Eksistensi etnis Tionghoa di Jawa telah berkontribusi pada lahirnya pola kehidupan sosial budaya yang multikultural. Keberagaman budaya tersebut merepresentasikan budaya Tionghoa dan budaya Jawa yang seimbang dan harmonis. Koeksistensi yang terbentuk telah menciptakan ruang budaya yang integratif dan akomodatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan melihat lebih dalam eksistensi dan koeksistensi budaya Tionghoa di tengah mayoritas Jawa di Yogyakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi di Ketandan, sebuah kampung Cina di kota Yogyakarta. Berbagai perayaan dan festival budaya yang menjadi bagian dari agenda masyarakat Kota Yogyakarta dilihat dalam menguji tingkat penerimaan budaya Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi budaya Tionghoa di Yogyakarta ditanggapi secara positif dan diakui keberadaannya. Budaya Tionghoa dapat hadir secara dinamis di tengah mayoritas Jawa. Hal tersebut telah membentuk koeksistensi budaya yang berkeseinambungan. Koeksistensi dua etnis, di mana budaya Tionghoa dan budaya Jawa dapat hadir berdampingan tanpa kesenjangan atau kecemburuan sosia, telah berhasil menjadi solusi untuk merawat keberagaman budaya.
Collaboration network of the authors
9 authors ·
24 co-authorship links
· 6 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Universitas Gadjah Mada
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.