Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 3

Rekonstruksi Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas serta Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Era Modern

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam · Vol. 11 No. 2 (2025) · pp. 1–17

DOI
10.31332/zawiyah.v11i2.13172
ISSN
2579-955X, 2477-6149
Published
2025-12-19
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai integrasi agama dan sains serta relevansinya bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan sumber primer berupa karya-karya al-Attas, seperti Islam and Secularism dan Prolegomena to the Metaphysics of Islam, serta sumber sekunder berupa artikel jurnal dan buku terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan tiga konsep utama dalam integrasi ilmu, yaitu Islamisasi ilmu pengetahuan, pandangan dunia Islam sebagai fondasi epistemologis, serta pentingnya adab dan ta’dib dalam pendidikan. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa pemikiran al-Attas mampu menawarkan rekonstruksi epistemologi Islam yang kritis terhadap sekularisme dan saintisme, sekaligus memberikan arah baru bagi kurikulum dan strategi pembelajaran PAI. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa paradigma al-Attas relevan untuk membangun pendidikan Islam yang holistik, mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual peserta didik, serta membuka peluang bagi pengembangan riset lanjutan di bidang kurikulum dan praktik pembelajaran integratif.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2579-955X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Rekonstruksi Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas serta Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Era Modern</dc:title><dc:creator>Jamil, Sukron</dc:creator><dc:creator>Dewi, Eva</dc:creator><dc:creator>Amir Toedien, Faisal</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai integrasi agama dan sains serta relevansinya bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan sumber primer berupa karya-karya al-Attas, seperti Islam and Secularism dan Prolegomena to the Metaphysics of Islam, serta sumber sekunder berupa artikel jurnal dan buku terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan tiga konsep utama dalam integrasi ilmu, yaitu Islamisasi ilmu pengetahuan, pandangan dunia Islam sebagai fondasi epistemologis, serta pentingnya adab dan ta’dib dalam pendidikan. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa pemikiran al-Attas mampu menawarkan rekonstruksi epistemologi Islam yang kritis terhadap sekularisme dan saintisme, sekaligus memberikan arah baru bagi kurikulum dan strategi pembelajaran PAI. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa paradigma al-Attas relevan untuk membangun pendidikan Islam yang holistik, mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual peserta didik, serta membuka peluang bagi pengembangan riset lanjutan di bidang kurikulum dan praktik pembelajaran integratif.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-12-19</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/zawiyah.v11i2.13172</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/zawiyah.v11i2.13172</dc:identifier><dc:source>Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam; Vol 11 No 2 (2025); 1-17</dc:source><dc:source>2579-955X</dc:source><dc:source>2477-6149</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/download/13172/3797</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>