Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM MATA KULIAH RISET OPERASI DITINJAU DARI PENDEKATAN NEUROSAINS

De Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 580–591

DOI
10.36277/defermat.v8i2.2342
ISSN
2621-7309, 2621-6078
Published
2025-12-25
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng

Abstract

English

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi menggunakan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu kelas mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang sedang menempuh mata kuliah Riset Operasi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, wawancara dan observasi selama proses pembelajaran dan ujian berlangsung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat tipe mahasiswa berdasarkan tahapan pemecahan masalah yang berhasil dicapai. Sebanyak 37% mahasiswa mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah mulai dari identifikasi masalah, formulasi model, penyelesaian model, hingga interpretasi hasil. Sebanyak 37% mahasiswa hanya sampai pada tahap penyelesaian model, sedangkan 14% mahasiswa hanya mampu merumuskan model matematika tanpa melanjutkan ke tahap penyelesaian, dan 12% mahasiswa tidak memberikan jawaban sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan tersebut menunjukkan variasi aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang berperan dalam fungsi kognitif, atensi, serta regulasi emosi. Temuan ini menegaskan bahwa tahapan pemecahan masalah matematis sangat erat kaitannya dengan aktivitas neural dan proses kognitif, sehingga penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kemampuan analitis, mengurangi kecemasan belajar, serta memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks secara sistematis

Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi dengan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi terhadap satu kelas mahasiswa Pendidikan Matematika yang menempuh mata kuliah Riset Operasi yang berjumlah 35 orang. Hasil menunjukkan empat kasus jawaban mahasiswa yaitu 37% mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah, 37% berhenti pada tahap penyelesaian model, 14% hanya sampai merumuskan model matematika, dan 12% tidak menjawab sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan ini terkait aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang memengaruhi kemampuan kognitif dan regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi untuk mengoptimalkan fungsi otak, meningkatkan kemampuan analitis, dan menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks. Kata kunci: pemecahan masalah, neurosains, riset operasi.

Keywords

Collaboration network of the authors

4 authors · 4 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Negeri Padang
  • Universitas Adzkia
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suci WulandariUniversitas Adzkia1
Widdya RahmalinaUniversitas Adzkia1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM MATA KULIAH RISET OPERASI DITINJAU DARI PENDEKATAN NEUROSAINS</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM MATA KULIAH RISET OPERASI DITINJAU DARI PENDEKATAN NEUROSAINS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Madri, Padma Mike Putri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Martin, Sri Novia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">pemecahan masalah, neurosains, riset operasi.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pemecahan masalah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">neurosains</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> riset operasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi menggunakan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu kelas mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang sedang menempuh mata kuliah Riset Operasi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, wawancara dan observasi selama proses pembelajaran dan ujian berlangsung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat tipe mahasiswa berdasarkan tahapan pemecahan masalah yang berhasil dicapai. Sebanyak 37% mahasiswa mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah mulai dari identifikasi masalah, formulasi model, penyelesaian model, hingga interpretasi hasil. Sebanyak 37% mahasiswa hanya sampai pada tahap penyelesaian model, sedangkan 14% mahasiswa hanya mampu merumuskan model matematika tanpa melanjutkan ke tahap penyelesaian, dan 12% mahasiswa tidak memberikan jawaban sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan tersebut menunjukkan variasi aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang berperan dalam fungsi kognitif, atensi, serta regulasi emosi. Temuan ini menegaskan bahwa tahapan pemecahan masalah matematis sangat erat kaitannya dengan aktivitas neural dan proses kognitif, sehingga penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kemampuan analitis, mengurangi kecemasan belajar, serta memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks secara sistematis</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal riset operasi dengan metode simpleks berdasarkan pendekatan neurosains. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi terhadap satu kelas mahasiswa Pendidikan Matematika yang menempuh mata kuliah Riset Operasi yang berjumlah 35 orang. Hasil menunjukkan empat kasus jawaban mahasiswa yaitu 37% mampu menyelesaikan seluruh tahapan pemecahan masalah, 37% berhenti pada tahap penyelesaian model, 14% hanya sampai merumuskan model matematika, dan 12% tidak menjawab sama sekali. Berdasarkan perspektif neurosains, perbedaan ini terkait aktivitas pada area prefrontal cortex, hippocampus, dan amygdala yang memengaruhi kemampuan kognitif dan regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran riset operasi untuk mengoptimalkan fungsi otak, meningkatkan kemampuan analitis, dan menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kompleks.
Kata kunci: pemecahan masalah, neurosains, riset operasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2342</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36277/defermat.v8i2.2342</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika; Vol. 8 No. 2 (2025); 580-591</dc:source>
	<dc:source>2621-7309</dc:source>
	<dc:source>2621-6078</dc:source>
	<dc:source>10.36277/defermat.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2342/167</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>