Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Emotion Control Education in the New Normal Era Through Riyadlah Dhikr

Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal · Vol. 7 No. 1 (2022) · hlm. 1–13

DOI
10.15575/ath.v7i1.12610
ISSN
2598-0971, 2503-5282
Terbit
2022-04-28
Penerbit
Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher
Bahasa
eng

Abstrak

Inggris

The COVID-19 pandemic has attacked the fabric of human life. However, activities must continue, including in the field of education. This event is known as the "New Normal". In the educational environment, especially in Islamic boarding schools, there is one problem that arises, namely the lack of stable emotional control of students caused by fear and worry about the COVID-19 virus. This is because they are far from their families and have to start adapting to the new learning system. This study aimed to determine the relationship between remembrance activities and emotional control of the students of the Annida Al-Islamy Islamic Boarding School in the new normal era. In this study, a quantitative approach was used, with the correlational method. Data collection techniques were carried out by giving questionnaires to 60 students, interviews, and documentation. The results of the research are: (1) The activity of remembrance at the Annida Al Islamy Islamic Boarding School in the new normal era is categorized as high; (2) The emotional control of students is categorized as strong; (3) The relationship between the two is highly correlated. Pandemi COVID-19 telah menyerang tatanan kehidupan manusia. Akan tetapi, aktivitas harus tetap berjalan, termasuk juga di dalamnya bidang pendidikan. Peristiwa ini dikenal dengan istilah “New Normal”. Dalam lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren terdapat salah satu masalah yang timbul yakni kurang stabilnya pengendalian emosi santri yang disebabkan rasa takut dan khawatir terhadap virus COVID-19. Hal ini dikarenakan keadaan mereka yang jauh dari keluarga serta harus mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas riyadlah zikir dengan Pendidikan pengendalian emosi santri Pondok Pesantren Annida Al-Islamy di era new normal. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 60 santri, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Aktivitas zikir di Pondok Pesantren Annida Al Islamy pada era new normal berkategori tinggi; (2) Pengendalian emosi santri berkategori kuat; (3) Hubungan antara keduanya berkorelasi tinggi.

Bahasa Indonesia

The COVID-19 pandemic has attacked the fabric of human life. However, activities must continue, including in the field of education. This event is known as the "New Normal". In the educational environment, especially in Islamic boarding schools, there is one problem that arises, namely the lack of stable emotional control of students caused by fear and worry about the COVID-19 virus. This is because they are far from their families and have to start adapting to the new learning system. This study aimed to determine the relationship between remembrance activities and emotional control of the students of the Annida Al-Islamy Islamic Boarding School in the new normal era. In this study, a quantitative approach was used, with the correlational method. Data collection techniques were carried out by giving questionnaires to 60 students, interviews, and documentation. The results of the research are: (1) The activity of remembrance at the Annida Al Islamy Islamic Boarding School in the new normal era is categorized as high; (2) The emotional control of students is categorized as strong; (3) The relationship between the two is highly correlated. Pandemi COVID-19 telah menyerang tatanan kehidupan manusia. Akan tetapi, aktivitas harus tetap berjalan, termasuk juga di dalamnya bidang pendidikan. Peristiwa ini dikenal dengan istilah “New Normal”. Dalam lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren terdapat salah satu masalah yang timbul yakni kurang stabilnya pengendalian emosi santri yang disebabkan rasa takut dan khawatir terhadap virus COVID-19. Hal ini dikarenakan keadaan mereka yang jauh dari keluarga serta harus mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas riyadlah zikir dengan Pendidikan pengendalian emosi santri Pondok Pesantren Annida Al-Islamy di era new normal. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 60 santri, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Aktivitas zikir di Pondok Pesantren Annida Al Islamy pada era new normal berkategori tinggi; (2) Pengendalian emosi santri berkategori kuat; (3) Hubungan antara keduanya berkorelasi tinggi.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

21 penulis · 35 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Undang BurhanudinAfiliasi tidak diketahui2
Moh. SulhanAfiliasi tidak diketahui1
Heri KhoiruddinAfiliasi tidak diketahui1
Saca SuhendiAfiliasi tidak diketahui1
Busra Nur DuranAfiliasi tidak diketahui1
Supiana SupianaAfiliasi tidak diketahui1
Ossi Marga RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Nanat Fatah NatsirAfiliasi tidak diketahui1
Ade AisyahAfiliasi tidak diketahui1
Mahlil Nurul IhsanAfiliasi tidak diketahui1
Siti Fadhilah Asy-SyariAfiliasi tidak diketahui1
Irfan Ahmad ZainAfiliasi tidak diketahui1
Yuni AzuraAfiliasi tidak diketahui1
A. Heris HermawanAfiliasi tidak diketahui1
Tarsono TarsonoAfiliasi tidak diketahui1
Miftahul FikriAfiliasi tidak diketahui1
Farhan Ahmad FauzanAfiliasi tidak diketahui1
Siti Rohmah KurniasihAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/atthulab/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Emotion Control Education in the New Normal Era Through Riyadlah Dhikr</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Emotion Control Education in the New Normal Era Through Riyadlah Dhikr</dc:title>
	<dc:creator>Hasbiyallah, Hasbiyallah</dc:creator>
	<dc:creator>Faznah, Faznah</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Arum</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengendalian Emosi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Riyadhah Zikir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emotion Control</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Riyadlah Dhikr</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The COVID-19 pandemic has attacked the fabric of human life. However, activities must continue, including in the field of education. This event is known as the "New Normal". In the educational environment, especially in Islamic boarding schools, there is one problem that arises, namely the lack of stable emotional control of students caused by fear and worry about the COVID-19 virus. This is because they are far from their families and have to start adapting to the new learning system. This study aimed to determine the relationship between remembrance activities and emotional control of the students of the Annida Al-Islamy Islamic Boarding School in the new normal era. In this study, a quantitative approach was used, with the correlational method. Data collection techniques were carried out by giving questionnaires to 60 students, interviews, and documentation. The results of the research are: (1) The activity of remembrance at the Annida Al Islamy Islamic Boarding School in the new normal era is categorized as high; (2) The emotional control of students is categorized as strong; (3) The relationship between the two is highly correlated. Pandemi COVID-19 telah menyerang tatanan kehidupan manusia. Akan tetapi, aktivitas harus tetap berjalan, termasuk juga di dalamnya bidang pendidikan. Peristiwa ini dikenal dengan istilah “New Normal”. Dalam lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren terdapat salah satu masalah yang timbul yakni kurang stabilnya pengendalian emosi santri yang disebabkan rasa takut dan khawatir terhadap virus COVID-19. Hal ini dikarenakan keadaan mereka yang jauh dari keluarga serta harus mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas riyadlah zikir dengan Pendidikan pengendalian emosi santri Pondok Pesantren Annida Al-Islamy di era new normal. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 60 santri, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Aktivitas zikir di Pondok Pesantren Annida Al Islamy pada era new normal berkategori tinggi; (2) Pengendalian emosi santri berkategori kuat ; (3) Hubungan antara keduanya berkorelasi tinggi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The COVID-19 pandemic has attacked the fabric of human life. However, activities must continue, including in the field of education. This event is known as the "New Normal". In the educational environment, especially in Islamic boarding schools, there is one problem that arises, namely the lack of stable emotional control of students caused by fear and worry about the COVID-19 virus. This is because they are far from their families and have to start adapting to the new learning system. This study aimed to determine the relationship between remembrance activities and emotional control of the students of the Annida Al-Islamy Islamic Boarding School in the new normal era. In this study, a quantitative approach was used, with the correlational method. Data collection techniques were carried out by giving questionnaires to 60 students, interviews, and documentation. The results of the research are: (1) The activity of remembrance at the Annida Al Islamy Islamic Boarding School in the new normal era is categorized as high; (2) The emotional control of students is categorized as strong; (3) The relationship between the two is highly correlated. Pandemi COVID-19 telah menyerang tatanan kehidupan manusia. Akan tetapi, aktivitas harus tetap berjalan, termasuk juga di dalamnya bidang pendidikan. Peristiwa ini dikenal dengan istilah “New Normal”. Dalam lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren terdapat salah satu masalah yang timbul yakni kurang stabilnya pengendalian emosi santri yang disebabkan rasa takut dan khawatir terhadap virus COVID-19. Hal ini dikarenakan keadaan mereka yang jauh dari keluarga serta harus mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas riyadlah zikir dengan Pendidikan pengendalian emosi santri Pondok Pesantren Annida Al-Islamy di era new normal. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 60 santri, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Aktivitas zikir di Pondok Pesantren Annida Al Islamy pada era new normal berkategori tinggi; (2) Pengendalian emosi santri berkategori kuat ; (3) Hubungan antara keduanya berkorelasi tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/atthulab/article/view/12610</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/ath.v7i1.12610</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal; Vol. 7 No. 1 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal; 1-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal al-Thullab; Vol 7 No 1 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2598-0971</dc:source>
	<dc:source>2503-5282</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/atthulab/article/view/12610/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Author</dc:rights>
</oai_dc:dc>