Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 1

Visualisasi Data Menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk Potensi Bank Sampah di Surabaya

Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence · Vol. 2 No. 1 (2016) · pp. 40–49

DOI
10.20473/jisebi.2.1.40-49
ISSN
2443-2555, 2598-6333
Published
2016-04-30
Publisher
Universitas Airlangga
Language
eng

Abstract

Abstrak”Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank sampah memiliki potensi sampah yang bermanfaat, terdiri dari potensi sampah plastik, kertas, kaca dan besi. Potensi sampah tersebut dibutuhkan oleh perusahaan yang menggunakan bahan baku dari barang bekas pakai untuk di daur ulang menjadi produk yang memiliki harga di pasaran. Permasalahan bank sampah di Surabaya dapat dibagi menjadi dua masalah utama, yaitu pemantauan kegiatan bank sampah dan pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kedua permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya. Sistem ini dibangun dengan langkah langkah sebagai berikut, yaitu pertama melakukan pengumpulan kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan prototype, evaluasi dengan pengguna, pengembangan skala besar dan evaluasi sistem. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa 100% sistem berjalan dengan baik dan benar, 42.3% user sangat setuju, 51% user setuju, 6% user tidak setuju, dan 0.7 % user sangat tidak setuju bahwa visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya mempermudah pemantauan kegiatan penimbangan bank sampah dan mempermudah pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kata Kunci”bank sampah, visualisasi data, Sistem Informasi Geografis.Abstract”Trash bank was the place for sorting and collecting garbage that could be recycled and reused and had economic value. Trash bank had potential benefits, such as potential plastic, paper, glass and iron waste. This potential waste was needed by companies that use raw materials from used goods to be recycled into products that had market potential. Problems of trash bank in Surabaya could be divided into two main issues, first was the monitoring of the trash bank's activities, second was the search of trash bank location and its potential. Both of these problems could be solved by the data visualization using geographical information system for potential trash bank in Surabaya. This system was built with the following steps: requirements collection, requirements analysis, system design, prototype development, user evaluation, development of large-scale systems and evaluation. Results of the evaluation of the system showed that 100% of the system ran properly, 42.3% of users strongly agree, 51% of users agree, 6% of users did not agree, and 0.7% of users strongly did not agree that visualization of data using geographic information system for potential trash bank in Surabaya succeeded to facilitate the monitoring process of the of trash weighing activities in trash banks and helped the search of trash bank with its potential much easier. Keywords”Trash Bank, Data Visualization, Geographical Information System

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · 41 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Airlangga
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • King Abdulaziz University
  • Universiti Teknologi MARA
  • Edith Cowan University
  • Shih Chien University
  • National Cheng Kung University
  • Other organisations
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Army JustitiaUniversitas Airlangga3
Ahmad Hoirul BasoriKing Abdulaziz University3
Endah PurwantiUniversitas Airlangga2
Badrus ZamanUniversitas Airlangga2
Halim Wildan AwalurahmanUniversitas Airlangga2
Shukor Sanim Mohd FauziUniversiti Teknologi MARA2
Eva HariyantiUniversitas Airlangga2
Abd. Rahman SalehUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Usnul LetariUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Irma IrmaUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Tajuddin TajuddinUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Vierdy Sulfianto RahmadaniUniversitas Airlangga2
Purbandini PurbandiniUniversitas Airlangga2
Andi Besse Firdausiah MansurKing Abdulaziz University2
Ersalina TrisnawatiUniversitas Airlangga2
Nouf Atiahallah AlghanmiKing Abdulaziz University2
Audrey Maximillian HerliUniversitas Airlangga1
Purbandini SoeparmanUniversitas Airlangga1
Indah SafarinaUniversitas Airlangga1
Abdulloh FakihUniversitas Airlangga1
Nur ArdistaUniversitas Airlangga1
Irfan Nur AuliaUniversitas Airlangga1
Lydia WijayaUniversitas Airlangga1
Ferry JieEdith Cowan University1
Ira PuspitasariUniversitas Airlangga1
Elzha Odie SyahputraAffiliation unknown1
Fadel HarrisUniversitas Airlangga1
Ibrahim Hafizhan WitsqaUniversitas Airlangga1
Kartono KartonoUniversitas Airlangga1
Nania NuzulitaUniversitas Airlangga1
Arya PrasetyaUniversitas Airlangga1
Anindya Wita WisesaUniversitas Airlangga1
Aditya NugrohoShih Chien University1
Afifah NurrosyidahNational Cheng Kung University1
Taufik TaufikNational Research and Innovation Agency1
Faried EffendyUniversitas Airlangga1
Airlangga Dwi SatrioAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://e-journal.unair.ac.id/JISEBI/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Visualisasi Data Menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk Potensi Bank Sampah di Surabaya</dc:title>
	<dc:creator>Erdiansyah, Muhammad Zaky</dc:creator>
	<dc:creator>Taufik, Taufik</dc:creator>
	<dc:creator>Raharjana, Indra Kharisma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak”Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank sampah memiliki potensi sampah yang bermanfaat, terdiri dari potensi sampah plastik, kertas, kaca dan besi. Potensi sampah tersebut dibutuhkan oleh perusahaan yang menggunakan bahan baku dari barang bekas pakai untuk di daur ulang menjadi produk yang memiliki harga di pasaran. Permasalahan bank sampah di Surabaya dapat dibagi menjadi dua masalah utama, yaitu pemantauan kegiatan bank sampah dan pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kedua permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya. Sistem ini dibangun dengan langkah langkah sebagai berikut, yaitu pertama melakukan pengumpulan kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan prototype, evaluasi dengan pengguna, pengembangan skala besar dan evaluasi sistem. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa 100% sistem berjalan dengan baik dan benar, 42.3% user sangat setuju, 51% user setuju, 6% user tidak setuju, dan 0.7 % user sangat tidak setuju bahwa visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya mempermudah pemantauan kegiatan penimbangan bank sampah dan mempermudah pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kata Kunci”bank sampah, visualisasi data, Sistem Informasi Geografis.Abstract”Trash bank was the place for sorting and collecting garbage that could be recycled and reused and had economic value. Trash bank had potential benefits, such as potential plastic, paper, glass and iron waste. This potential waste was needed by companies that use raw materials from used goods to be recycled into products that had market potential. Problems of trash bank in Surabaya could be divided into two main issues, first was the monitoring of the trash bank's activities, second was the search of trash bank location and its potential. Both of these problems could be solved by the data visualization using geographical information system for potential trash bank in Surabaya. This system was built with the following steps: requirements collection, requirements analysis, system design, prototype development, user evaluation, development of large-scale systems and evaluation. Results of the evaluation of the system showed that 100% of the system ran properly, 42.3% of users strongly agree, 51% of users agree, 6% of users did not agree, and 0.7% of users strongly did not agree that visualization of data using geographic information system for potential trash bank in Surabaya succeeded to facilitate the monitoring process of the of trash weighing activities in trash banks and helped the search of trash bank with its potential much easier. Keywords”Trash Bank, Data Visualization, Geographical Information System</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Airlangga</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.unair.ac.id/JISEBI/article/view/599</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20473/jisebi.2.1.40-49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence; Vol. 2 No. 1 (2016): April; 40-49</dc:source>
	<dc:source>2443-2555</dc:source>
	<dc:source>2598-6333</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.unair.ac.id/JISEBI/article/view/599/1359</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Muhammad Zaky Erdiansyah, Taufik Taufik, Indra Kharisma Raharjana</dc:rights>
</oai_dc:dc>