Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

Peta Bibliometrik Pemikiran Filsafat Pendidikan Islam Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid: Arah, Tren, dan Relevansi dalam Pendidikan Kontemporer

ChatGPT bilang: Bibliometric Mapping of the Philosophical Thought of Islamic Education by Abdurrahman Wahid and Nurcholish Madjid: Direction, Trends, and Relevance in Contemporary Education

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 11 No. 2 (2025) · pp. 117–128

DOI
10.31332/zawiyah.v11i2.13110
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2025-12-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Artikel ini bertujuan memetakan arah, tren, dan relevansi pemikiran filsafat pendidikan Islam Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dalam konteks pendidikan kontemporer melalui pendekatan bibliometrik. Kedua tokoh ini merupakan intelektual Muslim Indonesia yang berpengaruh besar dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif, humanis, dan demokratis. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik terhadap publikasi ilmiah terkait pemikiran Gus Dur dan Cak Nur pada basis data akademik selama satu dekade terakhir, dilengkapi dengan kajian literatur konseptual. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur menekankan pluralisme, humanisme, dan pendidikan berbasis nilai kemanusiaan, sementara Cak Nur menyoroti rasionalitas, modernisasi, serta keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dialektika keduanya memperlihatkan titik temu dalam menjadikan pendidikan Islam sebagai sarana pembebasan, pemberdayaan, dan pembangunan masyarakat madani, meskipun dengan penekanan berbeda: Gus Dur pada praksis sosial-kultural, dan Cak Nur pada rasionalitas epistemologis. Integrasi pemikiran keduanya terbukti relevan dalam merumuskan arah baru pendidikan Islam di era globalisasi yang menuntut keterbukaan, toleransi, dan inovasi, sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan universal.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  • Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Peta Bibliometrik Pemikiran Filsafat Pendidikan Islam Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid: Arah, Tren, dan Relevansi dalam Pendidikan Kontemporer</dc:title><dc:title>ChatGPT bilang:  Bibliometric Mapping of the Philosophical Thought of Islamic Education by Abdurrahman Wahid and Nurcholish Madjid: Direction, Trends, and Relevance in Contemporary Education</dc:title><dc:creator>Qodriyanto, Farhan</dc:creator><dc:creator>Firdaus Lubis, Mhd</dc:creator><dc:creator>Muardi, Muardi</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Artikel ini bertujuan memetakan arah, tren, dan relevansi pemikiran filsafat pendidikan Islam Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dalam konteks pendidikan kontemporer melalui pendekatan bibliometrik. Kedua tokoh ini merupakan intelektual Muslim Indonesia yang berpengaruh besar dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif, humanis, dan demokratis. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik terhadap publikasi ilmiah terkait pemikiran Gus Dur dan Cak Nur pada basis data akademik selama satu dekade terakhir, dilengkapi dengan kajian literatur konseptual. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur menekankan pluralisme, humanisme, dan pendidikan berbasis nilai kemanusiaan, sementara Cak Nur menyoroti rasionalitas, modernisasi, serta keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dialektika keduanya memperlihatkan titik temu dalam menjadikan pendidikan Islam sebagai sarana pembebasan, pemberdayaan, dan pembangunan masyarakat madani, meskipun dengan penekanan berbeda: Gus Dur pada praksis sosial-kultural, dan Cak Nur pada rasionalitas epistemologis. Integrasi pemikiran keduanya terbukti relevan dalam merumuskan arah baru pendidikan Islam di era globalisasi yang menuntut keterbukaan, toleransi, dan inovasi, sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan universal.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-12-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zawiyah.v11i2.13110</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zawiyah.v11i2.13110</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 11 No 2 (2025); 117-128</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/download/13110/3875</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>