Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Trust and Credibility Governance in Digital Da'wah amid the Challenges of Risk Society

Tadbir Da'wah Managing Trust and Credibility in Digital Risk Society

Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) · Vol. 26 No. 1 (2026) · hlm. 101–120

DOI
10.15575/anida.v26i1.55664
ISSN
2550-1097
Terbit
2026-06-02
Penerbit
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Bahasa
eng
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstrak

Inggris

This study examines how cyber risks and digital uncertainty shape preacher credibility, audience selectivity, and digital trust in social media based da'wah practices. Employing qualitative netnography and digital risk analysis, data from user comments, audience responses, and verification practices were analyzed thematically through risk society theory, communication systems theory, and ilmu dakwah, particularly tadbir da'wah. Findings indicate that digital da'wah operates as a networked discursive space in which the five constitutive elements of da'wah are structurally reconfigured by algorithmic mediation and fragmented authority. Digital trust functions as a complexity reducing mechanism sustaining communicative legitimacy amid informational uncertainty, while preacher and audience adaptation operationalizes tadbir da'wah management functions empirically. This study contributes to ilmu dakwah by repositioning cyber risk as an integral managerial dimension of digital preaching, proposing tabayyun as an epistemological principle for digital trust governance, and reimagining tadbir da'wah as credibility and symbolic legitimacy governance within networked da'wah ecosystems.

Bahasa Indonesia

Penelitian ini mengkaji bagaimana eskalasi risiko siber dan ketidakpastian digital membentuk kredibilitas dai, selektivitas audiens, serta kepercayaan digital dalam praktik dakwah berbasis media sosial. Dengan menggunakan netnografi kualitatif dan analisis risiko digital, data berupa komentar pengguna, respons audiens, serta praktik verifikasi dianalisis secara tematik melalui teori masyarakat risiko, teori sistem komunikasi, dan ilmu dakwah, khususnya tadbir dakwah. Temuan menunjukkan bahwa dakwah digital beroperasi sebagai ruang diskursif berbasis jejaring, di mana lima unsur dakwah mengalami rekonfigurasi struktural akibat mediasi algoritmik dan fragmentasi otoritas. Kepercayaan digital berfungsi sebagai mekanisme reduksi kompleksitas yang menopang legitimasi komunikatif di tengah ketidakpastian informasi, sementara adaptasi dai dan audiens merupakan operasionalisasi empiris dari fungsi manajemen tadbir dakwah. Penelitian ini berkontribusi pada ilmu dakwah dengan mereposisikan risiko siber sebagai dimensi manajerial integral dakwah digital, menawarkan tabayyun sebagai prinsip epistemologis tata kelola kepercayaan digital, serta merekonseptualisasi tadbir dakwah sebagai pengelolaan aktif kredibilitas dan legitimasi dalam ekosistem dakwah berbasis jejaring.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

7 penulis · 10 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Usman UsmanUniversitas Syiah Kuala1
Syamsidar SyamsidarAfiliasi tidak diketahui1
Syamsuddin ABAfiliasi tidak diketahui1
Fitri KhairunnisaAfiliasi tidak diketahui1
Palmizal PalmizalAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/anida/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Trust and Credibility Governance in Digital Da'wah amid the Challenges of Risk Society</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Tadbir Da'wah Managing Trust and Credibility in Digital Risk Society</dc:title>
	<dc:creator>Hamriani, Hamriani</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Digital da’wah; digital risk; risk society; tadbir.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dakwah Digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tadbir Dakwah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Risiko Digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tabayyun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study examines how cyber risks and digital uncertainty shape preacher credibility, audience selectivity, and digital trust in social media based da'wah practices. Employing qualitative netnography and digital risk analysis, data from user comments, audience responses, and verification practices were analyzed thematically through risk society theory, communication systems theory, and ilmu dakwah, particularly tadbir da'wah. Findings indicate that digital da'wah operates as a networked discursive space in which the five constitutive elements of da'wah are structurally reconfigured by algorithmic mediation and fragmented authority. Digital trust functions as a complexity reducing mechanism sustaining communicative legitimacy amid informational uncertainty, while preacher and audience adaptation operationalizes tadbir da'wah management functions empirically. This study contributes to ilmu dakwah by repositioning cyber risk as an integral managerial dimension of digital preaching, proposing tabayyun as an epistemological principle for digital trust governance, and reimagining tadbir da'wah as credibility and symbolic legitimacy governance within networked da'wah ecosystems.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini mengkaji bagaimana eskalasi risiko siber dan ketidakpastian digital membentuk kredibilitas dai, selektivitas audiens, serta kepercayaan digital dalam praktik dakwah berbasis media sosial. Dengan menggunakan netnografi kualitatif dan analisis risiko digital, data berupa komentar pengguna, respons audiens, serta praktik verifikasi dianalisis secara tematik melalui teori masyarakat risiko, teori sistem komunikasi, dan ilmu dakwah, khususnya tadbir dakwah. Temuan menunjukkan bahwa dakwah digital beroperasi sebagai ruang diskursif berbasis jejaring, di mana lima unsur dakwah mengalami rekonfigurasi struktural akibat mediasi algoritmik dan fragmentasi otoritas. Kepercayaan digital berfungsi sebagai mekanisme reduksi kompleksitas yang menopang legitimasi komunikatif di tengah ketidakpastian informasi, sementara adaptasi dai dan audiens merupakan operasionalisasi empiris dari fungsi manajemen tadbir dakwah. Penelitian ini berkontribusi pada ilmu dakwah dengan mereposisikan risiko siber sebagai dimensi manajerial integral dakwah digital, menawarkan tabayyun sebagai prinsip epistemologis tata kelola kepercayaan digital, serta merekonseptualisasi tadbir dakwah sebagai pengelolaan aktif kredibilitas dan legitimasi dalam ekosistem dakwah berbasis jejaring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/anida/article/view/55664</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/anida.v26i1.55664</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah); Vol. 26 No. 1 (2026): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah); 101-120</dc:source>
	<dc:source>2550-1097</dc:source>
	<dc:source>10.15575/anida.v26i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/anida/article/view/55664/16547</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Hamriani Hamriani, M Hidayat</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>