik dan alat pengumpulan data ditempuh dengan langkah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara data reduction, data display dan conclusion drawing/ verification. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat empat program mitigasi bencana yang telah dilakukan pemerintah guna memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan perempuan yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Pandeglang Banten. Implikasi program penguatan perempuan terhadap resiliensi para perempuan tersebut sudah menunjukkan suatu pencapaian. Dimana pengalaman dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup pasca musibah, mampu mengembangkan keterampilan hidupnya, seperti kemampuan yang realistik dalam membuat rencana hidup dan mampu mengambil langkah yang tepat bagi keberlangsungan hidupnya. Di samping itu, mereka dapat mengembangkan cara untuk mengubah keadaan yang penuh tekanan menjadi sebuah kesempatan untuk pengembangan diri pribadi di masa mendatang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">UIN Ar-Raniry Banda Aceh</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/equality/article/view/6836</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/equality.v6i2.6836</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">GENDER EQUALITY: International Journal of Child and Gender Studies; Vol. 6 No. 2 (2020); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES; Vol 6 No 2 (2020); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2548-1959</dc:source>
	<dc:source>2461-1468</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/equality/article/view/6836/4704</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Salami Mahmud</dc:rights>
</oai_dc:dc>