Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
Penelitian ini dilatar belakangi kesulitan belajar siswa dalam belajar matematika di kelas IV SD Negeri 014 Segati. Solusi untuk mengatasi masalah ini dengan mengetahui tantangan belajar yang mempelajari wawasan dalam belajar berhitung, mereka dapat mengurangi kesulitan belajar matematika dengan melaksanakan tindakan yang dilakukan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar matematika materi pecahan pada kelas IV SD Negeri 014 Segati. Mengetahui upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika materi pecahan pada kelas IV SD Negeri 014 Segati. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan waktu penelitian dilaksanakan bulan Maret 2024. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 11 orang, dengan jumlah laki-laki 3 orang dan siswa perempuan berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes, les, wawancara, observasi, dokumentasi dan pencatatan lapangan. Faktor kesulitan belajar pada siswa belajar diatas ialah terlihat pada faktor intelektual 33%Kategori rendah, Sikap siswa dengan persentase 88% kategori sangat tinggi, motivasi dengan persentase 46% dengan kategori tinggi. Rasa percaya diri siswa memiliki persentase 40% termasuk kategori sedang. Minat siswa dalam pembelajaran 44% dengan kategori sedang. Faktor lingkungan keluarga siswa dengan persentase 80% yaitu kategori tinggi. Faktor lingkungan sekolah terdapat persentase 31% dengan kategori rendah. Dan faktor lingkungan sekolah 10% dengan persentase sangat rendah. Maka, dapat disimpulkan bahwa faktor kesulitan belajar siswa kelas IV pada materi pecahan terdapat dua faktor, yaitu faktor eksternal yang terdiri dari intelektual, rasa percaya diri, dan minat siswa. Sedangkan, Faktor internal dipengaruhi oleh faktor sekolah (guru) dan faktor lingkungan sekolah.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini dilatar belakangi kesulitan belajar siswa dalam belajar matematika di kelas IV SD Negeri 014 Segati. Solusi untuk mengatasi masalah ini dengan mengetahui tantangan belajar yang mempelajari wawasan dalam belajar berhitung, mereka dapat mengurangi kesulitan belajar matematika dengan melaksanakan tindakan yang dilakukan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar matematika materi pecahan pada kelas IV SD Negeri 014 Segati. Mengetahui upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika materi pecahan pada kelas IV SD Negeri 014 Segati. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan waktu penelitian dilaksanakan bulan Maret 2024. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 11 orang, dengan jumlah laki-laki 3 orang dan siswa perempuan berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes, les, wawancara, observasi,dokumentasi dan pencatatan lapangan. Faktor kesulitan belajar pada siswa belajar diatas ialah terlihat pada faktor intelektual 33%Kategori rendah, Sikap siswa dengan persentase 88% kategori sangat tinggi, motivasi dengan persentase 46% dengan kategori tinggi. Rasa percaya diri siswa memiliki persentase 40% termasuk kategori sedang. Minat siswa dalam pembelajaran 44% dengan kategori sedang.Faktor lingkungan keluarga siswa dengan persentase 80% yaitu kategori tinggi. Faktor lingkungan sekolah terdapat persentase 31% dengan kategori rendah. Dan faktor lingkungan sekolah 10% dengan persentase sangat rendah. Maka, dapat disimpulkan bahwa faktor kesulitan belajar siswa kelas IV pada materi pecahan terdapat dua faktor, yaitu faktor eksternal yang terdiri dari intelektual, rasa percaya diri, dan minat siswa. Sedangkan, Faktor internal dipengaruhi oleh faktor sekolah (guru) dan faktor lingkungan sekolah.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.