Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

PERAN PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA SEBAGAI FONDASI KEBENARAN DAN KEPASTIAN ILMIAH

De Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 889–896

DOI
10.36277/defermat.v8i2.2389
ISSN
2621-7309, 2621-6078
Published
2025-12-25
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng

Abstract

English

Artikel ini mengkaji peran pembuktian dalam matematika sebagai fondasi kebenaran dan kepastian ilmiah melalui metode library research, yang melibatkan tinjauan mendalam terhadap literatur akademik dari berbagai sumber seperti jurnal filsafat matematika, hasil penelitian sebelumnya, dan artikel ilmiah terkini. Penelitian ini menganalisis bagaimana pembuktian matematika, dengan logika deduktifnya yang ketat, mampu menghasilkan kebenaran yang absolut dan tak tergantikan, berbeda dari pendekatan empiris di ilmu-ilmu lain yang sering kali bersifat probabilistik. Melalui contoh-contoh seperti teorema pythagoras atau bukti keberadaan bilangan prima tak terbatas, artikel ini menguraikan bagaimana pembuktian matematika menjadi model bagi pencarian kebenaran di bidang lain, seperti fisika dan ilmu komputer. Temuan utama menunjukkan bahwa dalam era digital saat ini, di mana data besar dan algoritma mendominasi, pembuktian matematika tetap relevan untuk memvalidasi kebenaran, mencegah kesalahan logis, dan memperkuat fondasi pengetahuan manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pembuktian sebagai alat kritis untuk menghadapi keraguan, sekaligus menginspirasi integrasi antara matematika dan disiplin ilmu lainnya.

Bahasa Indonesia

Artikel ini mengkaji peran pembuktian dalam matematika sebagai fondasi kebenaran dan kepastian ilmiah melalui metode library research, yang melibatkan tinjauan mendalam terhadap literatur akademik dari berbagai sumber seperti jurnal filsafat matematika, hasil penelitian sebelumnya, dan artikel ilmiah terkini. Penelitian ini menganalisis bagaimana pembuktian matematika, dengan logika deduktifnya yang ketat, mampu menghasilkan kebenaran yang absolut dan tak tergantikan, berbeda dari pendekatan empiris di ilmu-ilmu lain yang sering kali bersifat probabilistik. Melalui contoh-contoh seperti teorema pythagoras atau bukti keberadaan bilangan prima tak terbatas, artikel ini menguraikan bagaimana pembuktian matematika menjadi model bagi pencarian kebenaran di bidang lain, seperti fisika dan ilmu komputer. Temuan utama menunjukkan bahwa dalam era digital saat ini, di mana data besar dan algoritma mendominasi, pembuktian matematika tetap relevan untuk memvalidasi kebenaran, mencegah kesalahan logis, dan memperkuat fondasi pengetahuan manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pembuktian sebagai alat kritis untuk menghadapi keraguan, sekaligus menginspirasi integrasi antara matematika dan disiplin ilmu lainnya.

Keywords

Collaboration network of the authors

17 authors · 51 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sultan Ageng Tirtayasa University
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Deby NovianiUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Anisa AnisaSultan Ageng Tirtayasa University1
Winda Rahayu FitrianiUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Cinta MellindaUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Feni JuniatiUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Ana Wahyu AmaliaUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Tarisya AnggrainiUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Wizen PahiraUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Rizki DesyantiUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1
Mela Naitul KannaUniversitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERAN PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA SEBAGAI FONDASI KEBENARAN DAN KEPASTIAN ILMIAH</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">PERAN PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA SEBAGAI FONDASI KEBENARAN DAN KEPASTIAN ILMIAH</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Septhaliva, Rahsinta Inayah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Angita, Angita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gushalimah, Sella</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putri, Fefi Mareta</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rullah, Nabil</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Subarkah, Ferdi Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Afgani, Muhammad Win</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">kebenaran, kepastian ilmiah, pembuktian matematika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kebenaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kepastian ilmiah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pembuktian matematika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Artikel ini mengkaji peran pembuktian dalam matematika sebagai fondasi kebenaran dan kepastian ilmiah melalui metode library research, yang melibatkan tinjauan mendalam terhadap literatur akademik dari berbagai sumber seperti jurnal filsafat matematika, hasil penelitian sebelumnya, dan artikel ilmiah terkini. Penelitian ini menganalisis bagaimana pembuktian matematika, dengan logika deduktifnya yang ketat, mampu menghasilkan kebenaran yang absolut dan tak tergantikan, berbeda dari pendekatan empiris di ilmu-ilmu lain yang sering kali bersifat probabilistik. Melalui contoh-contoh seperti teorema pythagoras atau bukti keberadaan bilangan prima tak terbatas, artikel ini menguraikan bagaimana pembuktian matematika menjadi model bagi pencarian kebenaran di bidang lain, seperti fisika dan ilmu komputer. Temuan utama menunjukkan bahwa dalam era digital saat ini, di mana data besar dan algoritma mendominasi, pembuktian matematika tetap relevan untuk memvalidasi kebenaran, mencegah kesalahan logis, dan memperkuat fondasi pengetahuan manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pembuktian sebagai alat kritis untuk menghadapi keraguan, sekaligus menginspirasi integrasi antara matematika dan disiplin ilmu lainnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Artikel ini mengkaji peran pembuktian dalam matematika sebagai fondasi kebenaran dan kepastian ilmiah melalui metode library research, yang melibatkan tinjauan mendalam terhadap literatur akademik dari berbagai sumber seperti jurnal filsafat matematika, hasil penelitian sebelumnya, dan artikel ilmiah terkini. Penelitian ini menganalisis bagaimana pembuktian matematika, dengan logika deduktifnya yang ketat, mampu menghasilkan kebenaran yang absolut dan tak tergantikan, berbeda dari pendekatan empiris di ilmu-ilmu lain yang sering kali bersifat probabilistik. Melalui contoh-contoh seperti teorema pythagoras atau bukti keberadaan bilangan prima tak terbatas, artikel ini menguraikan bagaimana pembuktian matematika menjadi model bagi pencarian kebenaran di bidang lain, seperti fisika dan ilmu komputer. Temuan utama menunjukkan bahwa dalam era digital saat ini, di mana data besar dan algoritma mendominasi, pembuktian matematika tetap relevan untuk memvalidasi kebenaran, mencegah kesalahan logis, dan memperkuat fondasi pengetahuan manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pembuktian sebagai alat kritis untuk menghadapi keraguan, sekaligus menginspirasi integrasi antara matematika dan disiplin ilmu lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36277/defermat.v8i2.2389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika; Vol. 8 No. 2 (2025); 889-896</dc:source>
	<dc:source>2621-7309</dc:source>
	<dc:source>2621-6078</dc:source>
	<dc:source>10.36277/defermat.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2389/194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>