Akses terbuka Jurnal
Kajian Tafsir Tematik Paradigma Dakwah Kolaboratif dalam Kisah Nabi Musa dan Harun
Studi Tafsir Tematik Atas Kisah Musa Dan Harun: Implikasi Terhadap Paradigma Dakwah Kolaboratif
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) · Vol. 25 No. 2 (2025) · hlm. 279–298
- ISSN
- 2550-1097
- Terbit
- 2025-12-25
- Penerbit
- Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Bahasa
- eng
Abstrak
Inggris
This study examines the story of Prophet Musa and Prophet Harun ‘alayhimā as-salām in the Qur'an using a thematic exegesis (tafsīr maudhū‘ī) approach, focusing on its implications for the paradigm of collaborative da'wah in Islam. Prophetic missions often face significant challenges, both external—such as societal rejection—and internal, including individual limitations. In this context, the Qur'an presents the complementary roles of Musa as the primary leader and Harun as his supportive companion. Relevant verses such as Sūrat Ṭāhā [20]: 29–36 and Sūrat al-Qaṣaṣ [28]: 34 reveal that Musa’s request for Harun’s companionship had strategic and theological grounds. This study highlights that their collaboration was not merely supplementary but rather an integral element of the da'wah’s success. Through the analysis of classical and contemporary tafsīr literature, the research finds that synergy, mutual support, and clear role distribution are essential principles in effective collaborative da'wah. The findings of this research aim to enrich contemporary Islamic da'wah discourse by offering a prophetic model of cooperation that remains relevant and applicable amid modern challenges.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini mengkaji kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alayhimā as-salām dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhū‘ī), dengan fokus pada implikasinya terhadap paradigma dakwah kolaboratif dalam Islam. Dakwah sebagai misi kenabian tidak jarang dihadapkan pada tantangan besar, baik dari aspek eksternal seperti penolakan masyarakat maupun internal seperti keterbatasan individu pendakwah. Dalam konteks ini, Al-Qur’an mengisahkan peran ganda Nabi Musa sebagai pemimpin utama dan Nabi Harun sebagai pendamping yang menguatkan misi tersebut. Ayat-ayat yang relevan, seperti QS. Ṭāhā [20]: 29–36 dan QS. al-Qaṣaṣ [28]: 34, menunjukkan bahwa permintaan Musa agar Harun menyertainya memiliki landasan strategis dan teologis. Studi ini menyoroti bahwa kolaborasi antara keduanya bukan hanya bersifat pelengkap, tetapi merupakan bagian integral dari keberhasilan dakwah. Melalui analisis berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer, ditemukan bahwa prinsip sinergi, saling melengkapi, serta kejelasan peran menjadi fondasi penting dalam dakwah kolaboratif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana dakwah Islam kontemporer dengan menawarkan model kerja sama profetik yang relevan dan aplikatif di tengah tantangan dakwah modern.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 78 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Negeri Surabaya
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Aang Ridwan | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Mukhlis Aliyudin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Haifa Hanifah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Yuliani Yuliani | Universitas Negeri Surabaya | 2 |
| Irfan Sanusi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andri Hendrawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kinkin Syamsudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jeje Zaenudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Pepen Irpan Fauzan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yuyun Yuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Burhanudin Aulia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hasna Hasnatul Fuadah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Saiful Islam Ramdani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nase Nase | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fauzidan Wildanul Fau | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Prita Priantini Nur Chidayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Salmah Muhdi Bamatraf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asep Saeful Muhtadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fiet Febriyanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Mujib | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Al-Lahla Zikri Mufadil | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atjep Muhlis | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Resiana Dinata | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rojudin Rojudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Neng Ayu Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zuhal Ahsan Auliya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M. Athallah Ariq Muzakki | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Haibah Aisah Nursolihah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Herawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Uwes Fatoni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Iva Fadilah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Daris Iqbal Chysara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ridwan Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asep Iwan Setiawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Marse Alfiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Agus Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yusuf Zaenal Abidin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.