Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

Pemikiran Ibn Taymiyyah terhadap Aliran Filsafat Idealisme dan Realisme serta Relevansinya terhadap Pemikiran Pendidikan Islam

Ibn Taymiyyah’s Views on the Philosophical Schools of Idealism and Realism and Their Relevance to Islamic Thought

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 12 No. 1 (2026) · pp. 28–42

DOI
10.31332/zawiyah.v12i1.13369
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2026-07-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Artikel ini menelaah epistemologi Ibn Taymiyyah sebagai dasar filosofis bagi rekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Berangkat dari kegelisahan terhadap fragmentasi antara hafalan tekstual, pengabaian realitas empiris, dan penetrasi idealisme serta realisme Barat dalam kurikulum modern, penelitian ini berupaya menawarkan kerangka integratif yang berpijak pada triadik wahyu–akal–fitrah. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka komparatif-filosofis terhadap teks klasik Ibn Taymiyyah dan riset akademik modern yang memetakan pemikiran Ibn Taymiyyah yang relevan terhadap filsafat idealisme dan realisme, termasuk penolakannya terhadap universalia metafisik, pemisahan esensi–eksistensi, serta ketergantungannya pada silogisme Aristotelian. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi Ibn Taymiyyah menegaskan realisme teistik berbasis pengalaman inderawi, tawātur, dan disposisi fitrah sebagai sumber kepastian pengetahuan, disertai preferensi pada penalaran analogis (qiyās tamsīl) yang lebih kontekstual dan aplikatif daripada deduksi formal. Kajian ini menyimpulkan bahwa struktur epistemik Ibn Taymiyyah memiliki relevansi langsung terhadap desain kurikulum, pedagogi berbasis fitrah, integrasi ilmu, dan penguatan karakter spiritual di era digital. Dengan demikian, epistemologi Taymiyyan menawarkan fondasi konseptual bagi model pendidikan Islam yang kritis, empiris, dan tetap berakar pada nilai-nilai wahyu.

Collaboration network of the authors

5 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Indonesia University of Education
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Pemikiran Ibn Taymiyyah terhadap Aliran Filsafat Idealisme dan Realisme serta Relevansinya terhadap Pemikiran Pendidikan Islam</dc:title><dc:title>Ibn Taymiyyah’s Views on the Philosophical Schools of Idealism and Realism and Their Relevance to Islamic Thought</dc:title><dc:creator>Abdullah Helmy, Helmy</dc:creator><dc:creator>Aksaril Huda Ritonga, Mhd</dc:creator><dc:creator>Parhan, Muhamad</dc:creator><dc:creator>Warasy Batula, Abu</dc:creator><dc:creator>Hikmatiar, Zidny</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Artikel ini menelaah epistemologi Ibn Taymiyyah sebagai dasar filosofis bagi rekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Berangkat dari kegelisahan terhadap fragmentasi antara hafalan tekstual, pengabaian realitas empiris, dan penetrasi idealisme serta realisme Barat dalam kurikulum modern, penelitian ini berupaya menawarkan kerangka integratif yang berpijak pada triadik wahyu–akal–fitrah. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka komparatif-filosofis terhadap teks klasik Ibn Taymiyyah dan riset akademik modern yang memetakan pemikiran Ibn Taymiyyah yang relevan terhadap filsafat idealisme dan realisme, termasuk penolakannya terhadap universalia metafisik, pemisahan esensi–eksistensi, serta ketergantungannya pada silogisme Aristotelian. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi Ibn Taymiyyah menegaskan realisme teistik berbasis pengalaman inderawi, tawātur, dan disposisi fitrah sebagai sumber kepastian pengetahuan, disertai preferensi pada penalaran analogis (qiyās tamsīl) yang lebih kontekstual dan aplikatif daripada deduksi formal. Kajian ini menyimpulkan bahwa struktur epistemik Ibn Taymiyyah memiliki relevansi langsung terhadap desain kurikulum, pedagogi berbasis fitrah, integrasi ilmu, dan penguatan karakter spiritual di era digital. Dengan demikian, epistemologi Taymiyyan menawarkan fondasi konseptual bagi model pendidikan Islam yang kritis, empiris, dan tetap berakar pada nilai-nilai wahyu.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2026-07-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zawiyah.v12i1.13369</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zawiyah.v12i1.13369</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 12 No 1 (2026); 28-42</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/download/13369/4188</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>