Isu Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam Masih Menjadi Perdebatan Teologis Dan Sosial Di Kalangan Masyarakat Muslim Kontemporer. Salah Satu Tokoh Yang Memicu Diskursus Global Mengenai Hal Ini Adalah Amina Wadud, Khususnya Setelah Peristiwa Ia Memimpin Salat Jumat Pada Tahun 2005. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Pemikiran Amina Wadud Terkait Kesetaraan Gender Dan Kepemimpinan Perempuan Dalam Ibadah, Serta Mengkaji Respons Dunia Islam Terhadap Gagasan Tersebut Dalam Perspektif Sosiologis Dan Historis Peradaban Islam Kontemporer. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Pendekatan Kualitatif Dengan Jenis Studi Pustaka (Library Research), Menggunakan Karya-Karya Amina Wadud Sebagai Sumber Primer Dan Berbagai Artikel Ilmiah Serta Jurnal Akademik Sebagai Sumber Sekunder. Analisis Dilakukan Dengan Pendekatan Hermeneutika Feminis Untuk Memahami Konstruksi Tafsir Al-Qur’an Yang Adil Gender. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Tafsir Amina Wadud Menegaskan Prinsip Kesetaraan Gender Dalam Islam Dan Menyatakan Bahwa Tidak Terdapat Larangan Tekstual Eksplisit Dalam Al-Qur’an Terhadap Kepemimpinan Perempuan Dalam Konteks Tertentu. Respons Masyarakat Muslim Terhadap Pemikiran Ini Beragam, Mulai Dari Penolakan Normatif Hingga Penerimaan Progresif, Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Budaya, Historis, Dan Sosial. Penelitian Ini Menegaskan Pentingnya Dialog Inklusif Antara Akademisi, Ulama, Dan Komunitas Muslim Dalam Merespons Tafsir Feminis Islam.
Collaboration network of the authors
5 authors ·
10 co-authorship links
· 9 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.