Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
This study aims to uncover the concept of ethnomathematics in the practice of distance and time estimation in the fishing activities of Bugis fishermen on the coast of Cempae, Parepare City. The study used a qualitative approach with ethnographic methods. Data were obtained through participatory observation and in-depth interviews with three informants, then analyzed using the Spradley model which includes domain analysis, taxonomy, components, and cultural themes. The results show that fishermen utilize local knowledge in determining direction, distance, and time through natural signs such as islands, seabirds, water color, and the position of the sun (lettu esso ri ulunna). Four main domains were found, namely determining position using islands and seabirds as directional references, determining distance based on fishing experience, determining time through the position of the sun and weather conditions, and observing marine environmental conditions through water color and ocean currents. These four domains are interrelated in supporting fishermen's fishing activities. The cultural theme reveals the integration of local knowledge with mathematical concepts through measuring, counting, locating, and designing activities. The estimation carried out by fishermen remains relevant because it is contextual and adaptive.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep etnomatematika dalam praktik estimasi jarak dan waktu pada aktivitas melaut nelayan Bugis di pesisir Cempae, Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tiga informan, kemudian dianalisis menggunakan model Spradley yang meliputi domain analisis, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan memanfaatkan pengetahuan lokal dalam menentukan arah, jarak, dan waktu melalui tanda-tanda alam seperti pulau, burung laut, warna udara, dan posisi matahari (lettu esso ri ulunna). Ditemukan empat domain utama, yaitu penentuan posisi, jarak, waktu, dan kondisi lingkungan. Analisis menunjukkan hubungan antar kategori yang saling melengkapi dalam aktivitas melaut nelayan. Tema budaya mengungkap integrasi pengetahuan lokal dengan konsep matematika melalui aktivitas pengukuran, penghitungan, penempatan, dan perancangan. Estimasi yang dilakukan nelayan tetap relevan karena bersifat kontekstual dan adaptif.
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Institut Agama Islam Negeri Parepare
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.