Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
The advancement of electronic systems necessitates modernization in mathematics learning to render it increasingly collaborative and aligned with scholars’ requirements. In execution, learning regarding the material of similarity and congruence at the junior high school tier continues encountering numerous obstacles, especially concerning pupils’ restricted theoretical grasp and the inefficient utilization of electronic learning media. This study aims to develop an e-module based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach on similarity and congruence material that meets validity criteria as a learning resource. This investigation utilized a Research and Development (R&D) strategy employing the 4D framework, which was performed until the define, design, and develop phases. Evidence was gathered through verification forms finalized by media specialists and material authorities. The findings demonstrated that the e-module achieved a mean rating of 3.88 from media experts and 3.69 from material experts using a 1-4 scale, with an overall mean score of 3.78, which was categorized as highly valid. These outcomes signify that the produced e-module satisfies the viability benchmarks for application in learning. The produced e-module is anticipated to assist pupils in comprehending principles via dynamic learning exercises unified with the societal background of Nyadran. Subsequent exploration is advocated to scrutinize the usability and efficacy of the e-module within class execution.
Bahasa Indonesia
Transformasi digital technology menghendaki adanya inovasi pada pembelajaran matematika supaya kian interactive serta relevan dengan kebutuhan peserta didik. Pada kenyataannya, pembelajaran materi kesebangunan dan kekongruenan di tingkat SMP masih menunjukkan kendala, khususnya dalam hal pemahaman konsep yang belum optimal serta pemanfaatan media digital yang masih terbatas. Riset ini berorientasi guna mengonstruksi modul elektronik menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap materi kesebangunan serta kekongruenan yang menerapkan kriteria validity sebagai sumber edukasi terhadap materi kesebangunan serta kekongruenan. Analisis tersebut mengaplikasikan prosedur Research and Development dengan model 4D yang diimplementasikan sampai fase define, desain, serta develop. Fakta analisis dihimpun dengan instrument berbentuk dokumentasi verifikasi pakar media sekaligus spesialis materi. Outcome evaluasi memanifestasikan yakni modul elektronik menyentuh skor rerata sejumlah 3,88 berlandaskan evaluasi pakar media serta 3,69 berlandaskan evaluasi spesialis materi, mengantongi skor rerata secara komprehensif sejumlah 3,78 yang mencukupi klasifikasi amat akurat. Kondisi tersebut membuktikan yakni modul elektronik yang dikonstruksi sudah merealisasikan parameter feasibility guna diaplikasikan pada pembelajaran. Modul elektronik yang dikonstruksi diproyeksikan mampu memfasilitasi subjek didik pada menginternalisasi gagasan fundamental dengan kegiatan pembelajaran yang aktif serta dikaitkan dengan konteks budaya Nyadran. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji kepraktisan dan efektivitas penggunaan e-modul dalam pembelajaran di kelas.
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Muhammadiyah Semarang
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.