Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BUAH APEL YANG DIJUAL DI PASAR BUAH KOTA KENDARI: Analysis Of Formaldehyde Solution Content In Apples Sold At Fruit Markets In Kendari City

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 7 No. 1 (2026) · pp. 46–51

DOI
10.37887/jkl-uho.v7i1.157
ISSN
2723-5203
Published
2026-04-30
Publisher
Departemen Kesehatan Lingkungan
Language
eng

Abstract

Maraknya penggunaan bahan tambahan berbahaya pada pangan seperti formalin menjadi masalah serius dalam keamanan pangan, termasuk kemungkinan penggunaannya pada buah-buahan impor. Formalin merupakan larutan yang mengandung sekitar 37% formaldehida dalam air bersifat toksik, iritatif, dan karsinogenik sehingga dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Dalam pangan terutama buah, formaldehida dapat terbentuk secara alami dalam jumlah kecil, dan kadar di bawah ambang batas WHO sebesar 6–35 mg/kg masih dianggap aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan formalin serta tingkat konsentrasi formalin pada buah apel yang dijual di Pasar Buah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium, menggunakan metode uji kualitatif dengan larutan KMnO₄ untuk mendeteksi adanya formalin, dan apabila hasil positif dilanjutkan dengan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel penelitian diambil dari dua pasar buah utama di Kota Kendari, yaitu Pasar Buah Kalikadia dan Pasar Buah Tapak Kuda, dengan teknik total sampling terhadap seluruh pedagang apel yang berjualan di kedua pasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel buah apel tidak mengandung formalin (hasil uji kualitatif negatif) yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna ungu pada larutan KMnO₄ sehingga tidak dilakukan uji kuantitatif lanjutan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buah apel yang dijual di Pasar Buah Kota Kendari aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena tidak mengandung bahan pengawet berbahaya yang dilarang menurut Permenkes RI No. 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 276 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo8
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo8
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo7
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo6
Irma IrmaAffiliation unknown5
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo5
Farit RezalAffiliation unknown4
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo4
Suhadi SuhadiAffiliation unknown4
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo4
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo3
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo3
Riska JalilAffiliation unknown3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo3
Fifi Nirmala GAffiliation unknown3
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
Putu Eka Meiyana ErawanUniversitas Halu Oleo2
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo2
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo2
Rastika Dwiyanti LiaranAffiliation unknown2
Sartiah YusranAffiliation unknown2
Fikki PrasetyaAffiliation unknown2
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo2
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo2
Eva HerikUniversitas Halu Oleo2
Linda FajriahAffiliation unknown2
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Lymbran TinaAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Iksan AriansyahUniversitas Halu Oleo1
Fadilah SahdaUniversitas Halu Oleo1
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo1
Talita Putri SyairaUniversitas Halu Oleo1
Dian EkayantiUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BUAH APEL YANG DIJUAL DI PASAR BUAH KOTA KENDARI: Analysis Of Formaldehyde Solution Content In Apples Sold At Fruit Markets In Kendari City</dc:title>
	<dc:creator>Jumiati, Jumiati</dc:creator>
	<dc:creator>Yasnani, Yasnani</dc:creator>
	<dc:creator>Akifah, Akifah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buah Apel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formalin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keamanan Pangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Maraknya penggunaan bahan tambahan berbahaya pada pangan seperti formalin menjadi masalah serius dalam keamanan pangan, termasuk kemungkinan penggunaannya pada buah-buahan impor. Formalin merupakan larutan yang mengandung sekitar 37% formaldehida dalam air bersifat toksik, iritatif, dan karsinogenik sehingga dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan.  Dalam pangan terutama buah, formaldehida dapat terbentuk secara alami dalam jumlah kecil, dan kadar di bawah ambang batas WHO sebesar 6–35 mg/kg masih dianggap aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan formalin serta tingkat konsentrasi formalin pada buah apel yang dijual di Pasar Buah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium, menggunakan metode uji kualitatif dengan larutan KMnO₄ untuk mendeteksi adanya formalin, dan apabila hasil positif dilanjutkan dengan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel penelitian diambil dari dua pasar buah utama di Kota Kendari, yaitu Pasar Buah Kalikadia dan Pasar Buah Tapak Kuda, dengan teknik total sampling terhadap seluruh pedagang apel yang berjualan di kedua pasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel buah apel tidak mengandung formalin (hasil uji kualitatif negatif) yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna ungu pada larutan KMnO₄ sehingga tidak dilakukan uji kuantitatif lanjutan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buah apel yang dijual di Pasar Buah Kota Kendari aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena tidak mengandung bahan pengawet berbahaya yang dilarang menurut Permenkes RI No. 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Departemen Kesehatan Lingkungan</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v7i1.157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo ; Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo (JKL-UHO); 46-51</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jkl-fkm.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/157/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo </dc:rights>
</oai_dc:dc>