Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi menggunakan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu kelas mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang sedang menempuh mata kuliah Riset Operasi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, wawancara dan observasi selama proses pembelajaran dan ujian berlangsung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat tipe mahasiswa berdasarkan tahapan pemecahan masalah yang berhasil dicapai. Sebanyak 37% mahasiswa mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah mulai dari identifikasi masalah, formulasi model, penyelesaian model, hingga interpretasi hasil. Sebanyak 37% mahasiswa hanya sampai pada tahap penyelesaian model, sedangkan 14% mahasiswa hanya mampu merumuskan model matematika tanpa melanjutkan ke tahap penyelesaian, dan 12% mahasiswa tidak memberikan jawaban sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan tersebut menunjukkan variasi aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang berperan dalam fungsi kognitif, atensi, serta regulasi emosi. Temuan ini menegaskan bahwa tahapan pemecahan masalah matematis sangat erat kaitannya dengan aktivitas neural dan proses kognitif, sehingga penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kemampuan analitis, mengurangi kecemasan belajar, serta memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks secara sistematis
Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi dengan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi terhadap satu kelas mahasiswa Pendidikan Matematika yang menempuh mata kuliah Riset Operasi yang berjumlah 35 orang. Hasil menunjukkan empat kasus jawaban mahasiswa yaitu 37% mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah, 37% berhenti pada tahap penyelesaian model, 14% hanya sampai merumuskan model matematika, dan 12% tidak menjawab sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan ini terkait aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang memengaruhi kemampuan kognitif dan regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi untuk mengoptimalkan fungsi otak, meningkatkan kemampuan analitis, dan menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks. Kata kunci: pemecahan masalah, neurosains, riset operasi.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.