Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 3

ANALISIS PERBANDINGAN RSSI PADA ACCESS POINT LINKSYS WAP54G, TP-LINK WA5110G DAN D-LINK DWL-G700AP

SemanTIK: Teknik Informasi · Vol. 3 No. 1 (2017)

DOI
10.55679/semantik.v3i1.2587
ISSN
2502-8928, 2460-1446
Published
2017-07-28
Publisher
Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Language
eng

Abstract

Kebutuhan akan koneksi internet terutama Wi-Fi sangat diminati oleh pengguna layanan internet, karena teknologi Wi-Fi sangat relatif mudah untuk diimplementasikan dan memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk dapat mengaksesnya kapan dan dimana saja. Untuk dapat terhubung dengan Wi-Fi dibutuhkan sebuah perangkat yaitu Access Point. Ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi cakupan area yang yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal maka semakin luas jangkauannya.Sinyal yang diterima oleh Receiver dapat diukur menggunakan nilai RSSI atau Receive Signal Strength Indicator. RSSI adalah sebuah ukuran kekuatan sinyal radio yang diterima oleh receiver. Nilai RSSI ini merupakan kualitas sinyal yang diterima Receiver dalam jarak tertentu. Pengukuran RSSI dilakukan pada Laboratorium Sistem Informasi dan Programming Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dengan bantuan tools InSSIDer yang ter-install pada PC dimana dilakukan pengujian terhadap 3 jenis ketinggian Access Point, yaitu 50 cm, 150 cm dan 210 cm serta menggukan 3 vendor Access Point berbeda yaitu Linksys WAP54G, TP-Link WA5110G dan D-Link DWL-G700AP.Hasil akhir dari Penelitian adalah ketinggian 50 cm memberikan pancaran sinyal yang lebih baik daripada ketinggian 150 cm dan 210 cm. Selain itu vendor Access Point merk TP-Link WA5110G memberikan pancaran sinyal yang lebih kuat dan stabil dibandingkan dengan merk yang lain. Kata kunci— Receive Signal Strength Indicator (RSSI), Access Point, Wi-Fi, InSSIDer

Collaboration network of the authors

40 authors · 140 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo4
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown4
LM Bahtiar AksaraAffiliation unknown4
Sutardi SutardiUniversitas Halu Oleo4
LM Bahtiar AksaraUniversitas Halu Oleo3
Ika Purwanti NingrumUniversitas Halu Oleo3
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo3
Muhammad Ihsan SaritaUniversitas Halu Oleo2
Isnawaty IsnawatyUniversitas Halu Oleo2
Adha Mashur SajiahUniversitas Halu Oleo2
La SurimiUniversitas Halu Oleo2
Anggita Nindya Wisnu WardhanaAffiliation unknown2
Vega Nataya KinantiAffiliation unknown2
Natalis RansiUniversitas Halu Oleo2
Subardin SubardinAffiliation unknown2
Bambang PramonoUniversitas Halu Oleo2
SutardiUniversitas Halu Oleo1
Ageng Arya Khrysna DwipanggaUniversitas Halu Oleo1
IsnawatyUniversitas Halu Oleo1
Agrian WahabUniversitas Halu Oleo1
IsnawatyUniversitas Halu Oleo1
Muh Yamin AksaraUniversitas Halu Oleo1
LM. Bahtiar AksaraUniversitas Halu Oleo1
SubardinUniversitas Halu Oleo1
Asri SamsudinUniversitas Halu Oleo1
Statiswaty StatiswatyUniversitas Halu Oleo1
Raviq Gandhu LahadiAffiliation unknown1
Dolli Indra HaerudinAffiliation unknown1
Alif H. La JumaniUniversitas Halu Oleo1
Afriyadin AfriyadinAffiliation unknown1
Azim RamadhanAffiliation unknown1
Muhammad Irwan SyahibAffiliation unknown1
Muhammad Sadam HusainUniversitas Halu Oleo1
Ilmi FaizanUniversitas Halu Oleo1
Esy Anugerah Rahayu KasimUniversitas Halu Oleo1
Miftahul Jannah SalamUniversitas Halu Oleo1
Hardiman HardimanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PERBANDINGAN RSSI PADA ACCESS POINT LINKSYS WAP54G, TP-LINK WA5110G DAN D-LINK DWL-G700AP</dc:title>
	<dc:creator>Syahputri, Yessi Alfrida</dc:creator>
	<dc:creator>Yamin, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Aksara, LM Fid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebutuhan akan koneksi internet terutama Wi-Fi sangat diminati oleh pengguna layanan internet, karena teknologi Wi-Fi sangat relatif mudah untuk diimplementasikan dan memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk dapat mengaksesnya kapan dan dimana saja. Untuk dapat terhubung dengan Wi-Fi dibutuhkan sebuah perangkat yaitu Access Point. Ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi cakupan area yang yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal maka semakin luas jangkauannya.Sinyal yang diterima oleh Receiver dapat diukur menggunakan nilai RSSI atau Receive Signal Strength Indicator. RSSI adalah sebuah ukuran kekuatan sinyal radio yang diterima oleh receiver. Nilai RSSI ini merupakan kualitas sinyal yang diterima Receiver dalam jarak tertentu. Pengukuran RSSI dilakukan pada Laboratorium Sistem Informasi dan Programming Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dengan bantuan tools InSSIDer yang ter-install pada PC dimana dilakukan pengujian terhadap 3 jenis ketinggian Access Point, yaitu 50 cm, 150 cm dan 210 cm serta menggukan 3 vendor Access Point berbeda yaitu Linksys WAP54G, TP-Link WA5110G dan D-Link DWL-G700AP.Hasil akhir dari Penelitian adalah ketinggian 50 cm memberikan pancaran sinyal yang lebih baik daripada ketinggian 150 cm dan 210 cm. Selain itu vendor Access Point merk TP-Link WA5110G memberikan pancaran sinyal yang lebih kuat dan stabil dibandingkan dengan merk yang lain. Kata kunci— Receive Signal Strength Indicator (RSSI), Access Point, Wi-Fi, InSSIDer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Informatics Engineering Department of Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/2587</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/semantik.v3i1.2587</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SemanTIK : Teknik Informasi; Vol 3, No 1 (2017): semanTIK</dc:source>
	<dc:source>2502-8928</dc:source>
	<dc:source>2460-1446</dc:source>
	<dc:source>10.55679/semantik.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/2587/1932</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 semanTIK</dc:rights>
</oai_dc:dc>