Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Persepsi Kadi tentang Keutamaan Melafalkan Taklik Talak (Studi Kasus di Mahkamah Syar’iyah Kuantan, Pahang)

El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga · Vol. 2 No. 1 (2019) · hlm. 60–74

DOI
10.22373/ujhk.v2i1.7643
ISSN
2620-8083, 2620-8075
Terbit
2019-06-08
Penerbit
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Bahasa
eng

Abstrak

Di Provinsi Pahang telah mengatur di dalam Seksyen 50 Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Pahang 2005 bahwa perceraian di bawah taklik atau janji, yaitu seorang perempuan yang bersuami boleh mendapatkan perceraian jika syarat-syarat dari perakuan taklik yang telah dibuat selepas berkawin dan memohon kepada Mahkamah untuk menetapkan penceraian. Mahkamah perlu mengesahkan perceraian mereka itu jika semua syarat-syarat itu terpenuhi. Taklik talak di Provinsi Pahang adalah bertujuan untuk menjaga kepentingan para istri dari dianiaya atau di tidak diperdulikan oleh suaminya, karena ditakuti dalam kondisi tertentu suami akan lepas tangan dari tanggung jawabnya terhadap istri, bahkan anak-anaknya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi kadi di Mahkamah Syar’iyah Kuantan Pahang tentang taklik talak dan bagaimana nilai kebaikan melafalkan taklik talak ditinjau dari perspektif hukum keluarga Islam yang telah ditetapkan untuk diamalkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan mengambil data primer dan data sekunder. Penulis melakukan wawancara dengan Penolong Pengarah Kanan Seksyen Bahagian Sokongan Keluarga Jabatan Kehakiman Syariah Pahang dan Penolong dalam persepsi kadi dalam keutamaan melafalkan taklik talak. Hasil penkajian ini mendapati bahwa terdapat pengabaian lafal taklik telah dilanggari oleh suami dan telah dipergunakan istri untuk mengajukan perceraian di Mahkamah sebagai alasan untuk bercerai. Terdapat perbezaan antara lafal disetiap provinsi lain di Malaysia dan tidak mementingkan lafal taklik ini di Mahkamah. Kesimpulannya adalah kelemahan lafal taklik di Mahkamah masih belum kukuh ketika untuk pengajuan di Mahkamah dan kelemahan taklik didalam Enakmen masih tidak mencukupi terhadap syarat-syarat tersebut. Oleh itu diharapkan terjadinya perkara sebegini membuka mata pihak berwenang untuk mengubah sistem hukum Syariah yang ada di Malaysia.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

25 penulis · 42 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Muslim Indonesia
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Abd. WahidAfiliasi tidak diketahui2
Maizuddin MaizuddinAfiliasi tidak diketahui2
Nurdin BakryAfiliasi tidak diketahui1
Safria AndyAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Habibi MZAfiliasi tidak diketahui1
Nur Najihah AulaAfiliasi tidak diketahui1
Yusrizal YusrizalUniversitas Syiah Kuala1
Muji MuliaAfiliasi tidak diketahui1
Nurbaiti NurbaitiAfiliasi tidak diketahui1
Edi YuhermansyahAfiliasi tidak diketahui1
Suha NazwaAfiliasi tidak diketahui1
Syarifah KhairannurAfiliasi tidak diketahui1
Siti Najwa Binti BakriAfiliasi tidak diketahui1
Fakhrurrazi FakhrurraziAfiliasi tidak diketahui1
Nur Azizah Fayyadhah Binti Baharuddin Nur Azizah Fayyadhah Binti BaharuddinAfiliasi tidak diketahui1
Arifah FitriaAfiliasi tidak diketahui1
Boihaqi bin AdnanAfiliasi tidak diketahui1
M. Andreansyah SitorusAfiliasi tidak diketahui1
Mahmuddin MahmuddinUniversitas Muslim Indonesia1
Syahabuddin SyahabuddinAfiliasi tidak diketahui1
Erwin HafidAfiliasi tidak diketahui1
St Ibrah Mustafa KamalAfiliasi tidak diketahui1
Munarul MukmininAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Persepsi Kadi tentang Keutamaan Melafalkan Taklik Talak  (Studi Kasus di Mahkamah Syar’iyah Kuantan, Pahang)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">M. Jakfar, Tarmizi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jamaludin, Mohammad Faiz Bin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Persepsi Kadi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Melafalkan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Taklik Talak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Di Provinsi Pahang telah mengatur di dalam Seksyen 50 Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Pahang 2005 bahwa perceraian di bawah taklik atau janji, yaitu seorang perempuan yang bersuami boleh mendapatkan perceraian jika syarat-syarat dari perakuan taklik yang telah dibuat selepas berkawin dan memohon kepada Mahkamah untuk menetapkan penceraian. Mahkamah perlu mengesahkan perceraian mereka itu jika semua syarat-syarat itu terpenuhi. Taklik talak di Provinsi Pahang adalah bertujuan  untuk menjaga kepentingan para istri dari dianiaya atau di tidak diperdulikan oleh suaminya, karena ditakuti dalam kondisi tertentu suami akan lepas tangan dari tanggung jawabnya terhadap istri, bahkan anak-anaknya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi kadi di Mahkamah Syar’iyah Kuantan Pahang tentang taklik talak dan bagaimana nilai kebaikan melafalkan taklik talak ditinjau dari perspektif hukum keluarga Islam yang telah ditetapkan untuk diamalkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan mengambil data primer dan data sekunder. Penulis melakukan wawancara dengan Penolong Pengarah Kanan Seksyen Bahagian Sokongan Keluarga Jabatan Kehakiman Syariah Pahang dan Penolong dalam persepsi kadi dalam keutamaan melafalkan taklik talak. Hasil penkajian ini mendapati bahwa terdapat pengabaian lafal taklik telah dilanggari oleh suami dan telah dipergunakan istri untuk mengajukan perceraian di Mahkamah sebagai alasan untuk bercerai. Terdapat perbezaan antara lafal disetiap provinsi lain di Malaysia dan tidak mementingkan lafal taklik ini di Mahkamah. Kesimpulannya adalah kelemahan lafal taklik di Mahkamah masih belum kukuh ketika untuk pengajuan di Mahkamah dan kelemahan taklik didalam Enakmen masih tidak mencukupi terhadap syarat-syarat tersebut. Oleh itu diharapkan terjadinya perkara sebegini membuka mata pihak berwenang untuk mengubah sistem hukum Syariah yang ada di Malaysia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/article/view/7643</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/ujhk.v2i1.7643</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga; Vol. 2 No. 1 (2019): El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga; 60-74</dc:source>
	<dc:source>2620-8083</dc:source>
	<dc:source>2620-8075</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/article/view/7643/4572</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Tarmizi M. Jakfar, Mohammad Faiz Bin Jamaludin</dc:rights>
</oai_dc:dc>