Mengkaji Ahmadiyah penting untuk memahami kompleksitas dinamika keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Analisis terhadap ajaran dan praktik Ahmadiyah memberikan wawasan tentang perbedaan teologis. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengkaji konsep Kepercayaan dan Ajaran Teologis Ahmadiyah. Kedua, Untuk mengkaji Perkembangan Sejarah Ahmadiyah. Ketiga, Untuk mengkaji Respons Umat Islam dari Kalangan Ulama Maupun Organisasi Keagamaan Terhadap Eksistensi dan Ajaran Ahmadiyah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer meliputi buku-buku akademik, artikel jurnal, fatwa keagamaan, serta publikasi lain yang membahas Ahmadiyah dan sumber sekunder yang bersumber dari buku-buku atau artikel diluar pembahasan Ahmadiyah sebagai data pendukung. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Ahmadiyah memiliki konsep berbeda terhadap kenabian, wahyu, Khilafah, dan Jihad. Kedua, Perkembangan Sejarah Ahmadiyah Sejak Pendiriannya hingga Penyebarannya di Dunia Islam yang menelusuri Kondisi Sosial-Keagamaan India Abad ke-19, Biografi Ringkas Mirza Ghulam Ahmad, dan Metode Gerakan. Dan Perkembangan dan Perpecahan Internal Ahmadiyah. Ketiga, Respons Umat Islam dari Kalangan Ulama Maupun Organisasi Keagamaan Terhadap Eksistensi dan Ajaran Ahmadiyah yang terdiri respon Buya Hamkah terhadap aliran Ahmadiyah, dan Fatwa penyesatan Ahmadiyah oleh Majelis Ulama Indonesia di tahun 2005.
Collaboration network of the authors
4 authors ·
6 co-authorship links
· 3 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Universitas Bosowa
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.