PEMETAAN PENYEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PADANG TAHUN 2025: Geospatial Analysis of Dengue Hemorrhagic Fever Distribution in Padang City (2025)
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang berkembang biak pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang buruk. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kasus DBD di Kota Padang serta menganalisis keterkaitannya dengan kepadatan penduduk dan kondisi lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2025. Analisis spasial dilakukan menggunakan metode scoring dan overlay melalui perangkat lunak GIS untuk menentukan tingkat kerawanan antar kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji memiliki tingkat kerawanan DBD yang tinggi, sementara Kecamatan Bungus dan Pauh tergolong wilayah dengan risiko rendah. Kondisi ini memperlihatkan adanya pengaruh signifikan dari faktor kepadatan penduduk serta buruknya sanitasi air bersih terhadap peningkatan kasus DBD di Kota Padang. Melalui hasil pemetaan spasial ini, dapat ditentukan wilayah-wilayah prioritas yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kerawanan antar kecamatan juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kecamatan dengan partisipasi masyarakat tinggi dalam menjaga kebersihan cenderung memiliki tingkat kasus yang lebih rendah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kejadian DBD di Kota Padang.
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Negeri Padang
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.