Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

ANALISIS KORELASI FAKTOR IKLIM DAN KEJADIAN MALARIA DI KABUPATEN MUNA: Association between Climate Variability and Malaria Incidence in Muna Regency

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 6 No. 4 (2026) · pp. 85–91

DOI
10.37887/jkl-uho.v6i4.112
ISSN
2723-5203
Published
2026-01-31
Publisher
Departemen Kesehatan Lingkungan
Language
eng

Abstract

Malaria merupakan penyakit berbasis vektor yang terus menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama pada negara yang beriklim tropis dan subtropis seperti Indonesia. Kabupaten Muna menjadi daerah Kabupaten yang selalu menempati urutaan pertama kasus malaria yang terjadi di Sulawesi Tenggara. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran dan terjadinya kasus malaria adalah faktor lingkungan (iklim). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara faktor iklim. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan menggunakan data agregat kasus malaria periode Januari tahun 2017- Desember tahun 2021. Data kasus malaria dperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah kasus sebanyak kasus sebanyak 1025 kasus. Sedangkan data tentang iklim diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Betoambari sebagai statasiun terdekat dengan lokasi penelitian. Analsisi statistik dengan uji korelasi speraman untuk mengetahui korelasi antara variabel iklim dan kejadian malaria. Hasil analisis diperoleh curah hujan dengan nialaai r=-0,033 dan p=0,604; kelembaban udara dengan nilai r=0,12 dan p= 0,925; dan suhu udara dengan nilai r = 0,612 dan p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa suhu lingkungan berkorelasi dan berhubungan secara signifikan dengan kejadian malaria sedangkan curah hujan dan kelembaban tidak terbukti secara signifikan berhubungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Muna.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 120 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Tribhuwana Tunggadewi
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo6
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo3
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Irma IrmaAffiliation unknown3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo2
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown2
Sartiah YusranAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputaAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo2
APRIANI APRIANIAffiliation unknown2
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown2
Agis Indri LestaryUniversitas Halu Oleo1
Irma IrmaUniversitas Halu Oleo1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Melisa MelisaAffiliation unknown1
Fifi Nirmala GAffiliation unknown1
Israwati WaelanAffiliation unknown1
Devi Safitri EffendyAffiliation unknown1
Wa Ija IjaAffiliation unknown1
Esri Wahyuni ArifAffiliation unknown1
Suhadi SuhadiAffiliation unknown1
Nur Hasanah SAffiliation unknown1
Endang EndangUniversitas Halu Oleo1
Rizki Eka Sakti Octaviani KAffiliation unknown1
Widya AstutiAffiliation unknown1
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo1
nuradinda lestariAffiliation unknown1
Vivi AnrianiAffiliation unknown1
Wahyuni WahyuniAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown1
Mira AsyatiAffiliation unknown1
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown1
Marchy Trinita MaslinAffiliation unknown1
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo1
Dewi AminahAffiliation unknown1
Albrina AlbrinaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KORELASI FAKTOR IKLIM DAN KEJADIAN MALARIA DI KABUPATEN MUNA : Association between Climate Variability and Malaria Incidence in Muna Regency</dc:title>
	<dc:creator>Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Masluhiya AF, Swaidatul</dc:creator>
	<dc:creator>Harleli, Harleli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">iklim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">korelasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">malaria</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Malaria merupakan penyakit berbasis vektor yang terus menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama pada negara yang beriklim tropis dan subtropis seperti Indonesia. Kabupaten Muna menjadi daerah Kabupaten yang selalu menempati urutaan pertama kasus malaria yang terjadi di Sulawesi Tenggara. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran dan terjadinya kasus malaria adalah faktor lingkungan (iklim). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara faktor iklim. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan menggunakan data agregat kasus malaria periode Januari tahun 2017- Desember tahun 2021. Data kasus malaria dperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah kasus sebanyak  kasus sebanyak 1025 kasus. Sedangkan data tentang iklim diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Betoambari sebagai statasiun terdekat dengan lokasi penelitian. Analsisi statistik dengan uji korelasi speraman untuk mengetahui korelasi antara variabel iklim dan kejadian malaria.  Hasil analisis diperoleh curah hujan dengan nialaai r=-0,033 dan p=0,604; kelembaban udara dengan nilai r=0,12 dan p= 0,925; dan suhu udara dengan nilai r = 0,612 dan p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa suhu lingkungan berkorelasi dan berhubungan secara signifikan dengan kejadian malaria sedangkan curah hujan dan kelembaban tidak terbukti secara signifikan berhubungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Muna.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Departemen Kesehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/112</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v6i4.112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo ; Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo (JKL-UHO); 85-91</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v6i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/112/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo </dc:rights>
</oai_dc:dc>