Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

Tazkiyat Al-Nafs dalam Penegakan Hukum: Kajian Pemikiran Al-Ghazali

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 11 No. 2 (2025) · pp. 18–28

DOI
10.31332/zawiyah.v11i2.12873
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2025-12-23
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Keberagaman hukum di Indonesia, yang mencakup hukum positif, hukum adat, dan norma keagamaan, menghadirkan tantangan dalam menciptakan sistem keadilan yang efektif dan inklusif. Penegakan hukum yang lebih mengedepankan prosedur formalistik daripada nilai moral sering kali mengabaikan keadilan substantif. Artikel ini mengkaji penerapan tazkiyatun nafs dalam memperkuat sistem keadilan yang berbasis integritas moral dan etika. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan analisis konten dengan menggali pemikiran al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs bukan hanya sebagai konsep spiritual, tetapi juga sebagai dasar moral yang berperan dalam membentuk keadilan personal, kepemimpinan, dan institusional. Penerapan konsep ini dapat memperdalam keadilan substantif dalam kebijakan publik dan penegakan hukum, menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan transparan. Penelitian ini menyarankan agar tazkiyatun nafs diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan hukum dan kebijakan publik serta diimplementasikan dalam praktik hukum yang plural di Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pendekatan moral dalam membangun sistem hukum yang berintegritas. Dengan memasukkan nilai-nilai moral tazkiyatun nafs, diharapkan sistem hukum Indonesia dapat menciptakan keadilan yang lebih merata dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan teknis.

Collaboration network of the authors

33 authors · 63 co-authorship links · 10 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
  • STAI Al-Anwar Sarang Rembang
  • Hasanuddin University
  • Islamic University of Madinah
  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aris Darmawan Al HabibInstitut Agama Islam Negeri Kendari6
Asrianto ZainalInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Ira TrisnawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Siti Farrohah AliminaSTAI Al-Anwar Sarang Rembang2
Ahmadi AhmadiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Muh. IdrisInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Ahmad Rizal DarwisInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Rahmi SulastriInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Ripal HaliqInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rahayu PurnamadamayantiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Hasrullah HasrullahHasanuddin University1
Syamsia SyamsiaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad AlifuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurlaela NurlaelaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Umair AkramInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Andi YaqubInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Hasna HasnaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
AhmadAffiliation unknown1
Abdul Karim HidayatullahIslamic University of Madinah1
Muh. Abdillah Tri Febrianto AlwiAffiliation unknown1
Lian Mulyani MuthalibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ahmad RidhoInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Iis fahrizah ulfahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
YusriSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1
Muhammad NajibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Tri ana TriInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Arini PratiwiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Tazkiyat Al-Nafs dalam Penegakan Hukum : Kajian Pemikiran Al-Ghazali</dc:title><dc:creator>Adhi Pratama, Finsa</dc:creator><dc:creator>Nur Qadar Ar. Razak, Aris</dc:creator><dc:creator>Habibullah, Habibullah</dc:creator><dc:creator>Qosim, Nanang</dc:creator><dc:creator>Asrianto Zainal, Muh</dc:creator><dc:creator>Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo Uke, La</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Keberagaman hukum di Indonesia, yang mencakup hukum positif, hukum adat, dan norma keagamaan, menghadirkan tantangan dalam menciptakan sistem keadilan yang efektif dan inklusif. Penegakan hukum yang lebih mengedepankan prosedur formalistik daripada nilai moral sering kali mengabaikan keadilan substantif. Artikel ini mengkaji penerapan tazkiyatun nafs dalam memperkuat sistem keadilan yang berbasis integritas moral dan etika. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan analisis konten dengan menggali pemikiran al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs bukan hanya sebagai konsep spiritual, tetapi juga sebagai dasar moral yang berperan dalam membentuk keadilan personal, kepemimpinan, dan institusional. Penerapan konsep ini dapat memperdalam keadilan substantif dalam kebijakan publik dan penegakan hukum, menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan transparan. Penelitian ini menyarankan agar tazkiyatun nafs diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan hukum dan kebijakan publik serta diimplementasikan dalam praktik hukum yang plural di Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pendekatan moral dalam membangun sistem hukum yang berintegritas. Dengan memasukkan nilai-nilai moral tazkiyatun nafs, diharapkan sistem hukum Indonesia dapat menciptakan keadilan yang lebih merata dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan teknis.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-12-23</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zawiyah.v11i2.12873</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zawiyah.v11i2.12873</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 11 No 2 (2025); 18-28</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/download/12873/3812</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>