Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

KARATERISTIK HABITAT MALEO (Macrocephalon male SAL MULER 1846) DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW)

JITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) · Vol. 2 No. 1 (2015) · pp. 1–13

DOI
10.33772/jitro.v2i1.3782
ISSN
2406-9337
Published
2015-01-12
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung maleo di TNRAW, yang berlangsung pada bulan Maret-April 2013 di Resort Langkowala Desa Watu-watu, kecamatan Lantari Jaya, TNRAW Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi habitat maleo, mengidentifikasi flora dan fauna, mengambil sampel yang diperlukan untuk pengamatan laboratorium dan melakukan wawancana langsung dengan petugas TNRAW dan masyarakat di sekitar lokasi pengamatan. Pengamatan suhu dan kelembaban udara dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahwa habitat burung maleo di kedua lokasi terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian yang berkisar antara 15-30 meter dan semak belukar, tetapi kedua lokasi memiliki perbedaan jenis dan jumlah vegetasi, (2) pada lokasi pertama, kedalaman lubang bertelur rata-rata 43.33 cm dan lokasi kedua rata-rata 42.66 cm, (3) pada pukul 08.00, sarang bertelur maleo di lokasi pertama memiliki temperatur 28,930C dengan kelembaban 94,75%, sedangkan lokasi kedua adalah 29,960C, dengan kelembaban 94,04%. Pada pukul 13.00, temperatur di dua lokasi bertelur tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 31,86oC, dengan kelembaban 94%. Pada pukul 17.00, di lokasi peneluran pertama memiliki temperatur sekitar 32,110C dengan kelembaban 93,98%, sedangkan pada lokasi kedua adalah 31,970C, dengan kelembaban 93,59%.Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik habitat burung maleo di TNRAW dicirikan oleh adanya pepohonan dengan tinggi berkisar 15–30 meter dan semak belukar. Disamping itu, tekstur tanah yang dominan adalah berpasir, dengan kedalaman lubang peneluran berkisar 35–55 cm dan rata-rata 43 cm.Kata kunci: maleo, karateristik habitat, TNRAW

Collaboration network of the authors

40 authors · 212 co-authorship links · 11 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Gunadarma University
  • University of Nusa Cendana
  • Padjadjaran University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Amrullah PagalaUniversitas Halu Oleo14
Musram AbadiUniversitas Halu Oleo10
Rusli BadaruddinUniversitas Halu Oleo10
Deki ZulkarnainUniversitas Halu Oleo9
Takdir SailiAffiliation unknown8
Harapin HafidUniversitas Halu Oleo8
Hamdan HasUniversitas Halu Oleo7
La Ode Muh. MunadiAffiliation unknown6
Widhi KurniawanUniversitas Halu Oleo5
La Ode Arsad SaniUniversitas Halu Oleo5
Astriana NapirahUniversitas Halu Oleo5
La Ode Arsad SaniAffiliation unknown4
Andi Murlina TasseUniversitas Halu Oleo4
Fitrianingsih FitrianingsihGunadarma University4
Yamin YaddiAffiliation unknown4
Ali BainUniversitas Halu Oleo3
Natsir SandiahUniversitas Halu Oleo3
La Ode Ba’aUniversitas Halu Oleo3
T. SailiAffiliation unknown3
Nur Santy AsminayaUniversitas Halu Oleo3
Surahmanto SurahmantoAffiliation unknown3
Muh. Amrullah PagalaAffiliation unknown2
La Ode SahabaUniversitas Halu Oleo2
Restu LibrianiAffiliation unknown2
Robin RobinUniversitas Halu Oleo2
Fuji Astuty AuzaUniversitas Halu Oleo2
La Ode MunadiAffiliation unknown2
Rahim AkaUniversitas Halu Oleo2
MuliadinAffiliation unknown1
Hairil Adzulyatno HadiniAffiliation unknown1
Yunus YunusAffiliation unknown1
Petrus KuneUniversity of Nusa Cendana1
Rini WidyastutiPadjadjaran University1
Nuriadin NuriadinUniversitas Halu Oleo1
La Ode BaaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARATERISTIK HABITAT MALEO (Macrocephalon male SAL MULER 1846) DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW)</dc:title>
	<dc:creator>Nafiu, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Aku, Achmad Selamet</dc:creator>
	<dc:creator>Rusdin, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Saili, Takdir</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhalim, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung maleo di TNRAW, yang berlangsung pada bulan Maret-April 2013 di Resort Langkowala Desa Watu-watu, kecamatan Lantari Jaya, TNRAW Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi habitat maleo, mengidentifikasi flora dan fauna, mengambil sampel yang diperlukan untuk pengamatan laboratorium dan melakukan wawancana langsung dengan petugas TNRAW dan masyarakat di sekitar lokasi pengamatan. Pengamatan suhu dan kelembaban udara dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahwa habitat burung maleo di kedua lokasi terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian yang berkisar antara 15-30 meter dan semak belukar, tetapi kedua lokasi memiliki perbedaan jenis dan jumlah vegetasi, (2) pada lokasi pertama, kedalaman lubang bertelur rata-rata 43.33 cm dan lokasi kedua rata-rata 42.66 cm, (3) pada pukul 08.00, sarang bertelur maleo di lokasi pertama memiliki temperatur 28,930C dengan kelembaban 94,75%, sedangkan lokasi kedua adalah 29,960C, dengan kelembaban 94,04%. Pada pukul 13.00, temperatur di dua lokasi bertelur tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 31,86oC, dengan kelembaban 94%. Pada pukul 17.00, di lokasi peneluran pertama memiliki temperatur sekitar 32,110C dengan kelembaban 93,98%, sedangkan pada lokasi kedua adalah 31,970C, dengan kelembaban 93,59%.Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik habitat burung maleo di TNRAW dicirikan oleh adanya pepohonan dengan tinggi berkisar 15–30 meter dan semak belukar. Disamping itu, tekstur tanah yang dominan adalah berpasir, dengan kedalaman lubang peneluran berkisar 35–55 cm dan rata-rata 43 cm.Kata kunci : maleo, karateristik habitat, TNRAW</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/3782</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jitro.v2i1.3782</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis; Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2406-9337</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jitro.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/3782/2868</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis</dc:rights>
</oai_dc:dc>