Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN SHORTEST JOB FIRST UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING

SemanTIK: Teknik Informasi · Vol. 7 No. 1 (2021) · pp. 91–98

DOI
10.55679/semantik.v7i1.11713
ISSN
2502-8928, 2460-1446
Published
2021-06-30
Publisher
Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, informasi, dan komunikasi, tuntutan dalam mengelola suatu proses dengan baik dan optimal dalam sistem operasi adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan pada zaman ini. Ada dua algoritma penjadwalan proses dalam mengelola proses yang akan dibahas yaitu algoritma Round Robin (RR) dan algoritma Shortest Job First (SJF). Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama perancangan, analisis dan perbandingan algoritma penjadwalan SJF dan RR dengan pengujian dilakukan sebanyak tiga kali, maka didapatkan bahwa Average Waiting Time (AWT) dan Average Turnaround Time (ATAT) dari algoritma preemptive SJF lebih kecil dibandingkan non-preemptive SJF dan algoritma Round Robin. Akan tetapi pada pengujian ketiga didapatkan nilai AWT dan ATAT sama untuk preemptive SJF dan SJF non-preemptive, disebabkan dari nilai arrival time dan burst time proses yang diberikan pada saat dieksekusi. Sedangkan algoritma Round Robin, pada beberapa nilai quantum yang diuji menunjuhkan nilai AWT dan ATAT rendah, akan tetapi lebih tinggi dibandingkan AWT dan ATAT dari algoritma Shortest Job First. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan Shortest Job First lebih optimal dibandingkan dengan algoritma penjadwalan Round Robin. Dalam menjalankan suatu proses didalam CPU sampai proses tersebut melepaskan CPUKata Kunci; Sistem Operasi, CPU, Manajemen Proses, Round Robin, Shortest Job First

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Teknokrat Indonesia
  • Universitas Mega Buana Palopo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
LM. Fid AksaraUniversitas Halu Oleo9
La SurimiUniversitas Halu Oleo5
LM Bahtiar AksaraAffiliation unknown3
Ika Purwanti NingrumUniversitas Halu Oleo3
Natalis RansiUniversitas Halu Oleo3
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo2
Adha Mashur SajiahUniversitas Halu Oleo2
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo2
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown2
Statiswaty StatiswatyUniversitas Halu Oleo1
Raviq Gandhu LahadiAffiliation unknown1
Dolli Indra HaerudinAffiliation unknown1
Anggita Nindya Wisnu WardhanaAffiliation unknown1
Vega Nataya KinantiAffiliation unknown1
Azim RamadhanAffiliation unknown1
Imam Kreshna BayuAffiliation unknown1
Subardin SubardinAffiliation unknown1
Ibnu HunaisAffiliation unknown1
LM TajidunUniversitas Halu Oleo1
Rosmila RosmilaAffiliation unknown1
Fitri FitriAffiliation unknown1
Desi Maya SariAffiliation unknown1
Muhammad AkbarUniversitas Teknokrat Indonesia1
Nurnani Afni SorumbaAffiliation unknown1
Iqbal TawaqqalAffiliation unknown1
Abdul MalikUniversitas Mega Buana Palopo1
Rico Dwi KurniawanUniversitas Halu Oleo1
Andi Tenri Puttiri UtariAffiliation unknown1
Dewi AngrawatiAffiliation unknown1
Anita Puspita DewiAffiliation unknown1
Tika HendrianiAffiliation unknown1
Amden Junianto Jalu MarsenoAffiliation unknown1
Waode Nur LailahAffiliation unknown1
Fadlin ArsinAffiliation unknown1
L.M TajidunAffiliation unknown1
Yensi Anggri SeptianAffiliation unknown1
Muhammad Ichwan UtariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN SHORTEST JOB FIRST UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING</dc:title>
	<dc:creator>Taufiq, La Ode Muhamad</dc:creator>
	<dc:creator>Aksara, L.M. Fid</dc:creator>
	<dc:creator>Yamin, Muh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, informasi, dan komunikasi, tuntutan dalam mengelola suatu proses dengan baik dan optimal dalam sistem operasi adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan pada zaman ini. Ada dua algoritma penjadwalan proses dalam mengelola proses yang akan dibahas yaitu algoritma Round Robin (RR) dan algoritma Shortest Job First (SJF). Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama perancangan, analisis dan perbandingan algoritma penjadwalan SJF dan RR dengan pengujian dilakukan sebanyak tiga kali, maka didapatkan bahwa Average Waiting Time (AWT) dan Average Turnaround Time (ATAT) dari algoritma preemptive SJF lebih kecil dibandingkan non-preemptive SJF dan algoritma Round Robin. Akan tetapi pada pengujian ketiga didapatkan nilai AWT dan ATAT sama untuk preemptive SJF dan SJF non-preemptive, disebabkan dari nilai arrival time dan burst time proses yang diberikan pada saat dieksekusi. Sedangkan algoritma Round Robin, pada beberapa nilai quantum yang diuji menunjuhkan nilai AWT dan ATAT rendah, akan tetapi lebih tinggi dibandingkan AWT dan ATAT dari algoritma Shortest Job First. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan Shortest Job First lebih optimal dibandingkan dengan algoritma penjadwalan Round Robin. Dalam menjalankan suatu proses didalam CPU sampai proses tersebut melepaskan CPUKata Kunci; Sistem Operasi, CPU, Manajemen Proses, Round Robin, Shortest Job First</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Informatics Engineering Department of Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/11713</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/semantik.v7i1.11713</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SemanTIK : Teknik Informasi; Vol 7, No 1 (2021): SemanTIK : Teknik Informasi; 91-98</dc:source>
	<dc:source>2502-8928</dc:source>
	<dc:source>2460-1446</dc:source>
	<dc:source>10.55679/semantik.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/11713/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 semanTIK</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>