Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

PENGARUH KETEPATAN WAKTU INSEMINASI BUATAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN KEBUNTINGAN DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR

JITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) · Vol. 5 No. 2 (2018) · pp. 58–62

DOI
10.33772/jitro.v5i2.6966
ISSN
2406-9337
Published
2018-05-23
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang-Sub Dinas Unit Pelaksana Teknis IB Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra peternakan rakyat sangat bergantung pada teknik Inseminasi Buatan tersebut. Dengan teknik ini sangat dimungkinkan untuk menghasilkan keturunan sapi yang memiliki daging unggul dengan harga jual yang lebih tinggi daripada sapi lokal, keadaan ini pada akhirnya akan membantu peningkatan ekonomi peternak. Selama pelaksanaan penelitian, input data berupa hari pelaksanaan IB, waktu birahi sapi betina dan waktu pelaksanaan IB. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan IB ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian evaluasi pelaksanaan IB di Kecamatan Gedangan menunjukkan bahwa IB yang dilakukan pada awal birahi memiliki tingkat keberhasilan sebesar 51,3%, pelaksanaan IB pada rentang waktu pertengahan birahi memiliki tingkat keberhasilan 100%, sedangkan pada tahap akhir birahi memiliki kemungkinan terjadinya konsepsi sebesar 30%. Setelah dilakukan analisa dan penghitungan presentase, maka angka keberhasilan IB di Kecamatan Gedangan adalah 57,37% dan angka ketidakberhasilan IB mencapai 42,63%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh ketepatan waktu IB terhadap tingkat keberhasilan kebuntingan di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Faktor-faktor penentu keberhasilan IB dalam hubungannya dengan ketepatan waktu IB adalah: kelainan anatomi saluran reproduksi, kelainan ovulasi, sel telur yang abnormal, sperma yang abnormal, dan kesalahan pengelolaan reproduksi.Keywords: artificial insemination, conception rate, estrus, standing heat

Collaboration network of the authors

31 authors · 71 co-authorship links · 8 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Kanjuruhan
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aju Tjatur Nugroho KrisnaningsihUniversitas Kanjuruhan4
Sugeng SantosoUniversitas Kanjuruhan3
Selvinus Lawu WoliUniversitas Kanjuruhan2
Waluyo Edi SusantoUniversitas Kanjuruhan2
Kris Nur UtomoUniversitas Kanjuruhan2
. RahmanUniversitas Halu Oleo1
Ni Kadek SaniasihAffiliation unknown1
Amiluddin IndiUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Nur AfandyAffiliation unknown1
La DimanAffiliation unknown1
La Ode Ba’aUniversitas Halu Oleo1
Arsiwan ArsiwanUniversitas Halu Oleo1
Takdir SailiUniversitas Halu Oleo1
Ilma Sarimustaqiyma RianseAffiliation unknown1
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Usman RianseAffiliation unknown1
Sarty SarabiahAffiliation unknown1
Henny LeondroAffiliation unknown1
Mansur MansurAffiliation unknown1
Rahman RahmanAffiliation unknown1
A. IndiAffiliation unknown1
Y. YadiAffiliation unknown1
W. KurniawanAffiliation unknown1
La Ode NafiuUniversitas Halu Oleo1
Sulna SulnaAffiliation unknown1
Takdir SailiAffiliation unknown1
Darni DarniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KETEPATAN WAKTU INSEMINASI BUATAN  TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN KEBUNTINGAN  DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Kusumawati, Enike Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahadi, Syam</dc:creator>
	<dc:creator>Sudianata, Fendi</dc:creator>
	<dc:creator>Yulianti, Dyah Lestari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang-Sub Dinas Unit Pelaksana Teknis IB Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra peternakan rakyat sangat bergantung pada teknik Inseminasi Buatan tersebut. Dengan teknik ini sangat dimungkinkan untuk menghasilkan keturunan sapi yang memiliki daging unggul dengan harga jual yang lebih tinggi daripada sapi lokal, keadaan ini pada akhirnya akan membantu peningkatan ekonomi peternak. Selama pelaksanaan penelitian, input data berupa hari pelaksanaan IB, waktu birahi sapi betina dan waktu pelaksanaan IB. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan IB ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian evaluasi pelaksanaan IB di Kecamatan Gedangan menunjukkan bahwa IB yang dilakukan pada awal birahi memiliki tingkat keberhasilan sebesar 51,3%, pelaksanaan IB pada rentang waktu pertengahan birahi memiliki tingkat keberhasilan 100%, sedangkan pada  tahap akhir birahi memiliki kemungkinan terjadinya konsepsi sebesar 30%. Setelah dilakukan analisa dan penghitungan presentase, maka angka keberhasilan IB di Kecamatan Gedangan adalah 57,37% dan angka ketidakberhasilan IB mencapai 42,63%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh  ketepatan waktu IB terhadap tingkat keberhasilan kebuntingan di Kecamatan Gedangan  Kabupaten Malang. Faktor-faktor penentu keberhasilan IB dalam hubungannya dengan ketepatan waktu IB adalah: kelainan anatomi saluran reproduksi, kelainan ovulasi, sel telur yang abnormal, sperma yang abnormal, dan kesalahan pengelolaan reproduksi.Keywords: artificial insemination, conception rate, estrus, standing heat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/6966</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jitro.v5i2.6966</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis; Vol 5, No 2 (2018): JITRO, Mei; 58-62</dc:source>
	<dc:source>2406-9337</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jitro.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/peternakan-tropis/article/view/6966/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>