Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 3

ANALISIS SENTIMEN WISATA BAHARI DI SULAWESI TENGGARA MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL TWITTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEXICON-BASED

SemanTIK: Teknik Informasi · Vol. 3 No. 2 (2018)

DOI
10.55679/semantik.v3i2.3657
ISSN
2502-8928, 2460-1446
Published
2018-03-10
Publisher
Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Language
eng

Abstract

Sulawesi Tenggara memiliki potensi wisata bahari yang cukup besar yang masih perlu dikembangkan. Salah satu cara mengembangkannya adalah melalui analisis sentimen pada media sosial seperti Twitter. Twitter adalah sebuah media sosial yang memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk membagi dan mengakses informasi. Pengguna jejaring sosial twitter tersebar di seluruh penjuru dunia dan diakses melalui berbagai macam perangkat teknologi. Melalui penggunaan twitter, berbagai tanggapan atau sentimen masyarakat pada suatu tempat wisata dapat diperoleh untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki tempat wisata tersebut. Dengan demikian, berdasarkan tweet dari wisatawan, maka dapat dilakukan analisis sentimen pada wisata bahari di Sulawesi Tenggara.Untuk membangun sentiment classifier diperlukan sebuah metode di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lexicon-Based yaitu metode untuk melakukan analisis sentimen yang berbasis kamus. Metode ini dapat mengidentifikasi sentimen dari setiap opinion words yang terdapat pada data tweetBerdasarkan hasil uji coba dan evaluasi yang telah dilakukan, maka sistem yang dibuat mampu memberikan informasi tentang opini positif,negatif dan netral masyarakat terhadap wisata bahari di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mendapatkan hasil akurasi 77,06 %. Kata Kunci—Analisis Sentimen, Lexicon-Based, Twitter, Wisata Bahari.

Collaboration network of the authors

40 authors · 132 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo8
Bambang PramonoUniversitas Halu Oleo7
La SurimiUniversitas Halu Oleo6
Adha Mashur SajiahUniversitas Halu Oleo5
Arman ArmanUniversitas Halu Oleo5
Edi CahyonoUniversitas Halu Oleo5
Ika Purwanti NingrumUniversitas Halu Oleo4
Sutardi SutardiUniversitas Halu Oleo4
LM TajidunUniversitas Halu Oleo3
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo3
Gusti Arviana RahmanUniversitas Halu Oleo2
Andi TenriawaruUniversitas Halu Oleo2
Muhammad ArfanAffiliation unknown2
Umar RamdaniUniversitas Halu Oleo2
Fitria Rihin UyunUniversitas Halu Oleo2
L.M. Fid AksaraUniversitas Halu Oleo2
Yuwanda PurnamasariAffiliation unknown2
Ambo Wonua NusantaraAffiliation unknown2
Try Sugiyarto SoeparyantoUniversitas Halu Oleo2
Muh YaminUniversitas Halu Oleo2
Saskia Randawula SilondaeUniversitas Halu Oleo2
Pratiwi Nur AisyahUniversitas Halu Oleo2
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown2
Dian Safitri DurukaUniversitas Halu Oleo1
Umu KhabibahUniversitas Halu Oleo1
Amal AnugraUniversitas Halu Oleo1
Gunawan GunawanUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Hafidz Abdillah Sam MongkitoUniversitas Halu Oleo1
Budi Wijaya RaufUniversitas Halu Oleo1
Ferdinand Murni HamunduUniversitas Halu Oleo1
Fazlul Rachmat MubbaraqUniversitas Halu Oleo1
Sri Ayu LestariAffiliation unknown1
Achirul Slamet SugiartoAffiliation unknown1
La Ode SaidiAffiliation unknown1
Ferdinand Murni HamunduAffiliation unknown1
SahrulAffiliation unknown1
Edi WinarkoUniversitas Gadjah Mada1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS SENTIMEN WISATA BAHARI DI SULAWESI TENGGARA MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL TWITTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEXICON-BASED</dc:title>
	<dc:creator>Statiswaty, Statiswaty</dc:creator>
	<dc:creator>Rusnia, Rusnia</dc:creator>
	<dc:creator>Ransi, Natalis</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara memiliki potensi wisata bahari yang cukup besar yang masih perlu dikembangkan. Salah satu cara mengembangkannya adalah melalui analisis sentimen pada media sosial seperti Twitter. Twitter adalah sebuah media sosial yang memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk membagi dan mengakses informasi. Pengguna jejaring sosial twitter tersebar di seluruh penjuru dunia dan  diakses melalui berbagai macam perangkat teknologi. Melalui penggunaan  twitter,  berbagai tanggapan atau sentimen masyarakat pada suatu tempat wisata dapat diperoleh untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki tempat wisata tersebut. Dengan demikian, berdasarkan tweet dari wisatawan, maka dapat dilakukan analisis sentimen pada wisata bahari di Sulawesi Tenggara.Untuk membangun sentiment classifier diperlukan sebuah metode di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lexicon-Based yaitu metode untuk melakukan analisis sentimen yang berbasis kamus. Metode ini dapat mengidentifikasi sentimen dari setiap opinion words yang terdapat pada data tweetBerdasarkan hasil uji coba dan evaluasi yang telah dilakukan, maka sistem yang dibuat mampu memberikan informasi tentang opini positif,negatif dan netral masyarakat terhadap wisata bahari di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mendapatkan hasil akurasi 77,06 %. Kata Kunci—Analisis Sentimen, Lexicon-Based,  Twitter,  Wisata Bahari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Informatics Engineering Department of Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-03-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/3657</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/semantik.v3i2.3657</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SemanTIK : Teknik Informasi; Vol 3, No 2 (2017): semanTIK</dc:source>
	<dc:source>2502-8928</dc:source>
	<dc:source>2460-1446</dc:source>
	<dc:source>10.55679/semantik.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/3657/2774</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 semanTIK</dc:rights>
</oai_dc:dc>