Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Eksistensi dan Koeksistensi Budaya Tionghoa dalam Masyarakat Jawa Yogyakarta

Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian (2023)

DOI
10.31332/ai.v0i0.5843
ISSN
2541-0717, 1978-9726
Published
2023-06-25
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Eksistensi etnis Tionghoa di Jawa telah berkontribusi pada lahirnya pola kehidupan sosial budaya yang multikultural. Keberagaman budaya tersebut merepresentasikan budaya Tionghoa dan budaya Jawa yang seimbang dan harmonis. Koeksistensi yang terbentuk telah menciptakan ruang budaya yang integratif dan akomodatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan melihat lebih dalam eksistensi dan koeksistensi budaya Tionghoa di tengah mayoritas Jawa di Yogyakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi di Ketandan, sebuah kampung Cina di kota Yogyakarta. Berbagai perayaan dan festival budaya yang menjadi bagian dari agenda masyarakat Kota Yogyakarta dilihat dalam menguji tingkat penerimaan budaya Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi budaya Tionghoa di Yogyakarta ditanggapi secara positif dan diakui keberadaannya. Budaya Tionghoa dapat hadir secara dinamis di tengah mayoritas Jawa. Hal tersebut telah membentuk koeksistensi budaya yang berkeseinambungan. Koeksistensi dua etnis, di mana budaya Tionghoa dan budaya Jawa dapat hadir berdampingan tanpa kesenjangan atau kecemburuan sosia, telah berhasil menjadi solusi untuk merawat keberagaman budaya.

Collaboration network of the authors

9 authors · 24 co-authorship links · 6 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
  • Universitas Gadjah Mada
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muassomah MuassomahUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Wildana WargadinataUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Galuh Nur RohmahUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Rohmani Nur IndahUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Siti MasitohUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Istiadah IstiadahUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2541-0717/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Eksistensi dan Koeksistensi Budaya Tionghoa dalam Masyarakat Jawa Yogyakarta</dc:title><dc:creator>Jasmine, Asyifa Nadia</dc:creator><dc:creator>Yusuf, Mohamad</dc:creator><dc:creator>Abdullah, Irwan</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Eksistensi etnis Tionghoa di Jawa telah berkontribusi pada lahirnya pola kehidupan sosial budaya yang multikultural. Keberagaman budaya tersebut merepresentasikan budaya Tionghoa dan budaya Jawa yang seimbang dan harmonis. Koeksistensi yang terbentuk telah menciptakan ruang budaya yang integratif dan akomodatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan melihat lebih dalam eksistensi dan koeksistensi budaya Tionghoa di tengah mayoritas Jawa di Yogyakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi di Ketandan, sebuah kampung Cina di kota Yogyakarta. Berbagai perayaan dan festival budaya yang menjadi bagian dari agenda masyarakat Kota Yogyakarta dilihat dalam menguji tingkat penerimaan budaya Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi budaya Tionghoa di Yogyakarta ditanggapi secara positif dan diakui keberadaannya. Budaya Tionghoa dapat hadir secara dinamis di tengah mayoritas Jawa. Hal tersebut telah membentuk koeksistensi budaya yang berkeseinambungan. Koeksistensi dua etnis, di mana budaya Tionghoa dan budaya Jawa dapat hadir berdampingan tanpa kesenjangan atau kecemburuan sosia, telah berhasil menjadi solusi untuk merawat keberagaman budaya.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2023-06-25</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.5843</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/ai.v0i0.5843</dc:identifier><dc:source>Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian; (2023); 15</dc:source><dc:source>2541-0717</dc:source><dc:source>1978-9726</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-izzah/article/viewFile/5843/2226</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>