ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA IKAN NILA DI PERAIRAN MOROSI KABUPATEN KONAWE: Analysis of Mercury (Hg) Concentrations in Nile Tilapia from Morosi Waters, Konawe Regency
Pencemaran logam berat merkuri (Hg) di perairan menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memengaruhi kualitas ekosistem akuatik serta keamanan pangan, karena merkuri bersifat toksik, persisten, dan mampu terakumulasi pada organisme perairan, termasuk ikan nila (Oreochromis niloticus) yang banyak dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi logam berat merkuri (Hg) pada ikan nila di Perairan Morosi Kabupaten Konawe. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada dua stasiun di Perairan Morosi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kadar merkuri dilakukan di laboratorium menggunakan metode Cold Vapor Atomic Absorption Spectrophotometry (CV-AAS) sesuai SNI 2354.6:2016, kemudian hasilnya dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat pada ikan berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar merkuri pada ikan nila di Stasiun 1 sebesar 0,0021 mg/kg, sedangkan pada Stasiun 2 sebesar 0,000971 mg/kg. Kedua nilai tersebut masih berada di bawah batas maksimum cemaran merkuri pada ikan sebesar 0,5 mg/kg, sehingga seluruh sampel memenuhi persyaratan keamanan pangan. Perbedaan kadar merkuri antarstasiun diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sumber pencemar di sekitar lokasi penelitian. Disimpulkan bahwa ikan nila yang berasal dari Perairan Morosi Kabupaten Konawe masih tergolong aman untuk dikonsumsi berdasarkan kadar merkuri yang terukur. Meskipun demikian, pemantauan kualitas perairan dan kandungan logam berat pada biota perairan perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah peningkatan pencemaran serta menjaga keamanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.