KUALITAS FISIK UDARA DALAM RUMAH HUNIAN DAN KELUHAN PERNAPASAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALEMBANG: Physical Quality of Indoor Air in Residential Houses and Respiratory Complaints in The Working Area of a Public Health Center in Palembang City
Kualitas udara dalam rumah dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap kesehatan penghuninya, terutama pada sistem pernapasan. Wilayah kerja Puskesmas Kertapati menjadi salah satu wilayah kerja puskesmas di Kota Palembang dengan kasus ISPA tertinggi selama 3 tahun terakhir, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 5517 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik udara dalam rumah hunian dan keluhan pernapasan pada penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kertapati, Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran parameter fisik udara dalam rumah hunian dan kuesioner terkait keluhan pernapasan serta perilaku penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan pernapasan kategori ringan (67,9%) kemudian diikuti oleh kategori sedang dan berat. Sebagian besar konsentrasi PM10 dalam rumah telah memenuhi syarat, sedangkan suhu, kelembaban, luas ventilasi, laju ventilasi dan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik responden, faktor lingkungan maupun perilaku penghuni yang berisiko dengan keluhan pernapasan. Kesimpulan penelitian ini ialah kualitas fisik udara dalam rumah hunian secara umum masih belum optimal meskipun mayoritas masyarakat mengalami keluhan pernapasan ringan.
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.