Jurnal
Konsepsi Demokrasi Menurut Al-Qur'an
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies · Vol. 6 No. 2 (2021) · hlm. 283–300
- ISSN
- 2775-5339, 2620-4185
- Terbit
- 2021-12-30
- Penerbit
- Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry
- Bahasa
- eng
Abstrak
Democracy is one of the power management systems considered the most suitable to be applied in modern countries today. As a source of guidance for humans, the Qur'an has explained the concept of the system of administering power. The conception of democracy is thus believed to be accommodated in the Qur'an. On that basis, the main problem that needs to be answered is, what is the conception of democracy in the Qur'an? The data for this paper was collected by following the steps in the mawḍu'i interpretation, after that, it was analyzed by following the thematic interpretation stage. The results of the analysis show that the term of the Qur'an, which represents the meaning of democracy, is syurā. In suyrā, norms are found that regulate the necessity of conducting deliberation in worldly affairs, both family affairs, muamalah, and political affairs. The concept of democracy in the form of syrā is mentioned in QS. Al-Baqarah: 233, QS. Ali 'Imrān: 159, and QS. al-Syurā: 38. There are four points of connection between the verses of the Qur'an about democracy and democracy today. First, the obligation to hold opinion meetings and prohibit dictators. Second, freedom of expression. Third, respecting opinions that are superior to the results of deliberation. Fourth, the majority vote is taken into account by protecting the rights of minorities. Demokrasi merupakan salah satu sistem pengelolaan kekuasaan yang dipandang paling cocok untuk diterapkan di negara-negara modern dewasa ini. Sebagai sumber petunjuk bagi manusia, Al-Qur’an telah menjelaskan konsepsi mengenai sistem penyelenggaraan kekuasaan. Konsepsi mengenai demokrasi dengan demikian diyakini terakomodasi dalam Al-Qur’an. Atas dasar itu, permasalahan utama yang perlu dicarikan jawabannya adalah, bagaimanakah konsepsi demokrasi dalam Al-Qur’an? Data untuk tulisan ini dikumpulkan dengan mengikuti langkah-langkah dalam tafsir mawḍu’i, selanjutnya dianalisis dengan tahapan penafsiran secara tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terma Al-Qur’an yang merepresentasikan makna demokrasi adalah syūrā. Dalam syūrā ditemukan norma yang mengatur keharusan melakukan musyawarah dalam urusan-urusan duniawi, baik urusan keluarga, muamalah, maupun urusan bidang politik. Konsep demokrasi dalam bentuk syūrā disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 233, QS. Āli ‘Imrān: 159, dan QS. al-Syūrā: 38. Terdapat empat poin hubungan ayat-ayat Al-Qur’an tentang demokrasi dan demokrasi masa kini. Pertama, kewajiban melakukan temu pendapat dan melarang diktator. Kedua, kebebasan mengeluarkan pendapat. Ketiga, menghargai pendapat yang lebih unggul dari hasil musyawarah. Keempat, suara mayoritas diperhitungkan dengan melindungi hak-hak minoritas.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 161 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Teuku Umar
- Universitas Jambi
- Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Nur Anisak | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Riski Fahlul Ramadan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Wahyu Cahyo Pratama | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Nuzul Abraar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Alaudin Alaudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Burhanis Burhanis | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rafika Okasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ria Kamba | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alaudin Alaudin | Universitas Teuku Umar | 1 |
| Burhanis Burhanis | Universitas Teuku Umar | 1 |
| Danil Akbar Taqwadin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yasmin Thahira | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Yamin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Imran - Imran | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kurnia Fitri Jamil | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sutrisno Sutrisno | Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri | 1 |
| Mohamad Endy Yulianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Didik Ariwibowo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vita Paramita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Febiani Dwi Utari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Belinda Azhara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abitha Monawisya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novita Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Imam Tri Munandar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hani Lutfhia Alzahra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ade Kumalasari | Universitas Jambi | 1 |
| Maya Maya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohd. Hizwan Hanif | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hani Luthfia Alzahra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Weffy Notriansya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andre Wahyu Ramadhan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Heltli Parasian Saragih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Altriansyah Zurian | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nuria Anisak | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Haryadi Haryadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ali Abdurahman Simangunsong | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Rahman Shaleh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.