Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

PENDIDIKAN KARAKTER DAN AKHLAK ERA MODERN PERSPEKTIF IBNU MISKAWAIH

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 10 No. 2 (2024)

DOI
10.31332/zjpi.v10i2.9938
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2024-12-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibn Miskawaih tentang akhlak dan korelasinya sistem pendidikan. Metode penelitian yang digunakan ialah library research (studi pustaka). Data primer yang digunakan adalah kitab Tahdzib al-Akhlak. Data sekunder diperoleh dari buku-buku dan artikel jurnal dan hasil-hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep akhlak Ibnu Miskawaih yaitu doktrin jalan tengah sebagai yaitu arif, sederhana (yang diiringi sifat dermawan), berani (yang diiringi sifat sabar), dan adil. Tujuan pendidikan akhlah yaitu terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan bagi terciptanya semua perbuatan yang bernilai baik, sehingga mencapai kesempurnaan (teoritis dan praktis) dan memperoleh kebahagiaan yang sempurna (alsa‘ādah), mengendalikan nafsu dan marah, patuh kepada akal dan syariat, kemudian diiringi kerjasama (hidup) dengan kenikmatan (spiritual). Relevansi pemikiran Ibnu Miskwaih di era modern ini adalah bahwa pendidikan akhlak harus selalu di pegang teguh oleh pendidik dan peserta didik guna menghadapi segala tuntutan di era modern in. Proses kesesuaian antar agama dan pemikiran (religious-rasional) harus di langsungkan terus menerus untuk membangun struktur dan kultur kehidupan stabil dan damai yang bersendikan iman dan taqwa kepada Tuhan

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • IAIN Kudus
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Febri Amin NurrohmanSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>PENDIDIKAN KARAKTER DAN AKHLAK ERA MODERN PERSPEKTIF IBNU MISKAWAIH</dc:title><dc:creator>Partono, Partono</dc:creator><dc:creator>Siregar, Maragustam</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibn Miskawaih tentang akhlak dan korelasinya sistem pendidikan. Metode penelitian yang digunakan ialah library research (studi pustaka). Data primer yang digunakan adalah kitab Tahdzib al-Akhlak. Data sekunder diperoleh dari buku-buku dan artikel jurnal dan hasil-hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep akhlak Ibnu Miskawaih yaitu doktrin jalan tengah sebagai yaitu arif, sederhana (yang diiringi sifat dermawan), berani (yang diiringi sifat sabar), dan adil. Tujuan pendidikan akhlah yaitu terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan bagi terciptanya semua perbuatan yang bernilai baik, sehingga mencapai kesempurnaan (teoritis dan praktis) dan memperoleh kebahagiaan yang sempurna (alsa‘ādah), mengendalikan nafsu dan marah, patuh kepada akal dan syariat, kemudian diiringi kerjasama (hidup) dengan kenikmatan (spiritual). Relevansi pemikiran Ibnu Miskwaih di era modern ini adalah bahwa pendidikan akhlak harus selalu di pegang teguh oleh pendidik dan peserta didik guna menghadapi segala tuntutan di era modern in. Proses kesesuaian antar agama dan pemikiran (religious-rasional) harus di langsungkan terus menerus untuk membangun struktur dan kultur kehidupan stabil dan damai yang bersendikan iman dan taqwa kepada Tuhan&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2024-12-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zjpi.v10i2.9938</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zjpi.v10i2.9938</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 10 No 2 (2024); 40</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/viewFile/9938/2937</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>