Jurnal
Penerapan Al-Ibra' Pada Pembiayaan Murabahah Menurut Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 47/Dsn-Mui/Ii/2005 Tentang Penyelesaian Piutang Murabahah Bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar Pada Bni Syariah Kantor Cabang Wua-Wua Kendari
Fawaid: Sharia Economic Law Review · Vol. 1 No. 1 (2021)
- ISSN
- 2828-576X, 2828-4593
- Published
- 2021-05-03
- Publisher
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
Abstract
Menghapuskan hutang seseorang yang dalam kesusahan merupakan salah satu kegiatan muamalah yang mempunyai nilai sosial yang sangat tinggi tanpa adanya nilai komersial dan terdapat unsur kemanusiaannya. Sehingga hal tersebut sangat dianjurkan dalam Islam. BNI Syariah merupakan lembaga keuangan yang berlandaskan syariah dan merupakan lembaga keuangan di Kota Kendari. Salah satu unit di BNI Syariah yaitu: Griya iB Hasanah yang akan memfasilitasi pembiayaan konsumtif seperti membeli, membangun, merenovasi rumah/ruko, membeli tanah kavling siap bangun dengan menggunakan akad murabahah. Kasus penghapusan hutang yang terjadi antara pihak BNI Syariah dan nasabah dalam akadnya disertai dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh pihak nasabah, syarat tersebut berupa debitur atau nasabah yang mengalami kesulitan memenuhi kriteria ketidakmampuan untuk membayar dan nasabah tersebut menginformasikan kepada pihak BNI Syariah atas apa yang dialami oleh nasabah. Artikel ini berusaha menjawab permasalahan yang menjadi rumusan masalah yaitu: Bagaimana Penerapan Al-Ibra’ pada Pembiayaan Murabahah Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 47/DSN-MUI/II/2005 Tentang Penyelesaian Piutang Murabahah Bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar pada BNI Syariah Kantor Cabang Wua-Wua Kendari. Dalam hukum Islam mengenai hukum penghapusan hutang sebagaimana yang diberikan oleh BNI Syariah kepada pihak nasabah tidak dibolehkan karena yang menjadi objek pengapusan adalah materi. Para Ulama Fiqih membolehkan jika berkaitan dengan hak bukan materi. Al-ibra’ juga hanya akan berlaku apabila terkait dengan hak manusia semata yaitu segala hal yang berhubungan dengan kepentingan perorangan, yang secara langsung menyangkut juga masyarakat. Mengenai syarat yang ditetapkan oleh BNI Syariah kepada nasabah sesuai dengan hukum Islam, karena syarat yang diajukan oleh BNI Syariah hanya sebagai penguat jaminan terhadap pelaksanaan penghapusan hutang tersebut.
Collaboration network of the authors
19 authors · 29 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Utriana Utriana | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muḥammad Iqbāl | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Jabal Nur | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muhammad Zulfahnuri Syamsu | Affiliation unknown | 1 |
| Asrianto Zainal | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Pitriana Pitriana | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ashadi L. Diab | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Abdul Khasan | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Sriwaty Sakkirang | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Sri Wahyuni Asap | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Rusnam Rusnam | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Sarwan Sarwan | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Indah Dwi Utami | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ahmad Ahmad | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Rusdin Muhalling | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Dina Fathnas Putri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.