Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Karakteristik Tanaman Sorghum Green Fodder (SGF) Hasil Penanaman Secara Hidroponik yang Dipanen Pada Umur yang Berbeda

JITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) · Vol. 6 No. 2 (2019) · pp. 166–174

DOI
10.33772/jitro.v6i2.5722
ISSN
2406-9337
Published
2019-08-06
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Tanaman sorgum yang dibudidayakan secara hidroponik dapat disebut dengan sorghum green fodder (SGF). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro tanaman sorgum hasil budidaya hidroponik yang dipanen pada umur yang berbeda. Perlakuan penelitian meliputi SGF yang dipanen pada hari ke 7, 8, 9 dan 10. Pada pengamatan kecernaan in vitro, keempat perlakuan SGF dibandingkan dengan rumput lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan, profil nutrisi, produksi gas dan produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGF 10 menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tertinggi (P0,05) namun tidak berbeda nyata dengan SGF 9. Kandungan protein kasar SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). SGF menghasilkan produksi gas total yang lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). Akan tetapi, SGF 10 menghasilkan produksi CH4 yang tinggi. Nilai energi termetabolis (EM) dan kecernaan bahan organik (KcBO) keempat perlakuan SGF terlihat lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro SGF semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya umur pemanenan. Umur panen SGF yang terbaik adalah pada hari ke-9.

Collaboration network of the authors

40 authors · 157 co-authorship links · 16 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • National Nuclear Energy Agency of Indonesia
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
  • Sam Ratulangi University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ali BainUniversitas Halu Oleo8
La Ode NafiuUniversitas Halu Oleo7
Hamdan HasUniversitas Halu Oleo6
Natsir SandiahUniversitas Halu Oleo5
Nur Santy AsminayaUniversitas Halu Oleo3
La MalesiUniversitas Halu Oleo3
Astriana NapirahUniversitas Halu Oleo3
Rahman RahmanUniversitas Halu Oleo2
Asma Bio KimestriUniversitas Halu Oleo2
Rahim AkaUniversitas Halu Oleo2
Cecep HidayatAffiliation unknown1
Rantan KrisnanAffiliation unknown1
Sjenny Sutryaty MalalantangSam Ratulangi University1
Takdir SailiUniversitas Halu Oleo1
Dewi FebrinaAffiliation unknown1
Rahmi FebriyantiAffiliation unknown1
Sadarman SadarmanAffiliation unknown1
La Ode HardiyantoAffiliation unknown1
Novia QomariyahAffiliation unknown1
Danung Nur AdliAffiliation unknown1
Deki ZulkarnainUniversitas Halu Oleo1
Hardiana HardianaAffiliation unknown1
Fuji Astuti AudzaAffiliation unknown1
Syamsuddin SyamsuddinAffiliation unknown1
Ulfah KhairunnisaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Irnawati IrnawatiAffiliation unknown1
Randi RandiAffiliation unknown1
Purnaning Dhian IsnaeniUniversitas Halu Oleo1
Firman NasiuUniversitas Halu Oleo1
Musram AbadiUniversitas Halu Oleo1
Irwahyumin GunawasAffiliation unknown1
Fuji Astuty AuzaUniversitas Halu Oleo1
Bona Malik IbrahimAffiliation unknown1
Happy Rizqa AmaliahAffiliation unknown1
Yunita Ramdhani TahirAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Tanaman Sorghum Green Fodder (SGF) Hasil Penanaman Secara Hidroponik yang Dipanen Pada Umur yang Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Wahyono, Teguh</dc:creator>
	<dc:creator>Khotimah, Husnul</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Widhi</dc:creator>
	<dc:creator>Ansori, Dedi</dc:creator>
	<dc:creator>Muawanah, Anna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sorgum yang dibudidayakan secara hidroponik dapat disebut dengan sorghum green fodder (SGF). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro tanaman sorgum hasil budidaya hidroponik yang dipanen pada umur yang berbeda. Perlakuan penelitian meliputi SGF yang dipanen pada hari ke 7, 8, 9 dan 10. Pada pengamatan kecernaan in vitro, keempat perlakuan SGF dibandingkan dengan rumput lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan, profil nutrisi, produksi gas dan produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGF 10 menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tertinggi (P0,05) namun tidak berbeda nyata dengan SGF 9. Kandungan protein kasar SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). SGF menghasilkan produksi gas total yang lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). Akan tetapi, SGF 10 menghasilkan produksi CH4 yang tinggi. Nilai energi termetabolis (EM) dan kecernaan bahan organik (KcBO) keempat perlakuan SGF terlihat lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro SGF semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya umur pemanenan. Umur panen SGF yang terbaik adalah pada hari ke-9.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">BATAN</dc:contributor>
	<dc:date>2019-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/5722</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jitro.v6i2.5722</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis; Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei; 166-174</dc:source>
	<dc:source>2406-9337</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jitro.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/5722/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>