Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PROSES DEKOMPOSISI PUPUK KOMPOS BERBASIS ANDROID

SemanTIK: Teknik Informasi · Vol. 6 No. 1 (2020) · pp. 31–38

DOI
10.55679/semantik.v6i1.7521
ISSN
2502-8928, 2460-1446
Published
2020-06-20
Publisher
Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Kelembaban memegang peranan penting dalam proses dekomposisi pupuk sehingga kelembaban ideal harus dijaga pada kisaran 40% hingga 60% sedangkan suhu pupuk pada kisaran 30°C hingga 60°C. Masalah yang sering terjadi dalam pembuatan pupuk kompos adalah tingkat kematangan pupuk yang belum sempurna yang disebabkan oleh tingkat kelembaban dan suhu dalam proses pembuatan tidak stabil. Umumnya pemantauan suhu dan kelembaban pada proses dekomposisi dilakukan secara manual yaitu dengan mengikuti kebiasaan para petani pupuk sehingga waktu dan kinerja tidak efisien. Namun dengan menggunakan komponen mikrokontroler berbasis android pada proses dekomposisi pupuk dapat memberikan kemudahan untuk memperoleh nilai suhu dan kelembaban pupuk kompos secara lebih akurat. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban sedangkan NodeMcu ESP8266 sebagai mikrokontroler board untuk mengolah data yang didapatkan dari sensor. Dengan implementasi perangkat lunak menggunakan framework ionic untuk smartphone android, dan arduino untuk mikrokontroler. Proses monitoring suhu dan kelembaban pupuk yang menerapkan monitoring realtime dapat berjalan dengan baik melalui internet dengan latency yang sangat kecil.Kata kunci; Monitoring, Dekomposisi, Mikrokontroler, Realtime, Android

Keywords

Collaboration network of the authors

38 authors · 114 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
LM. Fid AksaraUniversitas Halu Oleo3
Sutardi SutardiUniversitas Halu Oleo3
Bambang PramonoUniversitas Halu Oleo3
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo2
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo2
Asri SamsudinUniversitas Halu Oleo1
Andi PrawirawanAffiliation unknown1
Muhammad YusufUniversitas Halu Oleo1
Michiko Rezky AmaliaAffiliation unknown1
L.M TajidunAffiliation unknown1
Rahmayunita RahmayunitaAffiliation unknown1
Rizal Adi SaputraUniversitas Halu Oleo1
Akhmad IrsyadAffiliation unknown1
Dewi Dessy SupraptiAffiliation unknown1
Risna RisnaAffiliation unknown1
Zul UswaAffiliation unknown1
Anisa SangsariAffiliation unknown1
Armin PesipariAffiliation unknown1
Jayanti Yusmah SariUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Nur KhidfiUniversitas Halu Oleo1
L.M. Fid AksaraUniversitas Halu Oleo1
Caesar Pats YahweAffiliation unknown1
Subardin SubardinAffiliation unknown1
Muthmainnah Liyata LiyataAffiliation unknown1
Hadi Ibrahim Tri SaputraAffiliation unknown1
Statiswaty StatiswatyUniversitas Halu Oleo1
LM Bahtiar AksaraAffiliation unknown1
Riswan M RizalAffiliation unknown1
Natalis RansiUniversitas Halu Oleo1
Hasrul Dimas AsgariAffiliation unknown1
Muh YaminUniversitas Halu Oleo1
ARMAN FASLIHAffiliation unknown1
Aspin AspinAffiliation unknown1
Aditya RachmanAffiliation unknown1
Sri Astuti MayangsariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PROSES DEKOMPOSISI PUPUK KOMPOS BERBASIS ANDROID</dc:title>
	<dc:creator>Amaliah, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Isnawaty, Isnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Subardin, Subardin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">computer networking</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelembaban memegang peranan penting dalam proses dekomposisi pupuk sehingga kelembaban ideal harus dijaga pada kisaran 40% hingga 60% sedangkan suhu pupuk pada kisaran 30°C hingga 60°C. Masalah yang sering terjadi dalam pembuatan pupuk kompos adalah tingkat kematangan pupuk yang belum sempurna yang disebabkan oleh tingkat kelembaban dan suhu dalam proses pembuatan tidak stabil. Umumnya pemantauan suhu dan kelembaban pada proses dekomposisi dilakukan secara manual yaitu dengan mengikuti kebiasaan para petani pupuk sehingga waktu dan kinerja tidak efisien. Namun dengan menggunakan komponen mikrokontroler berbasis android pada proses dekomposisi pupuk dapat memberikan kemudahan untuk memperoleh nilai suhu dan kelembaban pupuk kompos secara lebih akurat. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban sedangkan NodeMcu ESP8266 sebagai mikrokontroler board untuk mengolah data yang didapatkan dari sensor. Dengan implementasi perangkat lunak menggunakan framework ionic untuk smartphone android, dan arduino untuk mikrokontroler. Proses monitoring suhu dan kelembaban pupuk yang menerapkan monitoring realtime dapat berjalan dengan baik melalui internet dengan latency yang sangat kecil.Kata kunci; Monitoring, Dekomposisi, Mikrokontroler, Realtime, Android</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Informatics Engineering Department of Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:contributor>
	<dc:date>2020-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/7521</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/semantik.v6i1.7521</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SemanTIK : Teknik Informasi; Vol 6, No 1 (2020): semanTIK; 31-38</dc:source>
	<dc:source>2502-8928</dc:source>
	<dc:source>2460-1446</dc:source>
	<dc:source>10.55679/semantik.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/7521/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 semanTIK</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>