Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

FREE LEARNING IN LEARNING CALCULUS BASED ON PROBLEM POSING AND PROBLEM-SOLVING

MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KALKULUS BERBASIS PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH

De Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika · Vol. 3 No. 2 (2021) · pp. 1–9

ISSN
2621-7309, 2621-6078
Published
2021-06-30
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng

Abstract

English

The independent learning program focuses on how learning is free to innovate and improve literacy and numeracy skills. Both of these capabilities are still low in Indonesia. Literacy and numeracy skills are increasingly important in a digital environment, but it is challenging to develop approaches to learning a subject, for example, in calculus learning which is often considered rigid and traditional learning. This needs to be renewed using the concept of freedom of learning based on problem-posing and problem-solving. Calculus learning by involving both of these approaches will create democratic learning because the characteristic of this learning gives sovereignty to students to be independent in learning. Thus, students are free to think critically and creatively in finding information sources digitally and non-digitally as well as expressing their ideas on mathematical problems that exist in real life. Digital literacy and numeracy abilities of students will be formed, and the result of students will have four soft skills, namely, creativity, critical thinking, communication, and collaboration.

Bahasa Indonesia

Program merdeka belajar berfokus kepada bagaimana pembelajaran yang bebas untuk berinovasi serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Kedua kemampuan ini masih rendah di Indonesia. Kemampuan literasi dan numerasi semakin penting artinya dalam lingkungan digital, namun sulit dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran suatu mata kuliah, sebagai contoh, dalam pembelajaran kalkulus yang sering dianggap pembelajaran yang kaku dan tradisional. Hal ini perlu diperbaharui kembali dengan menggunakan konsep merdeka belajar berbasis pengajuan masalah (problem-posing) dan pemecahan masalah (problem-solving). Pembelajaran kalkulus dengan melibatkan kedua pendekatan ini akan menciptakan pembelajaran yang demokratis, karena ciri dari pembelajaran ini memberi kedaulatan pada mahasiswa untuk mandiri dalam belajar. Dengan demikian, mahasiswa bebas untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mencari sumber informasi secara digital maupun non digital serta menuangkan ide atau gagasannya terhadap permasalahan matematis yang terdapat dalam kehidupan nyata. Kemampuan literasi dan numerasi digital mahasiswa akan terbentuk dan hasil akhirnya mahasiswa akan memiliki empat soft skills yakni, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.

Keywords

Collaboration network of the authors

7 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ana SetianiUniversitas Muhammadiyah Sukabumi2
Savitri Septiara PratiwiUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1
Sindi Maharani MaujiAffiliation unknown1
Yanti MulyantiUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1
Siti Fitriyani SartikaUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FREE LEARNING IN LEARNING CALCULUS BASED ON PROBLEM POSING AND PROBLEM-SOLVING</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KALKULUS BERBASIS PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Nurcahyono, Novi Andri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sani, Sumiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Merdeka Belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pembelajaran Kalkulus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Problem-Posing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Problem-Solving</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Free Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Calculus Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Problem-Posing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Problem-Solving</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The independent learning program focuses on how learning is free to innovate and improve literacy and numeracy skills. Both of these capabilities are still low in Indonesia. Literacy and numeracy skills are increasingly important in a digital environment, but it is challenging to develop approaches to learning a subject, for example, in calculus learning which is often considered rigid and traditional learning. This needs to be renewed using the concept of freedom of learning based on problem-posing and problem-solving. Calculus learning by involving both of these approaches will create democratic learning because the characteristic of this learning gives sovereignty to students to be independent in learning. Thus, students are free to think critically and creatively in finding information sources digitally and non-digitally as well as expressing their ideas on mathematical problems that exist in real life. Digital literacy and numeracy abilities of students will be formed, and the result of students will have four soft skills, namely, creativity, critical thinking, communication, and collaboration.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Program merdeka belajar berfokus kepada bagaimana pembelajaran yang bebas untuk berinovasi serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Kedua kemampuan ini masih rendah di Indonesia. Kemampuan literasi dan numerasi semakin penting artinya dalam lingkungan digital, namun sulit dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran suatu mata kuliah, sebagai contoh, dalam pembelajaran kalkulus yang sering dianggap pembelajaran yang kaku dan tradisional. Hal ini perlu diperbaharui kembali dengan menggunakan konsep merdeka belajar berbasis pengajuan masalah (problem-posing) dan pemecahan masalah (problem-solving). Pembelajaran kalkulus dengan melibatkan kedua pendekatan ini akan menciptakan pembelajaran yang demokratis, karena ciri dari pembelajaran ini memberi kedaulatan pada mahasiswa untuk mandiri dalam belajar. Dengan demikian, mahasiswa bebas untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mencari sumber informasi secara digital maupun non digital serta menuangkan ide atau gagasannya terhadap permasalahan matematis yang terdapat dalam kehidupan nyata. Kemampuan literasi dan numerasi digital mahasiswa akan terbentuk dan hasil akhirnya mahasiswa akan memiliki empat soft skills yakni, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika; Vol. 3 No. 2 (2020); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2621-7309</dc:source>
	<dc:source>2621-6078</dc:source>
	<dc:source>10.36277/defermat.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/77/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>