Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

MEDIA BARU, VISI KHALAYAK AKTIF DAN URGENSI LITERASI MEDIA

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (JKISKI) · Vol. 1 No. 2 (2016)

DOI
10.25008/jkiski.v1i2.54
ISSN
2503-0795, 2548-8740
Published
2016-12-11
Publisher
Jurnal Komuniksi ISKI

Abstract

Kajian ini didasarkan pada argumentasi khalayak media baru pada dasarnya merefleksikan visi paling radikal uses and gratifications. Dalam visi baru ini, audiens benar-benar terlibat secara aktif dalam mencari informasi. Pada satu sisi, hal ini memberikan harapan baru bagi partisipasi khalayak dalam proses komunikasi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi partisipasi warga negara dalam kehidupan publik. Namun, di sisi lain, hal itu juga mengandung persoalan. Dalam banyak kasus, khalayak lebih mencari informasi yang meneguhkan keyakinannya atau pilihan-pilihan sikap yang sebelumnya telah diambil. Akibatnya, individu cenderung tenggelam ke dalam ‘kesesatan’ sikap dan keyakinan yang dipilihnya. Studi ini meneguhkan hal itu. Melalui partisipasi observasi, studi ini menemukan bahwa individu-individu terlibat aktif dalam mencari dan berbagi informasi dalam suatu kelompok percakapan yang disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, dan keyakinan mereka. Sayangnya, hal itu tidak disertai dengan sifat kritis yang cukup atas sumber-sumber informasi yang mereka akses sehingga menciptakan suatu pandangan yang bias dan menyesatkan. Dalam situasi semacam itu, suatu digital literasi mutlak diperlukan agar media baru benar-benar memberikan manfaat bagi khalayak, dan bukannya sebaliknya.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Islamic University of Indonesia
  • Universitas Gadjah Mada
  • Yogyakarta State University
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hermin Indah WahyuniUniversitas Gadjah Mada1
Sugeng Bayu WahyonoYogyakarta State University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2503-0795/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>MEDIA BARU, VISI KHALAYAK AKTIF DAN URGENSI LITERASI MEDIA</dc:title><dc:creator>Rianto, Puji</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Kajian ini didasarkan pada argumentasi khalayak media baru pada dasarnya merefleksikan visi paling radikal uses&amp;#x0D;
and gratifications. Dalam visi baru ini, audiens benar-benar terlibat secara aktif dalam mencari informasi. Pada&amp;#x0D;
satu sisi, hal ini memberikan harapan baru bagi partisipasi khalayak dalam proses komunikasi, sekaligus membuka&amp;#x0D;
kesempatan yang lebih luas bagi partisipasi warga negara dalam kehidupan publik. Namun, di sisi lain, hal itu juga&amp;#x0D;
mengandung persoalan. Dalam banyak kasus, khalayak lebih mencari informasi yang meneguhkan keyakinannya&amp;#x0D;
atau pilihan-pilihan sikap yang sebelumnya telah diambil. Akibatnya, individu cenderung tenggelam ke dalam&amp;#x0D;
‘kesesatan’ sikap dan keyakinan yang dipilihnya. Studi ini meneguhkan hal itu. Melalui partisipasi observasi,&amp;#x0D;
studi ini menemukan bahwa individu-individu terlibat aktif dalam mencari dan berbagi informasi dalam suatu&amp;#x0D;
kelompok percakapan yang disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, dan keyakinan mereka. Sayangnya, hal itu tidak&amp;#x0D;
disertai dengan sifat kritis yang cukup atas sumber-sumber informasi yang mereka akses sehingga menciptakan&amp;#x0D;
suatu pandangan yang bias dan menyesatkan. Dalam situasi semacam itu, suatu digital literasi mutlak diperlukan&amp;#x0D;
agar media baru benar-benar memberikan manfaat bagi khalayak, dan bukannya sebaliknya.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Jurnal Komuniksi ISKI</dc:publisher><dc:date>2016-12-11</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.25008/jkiski.v1i2.54</dc:identifier><dc:identifier>10.25008/jkiski.v1i2.54</dc:identifier><dc:source>Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia; Vol 1 No 2 (2016); 90</dc:source><dc:source>2503-0795</dc:source><dc:source>2548-8740</dc:source><dc:relation>http://www.jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/viewFile/54/28</dc:relation></oai_dc:dc>