Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

IMPLEMENTASI TEKNIK OBFUSCATION PADA SOURCE CODE PHP DENGAN ALGORITMA RIVEST CIPHER 4

SemanTIK: Teknik Informasi · Vol. 6 No. 2 (2020) · pp. 29–36

DOI
10.55679/semantik.v6i2.8920
ISSN
2502-8928, 2460-1446
Published
2020-12-30
Publisher
Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Aplikasi web merupakan suatu aplikasi dengan konsep client server yang dapat membentuk halaman-halaman website berdasarkan permintaan pengguna. Salah satu teknologi open source yang sangat banyak digunakan untuk membangun website adalah PHP. Sayangnya aplikasi website dengan teknologi open source berbasis PHP harus didistribusikan dalam bentuk source code, yang menyebabkan source code mudah diambil dan dimodifikasi. Hal ini juga akan membahayakan hak cipta pembuat website tersebut. Website yang dibangun dengan teknologi PHP dapat dilindungi dengan menggunakan teknik obfuscation. Obfuscation merupakan teknik yang digunakan untuk melindungi hak cipta properti intelektual yang berada dalam program dengan cara mengenkripsi dan mengacak source code asli dari program tersebut agar tidak dapat dipahami oleh manusia secara langsung sehingga dapat mencegah atau mempersulit proses cracking atau reverse engineering (decompile program).Pada implementasi obfuscation salah satu algoritma kriptografi yang dapat digunakan sebagai metode obfuscation source code ini adalah algoritma Rivest Cipher 4 atau biasa disebut RC4. Penelitian ini menunjukan teknik obfuscation yang dilakukan pada source code PHP dengan menggunakan algoritma RC4 berhasil dilakukan. Source code asli (plaintext) dapat dienkripsi menjadi source code obfuscated (ciphertext) dan dapat didekripsi kembali menjadi source code asli.Kata kunci; Source Code, Obfuscation, PHP, Algoritma RC4

Collaboration network of the authors

40 authors · 128 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo8
LM TajidunUniversitas Halu Oleo7
Statiswaty StatiswatyUniversitas Halu Oleo7
Adha Mashur SajiahUniversitas Halu Oleo6
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown6
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo5
Ika Purwanti NingrumUniversitas Halu Oleo5
Isnawaty IsnawatyUniversitas Halu Oleo4
LM. Fid AksaraUniversitas Halu Oleo4
Natalis RansiUniversitas Halu Oleo4
Subardin SubardinAffiliation unknown3
LM Bahtiar AksaraUniversitas Halu Oleo3
Nur Fajriah MuchlisUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Ishak JaelaniUniversitas Halu Oleo2
Jayanti Yusmah SariUniversitas Halu Oleo2
Rizal Adi SaputraUniversitas Halu Oleo2
Muh YaminUniversitas Halu Oleo2
Nurul Hajra Hadijah HajraUniversitas Halu Oleo1
Aditya PutraUniversitas Halu Oleo1
StatiswatyUniversitas Halu Oleo1
Hastuti HastutiAffiliation unknown1
Linda Purnama MuriUniversitas Halu Oleo1
Afriyadin AfriyadinAffiliation unknown1
Niarma NiarmaUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode ErmaliantiUniversitas Halu Oleo1
Mulatifa LalihaUniversitas Halu Oleo1
Gusti Made Cahya WiarjayaAffiliation unknown1
Sari Fatiqah AyuAffiliation unknown1
Azkar KumalaAffiliation unknown1
Rahmayunita RahmayunitaAffiliation unknown1
Nike SyafitriUniversitas Halu Oleo1
Yuwanda Purnamasari PasrunInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muh Iskandar Z. AAffiliation unknown1
Nur Arifah SyafitriAffiliation unknown1
Anita Puspita DewiAffiliation unknown1
Tamsil TajsamAffiliation unknown1
Resti IdayaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI TEKNIK OBFUSCATION PADA SOURCE CODE PHP DENGAN ALGORITMA RIVEST CIPHER 4</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Artono Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Pramono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Sutardi, Sutardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aplikasi web merupakan suatu aplikasi dengan konsep client server yang dapat membentuk halaman-halaman website berdasarkan permintaan pengguna. Salah satu teknologi open source yang sangat banyak digunakan untuk membangun website adalah PHP. Sayangnya aplikasi website dengan teknologi open source berbasis PHP harus didistribusikan dalam bentuk source code, yang menyebabkan source code mudah diambil dan dimodifikasi. Hal ini juga akan membahayakan hak cipta pembuat website tersebut. Website yang dibangun dengan teknologi PHP dapat dilindungi dengan menggunakan teknik obfuscation. Obfuscation merupakan teknik yang digunakan untuk melindungi hak cipta properti intelektual yang berada dalam program dengan cara mengenkripsi dan mengacak source code asli dari program tersebut agar tidak dapat dipahami oleh manusia secara langsung sehingga dapat mencegah atau mempersulit proses cracking atau reverse engineering (decompile program).Pada implementasi obfuscation salah satu algoritma kriptografi yang dapat digunakan sebagai metode obfuscation source code ini adalah algoritma Rivest Cipher 4 atau biasa disebut RC4. Penelitian ini menunjukan teknik obfuscation yang dilakukan pada source code PHP dengan menggunakan algoritma RC4 berhasil dilakukan. Source code asli (plaintext) dapat dienkripsi menjadi source code obfuscated (ciphertext) dan dapat didekripsi kembali menjadi source code asli.Kata kunci; Source Code, Obfuscation, PHP, Algoritma RC4</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Informatics Engineering Department of Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/8920</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/semantik.v6i2.8920</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SemanTIK : Teknik Informasi; Vol 6, No 2 (2020): semanTIK; 29-36</dc:source>
	<dc:source>2502-8928</dc:source>
	<dc:source>2460-1446</dc:source>
	<dc:source>10.55679/semantik.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/8920/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 semanTIK</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>