Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
This study aims to provide an overview of how to applying high school mathematics learning in the Merdeka Learning Curriculum in Bontang. The research method used in this study uses a qualitative descriptive method by collecting data through a questionnaire to obtain phenomena that occur regarding implementing the independent learning curriculum in high school mathematics learning. The number of subjects is 20 teachers from high schools in Bontang who have filled out a questionnaire. From the results of the observation about the application of vocational learning mathematics to the Free Learning Curriculum, there are still problems; for example, students' perceptions of mathematics are difficult, the learning media used by teachers is less interactive, teachers do not master technological developments, supporting facilities in learning mathematics are inadequate. It was concluded that implementing the Merdeka Learning curriculum in vocational mathematics learning requires more teacher innovation and creativity in designing models and media for learning mathematics that are more interactive so that students can easily understand and be given various questions to solve them
Bahasa Indonesia
Penelitian ini memiliki tujuan memberikan gambaran bagaimana penerapan pembelajaran matematika SMA pada Kurikulum Merdeka Belajar di Bontang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data melalui angket untuk mendapatkan fenomena yang terjadi tentang penerapan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran matematika SMA. Jumlah subjek ada 20 guru yang berasal dari SMA yang ada di Bontang yang telah mengisi kuesioner. Dari hasil observasi tentang penerapan pembelajaran matematika SMA pada Kurikulum Merdeka Belajar masih menemui permasalahan contohnya anggapan peserta didik mengenai matematika itu sulit, media pembelajaran yang digunakan guru kurang interaktif, guru kurang menguasai perkembangan ilmu teknologi, fasilitas pendukung dalam pembelajaran matematika kurang memadai. Diperoleh kesimpulan bahwa penerapan kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran matematika SMA perlu adanya peningkatan dalam inovasi dan kekreatifan guru dalam merancang model dan media pembelajaran matematika yang lebih interaktif sehingga peserta didik mudah untuk memahaminya, serta pemberian soal yang bervariasi dalam menyelesaikannya
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.