Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Kajian Metodologis atas Kitab Tafsir Lathaif al-Isyarat Karya Imam al-Qusyairi

Jurnal Iman dan Spiritualitas · Vol. 3 No. 1 (2023) · hlm. 19–26

DOI
10.15575/jis.v3i1.23774
ISSN
2775-4596
Terbit
2023-02-08
Penerbit
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Bahasa
eng

Abstrak

Adanya tafsir lathaif al-Isyarat merupakan bentuk dari mendamaikan ilmu syariat dan hakikat dengan tujuan memberikan pemahaman bahwa tidak terjadi kontradiktif antara hakikat dan syariat. Dan pada intinya setiap karya tafsir tidak akan pernah lepas dari latar belakang mufassir sendiri. Penelitian ini termasuk kajian kepustakaan dengan rujukan primer dan sekunder yaitu tafsir lathaif al-Isyarat sebagai rujukan primer, sedangkan rujukan sekunder menggunakan buku, jurnal yang terfokus pada aspek metodologis. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengeksplorasi penafsiran Al-Qusyairi terhadap Lataif Al-Isyarat dan metode khusus yang dipakainya dalam penafsiran tersebut. Kajian hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa Al-Qusyairi adalah seorang sufi yang berupaya menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan konsep tasawuf, serta bahasa sastra untuk mengenalkan pembaca pada perasaan jiwa sufi. Urgensinya untuk membela tasawuf pada masa Sultan Thaghral. Kedua, dari segi metode yang dikenalkan menggunakan metode tahlili yang merupakan analisis untuk menjelaskan kandungan ayat Alquran dari berbagai aspek tasawufnya. Kemudian dari segi sumber yaitu bi al-Ra’yi, adapun isyarat akal yang dicantumkan dalam tafsirnya tidak secara murni pekerjaan akal, tetapi supaya isyarat tersebut dihasilkan untuk tidak menjauh dari nas Al-Qur'an. Dari segi corak adalah sufi dengan memiliki ide kreatif mempertemukan tasawuf dan psikologi dengan simbol sastra dan menerapkan konsep maqamat serta ahwal. Ketiga, komentar ulama bahwa tafsir ini tidak mengunggulkan hakikat dari pada syariat, begitu juga dengan sebaliknya, maka dari itu lathaif al-isyarat hadir sebagai perkataan yang benar tentang tasawuf dengan menjunjung tinggi keadilan dan memerangi kebid’ahan.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

14 penulis · 20 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ade JamarudinAfiliasi tidak diketahui2
Eni ZulaihaAfiliasi tidak diketahui2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang1
Vina Nurul HusnaAfiliasi tidak diketahui1
Taufiq HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Fajar Awang IrawanAfiliasi tidak diketahui1
Asep Ahmad FaturohmanAfiliasi tidak diketahui1
Asep Ahmad FathurrohmanAfiliasi tidak diketahui1
Dadan RusmanaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Roflee WaehamaAfiliasi tidak diketahui1
M Sofwan JauhariAfiliasi tidak diketahui1
Erny AriantyAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jis/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kajian Metodologis atas Kitab Tafsir Lathaif al-Isyarat Karya Imam al-Qusyairi</dc:title>
	<dc:creator>Ghoni, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Fauji, Hari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keadilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penafsiran Al-Qur’an</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">metode tahlili</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pekerjaan akal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ide kreatif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Adanya tafsir lathaif al-Isyarat merupakan bentuk dari mendamaikan ilmu syariat dan hakikat dengan tujuan memberikan pemahaman bahwa tidak terjadi kontradiktif antara hakikat dan syariat. Dan pada intinya setiap karya tafsir tidak akan pernah lepas dari latar belakang mufassir sendiri. Penelitian ini termasuk kajian kepustakaan dengan rujukan primer dan sekunder yaitu tafsir lathaif al-Isyarat sebagai rujukan primer, sedangkan rujukan sekunder menggunakan buku, jurnal yang terfokus pada aspek metodologis.  Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengeksplorasi penafsiran Al-Qusyairi terhadap Lataif Al-Isyarat dan metode khusus yang dipakainya dalam penafsiran tersebut. Kajian hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa Al-Qusyairi adalah seorang sufi yang berupaya menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan konsep tasawuf, serta bahasa sastra untuk mengenalkan pembaca pada perasaan jiwa sufi. Urgensinya untuk membela tasawuf pada masa Sultan Thaghral. Kedua, dari segi metode yang dikenalkan menggunakan metode tahlili yang merupakan analisis untuk menjelaskan kandungan ayat Alquran dari berbagai aspek tasawufnya. Kemudian dari segi sumber yaitu bi al-Ra’yi, adapun isyarat akal yang dicantumkan dalam tafsirnya tidak secara murni pekerjaan akal, tetapi supaya isyarat tersebut dihasilkan untuk tidak menjauh dari nas Al-Qur'an. Dari segi corak adalah sufi dengan memiliki ide kreatif mempertemukan tasawuf dan psikologi dengan simbol sastra dan menerapkan konsep maqamat serta ahwal. Ketiga, komentar ulama bahwa tafsir ini tidak mengunggulkan hakikat dari pada syariat, begitu juga dengan sebaliknya, maka dari itu lathaif al-isyarat hadir sebagai perkataan yang benar tentang tasawuf dengan menjunjung tinggi keadilan dan memerangi kebid’ahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UIN Sunan Gunung Djati Bandung</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Literary Analysis</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jis/article/view/23774</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/jis.v3i1.23774</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Iman dan Spiritualitas; Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas; 19-26</dc:source>
	<dc:source>2775-4596</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jis/article/view/23774/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Abdul Ghoni, Hari Fauji</dc:rights>
</oai_dc:dc>