Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ERA MEDIA SOSIAL DAN BUDAYA POP

De Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika · Vol. 1 No. 1 (2018) · pp. 1–12

DOI
10.36277/defermat.v1i1.9
ISSN
2621-7309, 2621-6078
Published
2018-06-29
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng

Abstract

Memang matematika sampai saat ini masih tetap menjadi materi sulit bagi sebagian siswa. Matematika dalam pembelajaran masih memiliki jurang pemisah dalam kehidupan masyarakat. Berbagai strategi pembelajaran digunakan untuk membantu mempermudah pemahaman matematika. Budaya Pop yang ada dan digandrungi oleh siswa, bisa menjadi potensi yang bagus guna membuat matematika lebih indah dan asyik untuk dipelajari. Selain itu banyak penemuan baru di era digital mulai dari aplikasi rumus, aplikasi semacam geogebra, mathlab, matchad, photomath dll. Bagaimana pembelajaran matematika berkembang sampai saat ini. Perkembangan teknologi informasi yang pesat juga merubah polah hidup masyarakat, hubungan kerja hingga menginfiltrasi terhadap pendidikan bahkan sampai pembelajaran. Terebih munculnya media sosial (whatssap, twitter, facebook, line, youtube dll) yang bergandengan dengan budaya pop akan memberikan lompatan jauh dalam evolusi pembelajaran matematika. Tentu dulu bagi guru belum terpikirkan bagaiman menggandeng budaya pop untuk pembelajaran. Karena keduanya merupakan hasil dari kebudayaan berbeda. Tentu tulisan ini akan menguraikan bagaimana hubungan media sosial, budaya pop dan pembelajaran matematika.

Keywords

Collaboration network of the authors

No co-authors found in Melola yet.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ERA  MEDIA SOSIAL DAN BUDAYA POP</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">hidayatullah, achmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pembelajaran, Media Sosial dan Pop Culture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Memang matematika sampai saat ini masih tetap menjadi materi sulit bagi sebagian siswa. Matematika dalam pembelajaran masih memiliki&amp;nbsp; jurang pemisah dalam kehidupan masyarakat. Berbagai strategi pembelajaran digunakan untuk membantu mempermudah pemahaman matematika. Budaya Pop yang ada dan digandrungi oleh siswa, bisa menjadi potensi yang bagus guna membuat matematika lebih indah dan asyik untuk dipelajari. Selain itu banyak penemuan baru di era digital mulai dari aplikasi rumus, aplikasi semacam geogebra, mathlab, matchad, photomath dll. Bagaimana pembelajaran matematika berkembang sampai saat ini. Perkembangan teknologi informasi yang pesat juga merubah polah hidup masyarakat, hubungan kerja hingga menginfiltrasi terhadap pendidikan bahkan sampai pembelajaran. Terebih munculnya media sosial (whatssap, twitter, facebook, line, youtube&amp;nbsp; dll) yang bergandengan dengan budaya pop akan memberikan lompatan jauh dalam evolusi pembelajaran matematika. Tentu dulu bagi guru belum terpikirkan bagaiman menggandeng budaya pop untuk pembelajaran. Karena keduanya merupakan hasil dari kebudayaan berbeda. Tentu tulisan ini akan menguraikan bagaimana hubungan media sosial, budaya pop dan pembelajaran matematika.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36277/defermat.v1i1.9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika; Vol. 1 No. 1 (2018); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2621-7309</dc:source>
	<dc:source>2621-6078</dc:source>
	<dc:source>10.36277/defermat.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/9/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>