Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA KERANG KALANDUE (POLYMESODA EROSA) SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN LINGKUNGAN DI TELUK KENDARI: Analysis of Lead (Pb) Heavy Metal Content in Kalandue Clams (Polymesoda erosa) as a Bioindicator of Environmental Pollution in Kendari Bay

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 6 No. 2 (2025) · pp. 72–76

DOI
10.37887/jkl-uho.v6i2.71
ISSN
2723-5203
Published
2025-07-31
Publisher
Departemen Kesehatan Lingkungan
Language
eng

Abstract

Pencemaran air menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang merupakan masalah regional maupun lingkungan global. Perairan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara berpotensi tercemar timbal (Pb) akibat pembuangan limbah dari berbagai kegiatan industri, transportasi kapal dan pemukiman penduduk. Kerang merupakan organisme yang mendapatkan makanan dengan cara menyaring (filter feeder) sehingga apabila lingkungannya tercemar logam berat maka kerang tersebut akan terakumulasi logam berat pula. Timbal (Pb) yang masuk ke dalam tubuh kerang apabila dikonsumsi manusia dalam jangka panjang akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Kerang kalandue yang berasal dari Teluk Kendari dianggap sebagai bioindikator potensial dalam penilaian tingkat pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang kalandue sebagai bioindikator di Teluk Kendari Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dan uji laboratorium dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel kerang yang berada di Teluk Kendari rata-rata kandungan timbal tertinggi terdapat pada sampel 1 (stasiun 1) sebesar 0,0479 mg/kg, sedangkan kandungan timbal terendah terdapat pada sampel 8 dan sampel 10 (stasiun 3) dengan hasil uji sebesar 0,0024 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kandungan timbal dalam kerang kalandue masih berada di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh SNI No. 7387:2009 sehingga aman untuk dikonsumsi, namun tetap perlu diawasi karena apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 260 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suhadi SuhadiAffiliation unknown11
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo10
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo7
Farit RezalAffiliation unknown7
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo7
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo7
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo6
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown6
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo5
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo5
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown4
Rasma RasmaAffiliation unknown4
Farid RezalAffiliation unknown4
Junaid JunaidAffiliation unknown4
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo3
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo3
Sartiah YusranAffiliation unknown3
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo3
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo3
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo3
Lymbran TinaAffiliation unknown3
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo3
Fikki PrasetyaAffiliation unknown3
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo2
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown2
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown2
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo2
Nur FajarAffiliation unknown2
Megasari SidulaAffiliation unknown2
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo2
Ambo SakkaAffiliation unknown2
Ika RustikaAffiliation unknown2
ainurafiq ainurafiqAffiliation unknown2
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Syawal K. SaptaputraAffiliation unknown2
Nurfatimah NurfatimahUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA KERANG KALANDUE (POLYMESODA EROSA) SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN LINGKUNGAN  DI TELUK KENDARI: Analysis of Lead (Pb) Heavy Metal Content in Kalandue Clams (Polymesoda erosa) as a Bioindicator of Environmental Pollution in Kendari Bay</dc:title>
	<dc:creator>Auraningtyas, Vina</dc:creator>
	<dc:creator> Majid, Ruslan</dc:creator>
	<dc:creator>Zainuddin, Asnia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">logam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">timbal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kerang kalandue</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teluk kendari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran air menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang merupakan masalah regional maupun lingkungan global. Perairan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara berpotensi tercemar timbal (Pb) akibat pembuangan limbah dari berbagai kegiatan industri, transportasi kapal dan pemukiman penduduk. Kerang merupakan organisme yang mendapatkan makanan dengan cara menyaring (filter feeder) sehingga apabila lingkungannya tercemar logam berat maka kerang tersebut akan terakumulasi logam berat pula. Timbal (Pb) yang masuk ke dalam tubuh kerang apabila dikonsumsi manusia dalam jangka panjang akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Kerang kalandue yang berasal dari Teluk Kendari dianggap sebagai bioindikator potensial dalam penilaian tingkat pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang kalandue sebagai bioindikator di Teluk Kendari Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dan uji laboratorium dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel kerang yang berada di Teluk Kendari rata-rata kandungan timbal tertinggi terdapat pada sampel 1 (stasiun 1) sebesar 0,0479 mg/kg, sedangkan kandungan timbal terendah terdapat pada sampel 8 dan sampel 10 (stasiun 3) dengan hasil uji sebesar 0,0024 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kandungan timbal dalam kerang kalandue masih berada di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh SNI No. 7387:2009 sehingga aman untuk dikonsumsi, namun tetap perlu diawasi karena apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Departemen Kesehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v6i2.71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo ; Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo (JKL-UHO); 72-76</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/71/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo </dc:rights>
</oai_dc:dc>