Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING MENGGUNAKAN VFI 5

Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (JIKI) · Vol. 2 No. 2 (2012) · pp. 86–94

DOI
10.21609/jiki.v2i2.131
ISSN
2502-9274, 2088-7051
Published
2012-05-29
Publisher
Faculty of Computer Science - Universitas Indonesia
Language
eng

Abstract

Sistem urinari hewan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki 2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature). Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature pemeriksaan laboratorium. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis, dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari, pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam menentukan hasil diagnosis suatu penyakit.

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 22 co-authorship links · 7 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • IPB University
  • Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Pakuan University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
IrmansyahAffiliation unknown1
Mustakim MustakimUniversitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau1
Irman HermadiIPB University1
Arini Aha PekuwaliUniversitas Kristen Wira Wacana Sumba1
Wisnu Ananta KusumaIPB University1
Siti RaehanIPB University1
Medria Kusuma Dewi HardhienataAffiliation unknown1
Sri NurdiatiIPB University1
Fajar Delli WihartikoPakuan University1
Edi SantosaIPB University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jiki.cs.ui.ac.id/index.php/jiki/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING  MENGGUNAKAN VFI 5</dc:title>
	<dc:creator>Buono, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Ramdhany, Dhany Nugraha</dc:creator>
	<dc:creator>Kustiyo, Aziz</dc:creator>
	<dc:creator>Handharyani, Ekowati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Voting Feature Interval 5 (VFI5)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Renal Disease</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urinary Tract</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem urinari hewan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki 2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature). Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature pemeriksaan laboratorium.  Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis, dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari, pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam  menentukan hasil diagnosis suatu penyakit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Computer Science  - Universitas Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jiki.cs.ui.ac.id/index.php/jiki/article/view/131</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.21609/jiki.v2i2.131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi; Vol. 2 No. 2 (2009): Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information); 86-94</dc:source>
	<dc:source>2502-9274</dc:source>
	<dc:source>2088-7051</dc:source>
	<dc:source>10.21609/jiki.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jiki.cs.ui.ac.id/index.php/jiki/article/view/131/249</dc:relation>
</oai_dc:dc>