Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

LEGALITAS TAFSIR TABIÍN DALAM KHAZANAH TAFSIR AL-QURAN

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 8 No. 1 (2022)

DOI
10.31332/zjpi.v8i1.3652
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2022-07-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Produk tafsir akan senantiasa lahir pada setiap kurun waktunya, namun apakah produk tafsir tersebut bisa menjadi legal atau tidak, itu tergantung sejauh mana sumber yang dijadikan rujukan tafsirannya itu bisa dipertanggungjawabkan. Artikel ini membahas tentang legalitas penafsiran al-Quran generasi Tabiín. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan generasi Tabiín dalam bidang tafsir al-Quran dan sejauh mana legalitas tafsiran mereka dalam khazanah tafsir al-Quran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu jenis penelitian yang semua datanya berasal dari bahan-bahan tertulis, seperti buku, naskah, dokumen dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan para Tabiín dalam bidang tafsir sangatlah signifikan, pasalnya banyak tafsiran mereka yang sampai pada abad ini dan dijadikan rujukan oleh para mufasir generasi berikutnya; tafsir Tabiín bisa diterima jika diantara mereka terjadi kesepakatan makna. Sedangkan jika terjadi perbedaan penafsiran, maka pendapat sebagian mereka tidak bisa menjadi argumentasi bagi yang menyelisihinya dan tidak juga bagi generasi setelahnya, sehingga langkah yang harus ditempuh adalah mengembalikannya ke makna bahasa Arab secara umum.

Collaboration network of the authors

10 authors · 22 co-authorship links · 8 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • University of Darussalam Gontor
  • Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
  • Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Amir SahidinUniversity of Darussalam Gontor1
Yusuf Al ManaanuUniversity of Darussalam Gontor1
Muhammad NasiruddinAffiliation unknown1
Ike YulisaUniversitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang1
Muhamad Fahrudin YusufInstitut Agama Islam Negeri Kerinci1
Luqyana Azmiya PutriInstitut Agama Islam Negeri Kerinci1
Mhd. RasidinInstitut Agama Islam Negeri Kerinci1
Nurul Salis AlaminInstitut Agama Islam Negeri Kerinci1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>LEGALITAS TAFSIR TABIÍN DALAM KHAZANAH TAFSIR AL-QURAN</dc:title><dc:creator>Rohman, Abdul</dc:creator><dc:creator>Witro, Doli</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Produk tafsir akan senantiasa lahir pada setiap kurun waktunya, namun apakah produk tafsir tersebut bisa menjadi legal atau tidak, itu tergantung sejauh mana sumber yang dijadikan rujukan tafsirannya itu bisa dipertanggungjawabkan. Artikel ini membahas tentang legalitas penafsiran al-Quran generasi Tabiín. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan generasi Tabiín dalam bidang tafsir al-Quran dan sejauh mana legalitas tafsiran mereka dalam khazanah tafsir al-Quran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu jenis penelitian yang semua datanya berasal dari bahan-bahan tertulis, seperti buku, naskah, dokumen dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan para Tabiín dalam bidang tafsir sangatlah signifikan, pasalnya banyak tafsiran mereka yang sampai pada abad ini dan dijadikan rujukan oleh para mufasir generasi berikutnya; tafsir Tabiín bisa diterima jika diantara mereka terjadi kesepakatan makna. Sedangkan jika terjadi perbedaan penafsiran, maka pendapat sebagian mereka tidak bisa menjadi argumentasi bagi yang menyelisihinya dan tidak juga bagi generasi setelahnya, sehingga langkah yang harus ditempuh adalah mengembalikannya ke makna bahasa Arab secara umum.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2022-07-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zjpi.v8i1.3652</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zjpi.v8i1.3652</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 8 No 1 (2022); 68</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/viewFile/3652/1901</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>