Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Metode Dakwah Gus Baha Melalui Humor Di Channel YouTube Santri Gayeng

Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam · Vol. 10 No. 2 (2025) · hlm. 165–184

DOI
10.15575/tabligh.v10i2.40335
ISSN
2622-9773, 2622-9781
Terbit
2025-06-30
Penerbit
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk metode dakwah Gus Baha, (2) untuk mengetahui bagaimana bentuk humor Gus Baha dalam berdakwah di channel youtube santri gayeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi online dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan mendownload video, mengamati, menyalin data dalam bentuk kata dan membuat kesimpulam. Kesimpulan dalam penelitian ini. Pertama Dalam berdakwah Gus Baha menggunakan bentuk humor edukatif, tidak sehat dan tidak rasis. Humor yang disampaikan selalu relevan dengan pesan-pesan yang disampaikan artinya memiliki makna dan memudahkan mad’u untuk memahami dakwahnya. Humor ini juga memiliki sisi positif yaitu mampu menambah keakraban da’I dengan mad’u. Gus Baha tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor, cacian dan makian dalam berdakwah. Beliau menjaga esensi dari dakwah tersebut. Sehingga inilah pentingnya seorang da’I memiliki penguasaan ilmu yang baik dalam berdakwah agar terhindar dari hal-hal yang tak di inginkan seperti cacian atau makian saat berdakwah. Kedua Sedangkan metode yang digunakan Gus Baha dalam berdakwah ialah metode hikmah. Gus Baha dalam berdakwah serius ingin memberi pelajaran dengan bahasa yang sopan dan disertai dalil-dalil yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Kata Kunci: Metode Dakwah; Youtube santri gayeng; Gus Baha

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 77 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
M. Yusuf WibisonoAfiliasi tidak diketahui2
Dudy Imanuddin EffendiAfiliasi tidak diketahui2
Unang SudarmaAfiliasi tidak diketahui2
HERMAN HERMANUniversitas Ahmad Dahlan2
Akhsin RidhoAfiliasi tidak diketahui1
Dadang KahmadAfiliasi tidak diketahui1
Darajat WibawaAfiliasi tidak diketahui1
Deden Adrian NurbiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Engkos KosasihAfiliasi tidak diketahui1
Muhamad Aroka FadliAfiliasi tidak diketahui1
Asep MuhyiddinAfiliasi tidak diketahui1
Madihah MadihahAfiliasi tidak diketahui1
Zaenal MukaromAfiliasi tidak diketahui1
Yusuf Zainal AbidinAfiliasi tidak diketahui1
Yedi PurwantoAfiliasi tidak diketahui1
Jundi AbdullahAfiliasi tidak diketahui1
Angga QadafiAfiliasi tidak diketahui1
Asep Iwan SetiawanAfiliasi tidak diketahui1
Vici Ramadini YunusAfiliasi tidak diketahui1
Mira MaretaAfiliasi tidak diketahui1
Imron RosyadiAfiliasi tidak diketahui1
Diki Pahmiyatul IlmiAfiliasi tidak diketahui1
Dedi JunaediAfiliasi tidak diketahui1
Uus RuswandiAfiliasi tidak diketahui1
Bambang Samsul ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Sahliah SahliahAfiliasi tidak diketahui1
Asep MulyanaAfiliasi tidak diketahui1
Faiz Karim FatkhullahAfiliasi tidak diketahui1
Sofyan SauriAfiliasi tidak diketahui1
Awang Faisal Assyifa Ag RahimAfiliasi tidak diketahui1
Dede LukmanAfiliasi tidak diketahui1
Munir MunirAfiliasi tidak diketahui1
Wawan SutajiAfiliasi tidak diketahui1
Naan NaanAfiliasi tidak diketahui1
Winda WidyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Muliadi MuliadiAfiliasi tidak diketahui1
Unsi Andal BaraAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/tabligh/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Metode Dakwah Gus Baha Melalui Humor Di Channel YouTube Santri Gayeng</dc:title>
	<dc:creator>Mustopa, Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Sarbini, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Rusliana , Iu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk metode dakwah Gus Baha, (2) untuk mengetahui bagaimana bentuk humor Gus Baha dalam berdakwah di channel youtube santri gayeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi online dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan mendownload video, mengamati, menyalin data dalam bentuk kata dan membuat kesimpulam. Kesimpulan dalam penelitian ini. Pertama Dalam berdakwah Gus Baha menggunakan bentuk humor edukatif, tidak sehat dan tidak rasis. Humor yang disampaikan selalu relevan dengan pesan-pesan yang disampaikan artinya memiliki makna dan memudahkan mad’u untuk memahami dakwahnya. Humor ini juga memiliki sisi positif yaitu mampu menambah keakraban da’I dengan mad’u. Gus Baha tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor, cacian dan makian dalam berdakwah. Beliau menjaga esensi dari dakwah tersebut. Sehingga inilah pentingnya seorang da’I memiliki penguasaan ilmu yang baik dalam berdakwah agar terhindar dari hal-hal yang tak di inginkan seperti cacian atau makian saat berdakwah. Kedua Sedangkan metode yang digunakan Gus Baha dalam berdakwah ialah metode hikmah. Gus Baha dalam berdakwah serius ingin memberi pelajaran dengan bahasa yang sopan dan disertai dalil-dalil yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.
Kata Kunci : Metode Dakwah; Youtube santri gayeng; Gus Baha</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/tabligh/article/view/40335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/tabligh.v10i2.40335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam; Vol. 10 No. 2 (2025): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam; 165-184</dc:source>
	<dc:source>2622-9773</dc:source>
	<dc:source>2622-9781</dc:source>
	<dc:source>10.15575/tabligh.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/tabligh/article/view/40335/14733</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam</dc:rights>
</oai_dc:dc>