Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penafsiran Ayat-Ayat Takdir dalam Al-Qur’an

TAFSE: Journal of Qur'anic Studies · Vol. 5 No. 1 (2020) · hlm. 17–35

DOI
10.22373/tafse.v5i1.12579
ISSN
2775-5339, 2620-4185
Terbit
2020-06-30
Penerbit
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry
Bahasa
eng

Abstrak

Muslims throughout history have been divided into three groups in the understanding of fate: groups that are excessive, groups that deny, and groups that are moderate. In strengthening the argument in the debate, each group uses the verses of the Qur'an incompletely. Resulting in contradiction of verses. This is the problem that the author raises in this study, by reviewing three books of Tafsir. The methods used are mauḍhūʻi and muqarān methods, with the type of qualitative research of literary objects. The research aims to determine the interpretation of the verses of fate in the Qur’an according to Tafsīr al-Ṭabarī, fī Ẓilāl al-Qur’an, and al-Miṣbāḥ. According to Tafsīr al-Ṭabarī, fate is an absolute provision that has been written in Lauḥ Mahfūz, whether in the form of good or bad. But with the perseverance of worship, the provisions or fate in Lauh Mahfuz can be changed. According to the fī Ẓilāl of the Qur’an, human fate is supernatural therefore man must strive in all his deeds even if the end result is determined by Allah. According to Tafsīr al-Miṣbāḥ, human beings are in the fate of Allah which have certain dimensions. So that God commands human beings to choose based on the potential of the intellect that has been bestowed by Him. The author understands that fate is everything that has been written in Lauḥ Mahfūz. But this does not mean that human beings should ignore the ability of the intellect that has been bestowed by God. Umat Islam dalam sepanjang sejarah terbagi menjadi tiga kelompok dalam memahami takdir: kelompok yang berlebihan, kelompok yang mengingkari, dan kelompok yang bersikap pertengahan terhadap takdir. Untuk menguatkan argumen dalam berdebat, masing-masing menggunakan dalil al-Qur’an secara tidak utuh. Sehingga ayat-ayat tersebut terlihat seakan-akan bertentangan. Permasalahan inilah yang penulis angkat di dalam penelitian ini, dengan mengkaji dari tiga kitab Tafsir. Metode digunakan adalah metode mauḍhūʻi dan muqarān, dengan jenis penelitian kualitatif objek kepustakaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat takdir di dalam al-Qur’an menurut Tafsīr al-Ṭabarī, fī Ẓilāl Al-Qur’an, dan al-Miṣbāḥ. Menurut Tafsīr al-Ṭabarī, takdir adalah ketentuan mutlak yang telah tertulis di Lauḥ Mahfūz, baik berupa kebaikan atau keburukan. Namun dengan ketekunan beribadah ketentuan atau takdir di Lauh Mahfuz dapat saja berubah. Menurut fī Ẓilāl Al-Qur’an, takdir manusia bersifat ghaib karena itu manusia harus berusaha dalam segala perbuatannya meskipun hasil akhir ditentukan oleh Allah. Menurut Tafsīr al-Miṣbāḥ, manusia berada dalam takdir-takdir Allah yang memiliki ukuran-ukuran tertentu. Sehingga Allah menyuruh kepada manusia untuk memilih berdasarkan potensi akal yang telah di anugerahkan-Nya. Penulis memahami bahwa, takdir adalah segala sesuatu yang telah tertulis di Lauḥ Mahfūz. Namun bukan berarti manusia harus mengabaikan kemampuan akal yang telah dianugerahkan oleh Allah.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 129 tautan kepenulisan bersama · 7 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Indonesia University of Education
  • Gunadarma University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Harapin HafidUniversitas Halu Oleo6
Rahim AkaUniversitas Halu Oleo3
Fitrianingsih FitrianingsihGunadarma University2
Nur Santy AsminayaUniversitas Halu Oleo2
Asma Bio KimestriUniversitas Halu Oleo2
La MalesiUniversitas Halu Oleo2
Amiluddin IndiUniversitas Halu Oleo2
Astriana NapirahUniversitas Halu Oleo2
Tatang HermanIndonesia University of Education2
Qania Agustika SiagianAfiliasi tidak diketahui2
Aster RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Firman NasiuUniversitas Halu Oleo1
Nita NitaAfiliasi tidak diketahui1
Laode Arsad SaniAfiliasi tidak diketahui1
Rachmita Dewi S. TobaAfiliasi tidak diketahui1
Sufardiman SufardimanAfiliasi tidak diketahui1
Sariati SariatiUniversitas Halu Oleo1
Muh. Amrullah PagalaAfiliasi tidak diketahui1
Salwati SalwatiAfiliasi tidak diketahui1
Ari FridayantoAfiliasi tidak diketahui1
Hamdan HasUniversitas Halu Oleo1
Ridwan Syah AliminAfiliasi tidak diketahui1
Rusli BadaruddinUniversitas Halu Oleo1
Sitti Marni RuhanaAfiliasi tidak diketahui1
Andarias Julias WijayaAfiliasi tidak diketahui1
Munaji Dwi AnantoAfiliasi tidak diketahui1
Yuliana YulianaUniversitas Halu Oleo1
La Ode Ba’aUniversitas Halu Oleo1
Muhammad MuhlisinAfiliasi tidak diketahui1
Rachmita Dewi Subaedi TobaAfiliasi tidak diketahui1
Andi Murlina TasseUniversitas Halu Oleo1
Indra MuhamadAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Ulum Al-dinAfiliasi tidak diketahui1
Indi AmiluddinAfiliasi tidak diketahui1
Asep IndraAfiliasi tidak diketahui1
Fitriani FitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Darhim DarhimIndonesia University of Education1
Dadang JuandiIndonesia University of Education1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penafsiran Ayat-Ayat Takdir dalam Al-Qur’an</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nuraini, Nuraini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Khairunnisa, Khairunnisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tafsir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Takdir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Al-Qur’an</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Muslims throughout history have been divided into three groups in the understanding of fate: groups that are excessive, groups that deny, and groups that are moderate. In strengthening the argument in the debate, each group uses the verses of the Qur'an incompletely. Resulting in contradiction of verses. This is the problem that the author raises in this study, by reviewing three books of Tafsir. The methods used are mauḍhūʻi and muqarān methods, with the type of qualitative research of literary objects. The research aims to determine the interpretation of the verses of fate in the Qur’an according to Tafsīr al-Ṭabarī, fī Ẓilāl al-Qur’an, and al-Miṣbāḥ. According to Tafsīr al-Ṭabarī, fate is an absolute provision that has been written in Lauḥ Mahfūz, whether in the form of good or bad. But with the perseverance of worship, the provisions or fate in Lauh Mahfuz can be changed. According to the fī Ẓilāl of the Qur’an, human fate is supernatural therefore man must strive in all his deeds even if the end result is determined by Allah. According to Tafsīr al-Miṣbāḥ, human beings are in the fate of Allah which have certain dimensions. So that God commands human beings to choose based on the potential of the intellect that has been bestowed by Him. The author understands that fate is everything that has been written in Lauḥ Mahfūz. But this does not mean that human beings should ignore the ability of the intellect that has been bestowed by God. Umat Islam dalam sepanjang sejarah terbagi menjadi tiga kelompok dalam memahami takdir: kelompok yang berlebihan, kelompok yang mengingkari, dan kelompok yang bersikap pertengahan terhadap takdir. Untuk menguatkan argumen dalam berdebat, masing-masing menggunakan dalil al-Qur’an secara tidak utuh. Sehingga ayat-ayat tersebut terlihat seakan-akan bertentangan. Permasalahan inilah yang penulis angkat di dalam penelitian ini, dengan mengkaji dari tiga kitab Tafsir. Metode digunakan adalah metode mauḍhūʻi dan muqarān, dengan jenis penelitian kualitatif objek kepustakaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat takdir di dalam al-Qur’an menurut Tafsīr al-Ṭabarī, fī Ẓilāl Al-Qur’an, dan al-Miṣbāḥ. Menurut Tafsīr al-Ṭabarī, takdir adalah ketentuan mutlak yang telah tertulis di Lauḥ Mahfūz, baik berupa kebaikan atau keburukan. Namun dengan ketekunan beribadah ketentuan atau takdir di Lauh Mahfuz dapat saja berubah. Menurut fī Ẓilāl Al-Qur’an, takdir manusia bersifat ghaib karena itu manusia harus berusaha dalam segala perbuatannya meskipun hasil akhir ditentukan oleh Allah. Menurut Tafsīr al-Miṣbāḥ, manusia berada dalam takdir-takdir Allah yang memiliki ukuran-ukuran tertentu. Sehingga Allah menyuruh kepada manusia untuk memilih berdasarkan potensi akal yang telah di anugerahkan-Nya. Penulis memahami bahwa, takdir adalah segala sesuatu yang telah tertulis di Lauḥ Mahfūz. Namun bukan berarti manusia harus mengabaikan kemampuan akal yang telah dianugerahkan oleh Allah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/article/view/12579</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/tafse.v5i1.12579</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">TAFSE: Journal of Qur'anic Studies; Vol. 5 No. 1 (2020); 17-35</dc:source>
	<dc:source>2775-5339</dc:source>
	<dc:source>2620-4185</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/article/view/12579/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Nuraini, Khairunnisa</dc:rights>
</oai_dc:dc>