Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara Mathematics self-concept (MSC) dan literasi matematika siswa, dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), yang didasarkan pada pedoman PRISMA. Sebuah systematic literature review dilakukan terhadap 15 artikel pilihan dari jurnal nasional terakreditasi (Sinta 1–3) dan jurnal internasional (Scopus Q1–Q4) yang diterbitkan dari tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara literasi matematika dan Mathematics self-concept. Peserta didik yang percaya diri cenderung menunjukkan kemampuan literasi matematika yang lebih baik, terutama dalam hal penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berbasis konteks. Pembelajaran berbasis proyek, metode inkuiri, penggunaan teknologi digital, dan lingkungan belajar yang mendukung meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan siswa. Sebaliknya, faktor penghambat utama adalah pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, kecemasan matematika, dan kurangnya umpan balik konstruktif. Mathematics self-concept juga berfungsi sebagai mediator yang mempengaruhi keinginan siswa untuk belajar, keberhasilan akademik, dan ketahanan mereka dalam menyelesaikan tugas matematika. Hasil ini menunjukkan bahwa elemen afektif sangat penting dalam pembelajaran matematika. Selain itu, perlu ada pendekatan pendidikan yang menekankan penguasaan kognitif serta menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan psikologis siswa untuk berpikir matematis.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara Mathematics self-concept (MSC) dan literasi matematika siswa, dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), yang didasarkan pada pedoman PRISMA. Sebuah systematic literature review dilakukan terhadap 15 artikel pilihan dari jurnal nasional terakreditasi (Sinta 1–3) dan jurnal internasional (Scopus Q1–Q4) yang diterbitkan dari tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara literasi matematika dan Mathematics self-concept. Peserta didik yang percaya diri cenderung menunjukkan kemampuan literasi matematika yang lebih baik, terutama dalam hal penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berbasis konteks. Pembelajaran berbasis proyek, metode inkuiri, penggunaan teknologi digital, dan lingkungan belajar yang mendukung meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan siswa. Sebaliknya, faktor penghambat utama adalah pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, kecemasan matematika, dan kurangnya umpan balik konstruktif. Mathematics self-concept juga berfungsi sebagai mediator yang mempengaruhi keinginan siswa untuk belajar, keberhasilan akademik, dan ketahanan mereka dalam menyelesaikan tugas matematika. Hasil ini menunjukkan bahwa elemen afektif sangat penting dalam pembelajaran matematika. Selain itu, perlu ada pendekatan pendidikan yang menekankan penguasaan kognitif serta menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan psikologis siswa untuk berpikir matematis Kata kunci: Literasi Matematika, Mathematics self-concept, Pembelajaran Matematika, Systematic Literature Review, PRISMA.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.