Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Membongkar Budaya Patriarki: Rekonstruksi Pemahaman Peran Gender Berdasarkan Perspektif Islam dan Psikologi

Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies · Vol. 6 No. 1 (2025) · hlm. 1–22

ISSN
2746-8593, 2746-8585
Terbit
2025-12-31
Penerbit
UIN Sunan Gunung Dajti Bandung
Bahasa
eng
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstrak

Kesalahpahaman dalam menginterpretasikan konsep kepemimpinan (qawamah) laki-laki dalam Islam seringkali melanggengkan budaya patriarki yang mengakibatkan ketidakadilan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tentang budaya patriarki dari perspektif Islam dan psikologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan metode campuran (mixed methods) yang mengkomparasi pandangan tiga kelompok kunci di Jawa Barat: tokoh agama (MUI dan NU), akademisi (dosen psikologi), dan mahasiswa (n=101). Data kuantitatif dari kuesioner mahasiswa dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif dari wawancara tokoh agama dan akademisi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi signifikan: meskipun 83,2% mahasiswa merasa patriarki masih mendominasi masyarakat Muslim, temuan kualitatif dari MUI dan NU menegaskan bahwa budaya patriarki yang menindas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan merupakan hasil dari kekeliruan tafsir. Dosen psikologi menggarisbawahi bahwa pemahaman kaku akan peran gender berdampak langsung pada diferensiasi peran sosial. Implikasi praktis dari temuan ini adalah urgensi re-edukasi di lembaga pendidikan dan keagamaan mengenai interpretasi konsep Islam yang lebih adil dan setara, serta merekomendasikan pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang sensitif gender untuk membongkar miskonsepsi patriarki.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 92 tautan kepenulisan bersama · 7 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Riau University
  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Malang
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Hasanuddin University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Agus FakhruddinAfiliasi tidak diketahui3
Elita AgustinaAfiliasi tidak diketahui3
Usup RomliAfiliasi tidak diketahui2
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo1
Cece Suryani IsmailAfiliasi tidak diketahui1
Sri GemawatiRiau University1
Nessy IndryantikaRiau University1
Madani AhmadanAfiliasi tidak diketahui1
Lillahi Akbar JihadiAfiliasi tidak diketahui1
SyarifahAfiliasi tidak diketahui1
Mutiara Erisqi Rama GestaAfiliasi tidak diketahui1
Sofia FatmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Landyyun Rahmawan SjahidAfiliasi tidak diketahui1
Nadiyya Maulida UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Urip WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Rodia SyamwilAfiliasi tidak diketahui1
Achmad FaqihuddinAfiliasi tidak diketahui1
SUDIRMAN SUDIRMANState University of Malang1
Zalik NuryanaAfiliasi tidak diketahui1
Mokh. Iman FirmansyahAfiliasi tidak diketahui1
Qolbi Mujahidillah Adzimat SukmayadiAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad HakamAfiliasi tidak diketahui1
Ach Fatayillah MursyidiAfiliasi tidak diketahui1
Uirma Isnani AnisaAfiliasi tidak diketahui1
Reskina ReskinaAfiliasi tidak diketahui1
Aura Ratu AuliaAfiliasi tidak diketahui1
Elysia RaverdiantiAfiliasi tidak diketahui1
Nazwa KhairunnisaAfiliasi tidak diketahui1
Zahra AzizahAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad IqbalHasanuddin University1
Finsa Adhi PratamaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
HERMAN HERMANUniversitas Ahmad Dahlan1
Muhammad IlhamAfiliasi tidak diketahui1
Ganjar Eka SubaktiAfiliasi tidak diketahui1
Risa Melinda SeptianiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/azzahra/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Membongkar Budaya Patriarki: Rekonstruksi Pemahaman Peran Gender Berdasarkan Perspektif Islam dan Psikologi </dc:title>
	<dc:creator>Kartini, Kartini</dc:creator>
	<dc:creator>Qalbyna, Galih Khalisa</dc:creator>
	<dc:creator>Handini, Meyta Nisa</dc:creator>
	<dc:creator>Kamilah, Safina</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Saepul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gender</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">patriarki</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">psikologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesalahpahaman dalam menginterpretasikan konsep kepemimpinan (qawamah) laki-laki dalam Islam seringkali melanggengkan budaya patriarki yang mengakibatkan ketidakadilan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tentang budaya patriarki dari perspektif Islam dan psikologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan metode campuran (mixed methods) yang mengkomparasi pandangan tiga kelompok kunci di Jawa Barat: tokoh agama (MUI dan NU), akademisi (dosen psikologi), dan mahasiswa (n=101). Data kuantitatif dari kuesioner mahasiswa dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif dari wawancara tokoh agama dan akademisi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi signifikan: meskipun 83,2% mahasiswa merasa patriarki masih mendominasi masyarakat Muslim, temuan kualitatif dari MUI dan NU menegaskan bahwa budaya patriarki yang menindas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan merupakan hasil dari kekeliruan tafsir. Dosen psikologi menggarisbawahi bahwa pemahaman kaku akan peran gender berdampak langsung pada diferensiasi peran sosial. Implikasi praktis dari temuan ini adalah urgensi re-edukasi di lembaga pendidikan dan keagamaan mengenai interpretasi konsep Islam yang lebih adil dan setara, serta merekomendasikan pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang sensitif gender untuk membongkar miskonsepsi patriarki.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UIN Sunan Gunung Dajti Bandung</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/azzahra/article/view/35788</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies; Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025; 1-22</dc:source>
	<dc:source>2746-8593</dc:source>
	<dc:source>2746-8585</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/azzahra/article/view/35788/15858</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 kartini kartini, Galih Khalisa Qalbyna, Meyta Nisa Handini, Safina Kamilah, Saepul Anwar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>