Jurnal
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upah Jasa Pembuatan Karya Tulis (Skripsi) Studi Kasus Di Kecamatan Baruga Kota Kendari
Fawaid: Sharia Economic Law Review · Vol. 1 No. 1 (2021)
- ISSN
- 2828-576X, 2828-4593
- Published
- 2021-05-03
- Publisher
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
Abstract
Praktik upah jasa Pembuatan karya tulis (Skripsi) pada dasarnya memenuhi rukun dan syarat upah dalam muamalah, namun keadaan tersebut bertolak belakang dan bertentangan dengan kode etik akademik bahkan berdampak negatif bagi pengembangan mutu pendidikan. Adapun permasalahan yang dikaji dalam artikel ini adalah a). Bagaimana bentuk akad upah jasa pembuatan karya tulis ilmiah akademik di Kecamatan Baruga Kota Kendari?, b). Bagaimana praktik upah jasa pembuatan karya tulis ilmiah akademik di Kecamatan Baruga Kota Kendari? dan c). Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang praktik upah jasa pembuatan karya tulis ilmiah akademik di Kecamatan Baruga Kota Kendari? Sedangkan tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran bentuk akad dan praktik upah jasa pembuatan karya tulis ilmiah akademik di Kecamatan Baruga Kota Kendari, sekaligus untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang praktik upah jasa pembuatan karya tulis ilmiah akademik di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Bentuk akad upah jasa Pembuatan karya tulis (Skripsi) di Kecamatan Baruga Kota Kendari secara umum dilakukan dengan lisan dan memenuhi syarat Sighah yaitu ijab dan qabul (serah terima), dan telah memenuhi Aqid (perjanjian si pembuat) 2). Praktik upah jasa pembuatan karya tulis (Skripsi) terdapat dua karakteristik dalam menjalankan praktiknya yakni dengan metode tersembunyi dan metode penyamaran yang dijalankan secara terselubung, rahasia, dan tertutup, 3). Tinjauan hukum Islam tentang praktik upah jasa Pembuatan karya tulis (Skripsi) di Kecamatan Baruga Kota Kendari pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat upah dalam ketentuan hukum Islam, namun dilarang karena upah jasa tersebut melangggar kode etik akademik, pelanggaran intelektual, kemunafikan intelektual, dan mempunyai banyak dampak negatif.
Collaboration network of the authors
27 authors · 48 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Aris Nur Qadar Ar Razak | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Ashadi L. Diab | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Aris Darmawan Al Habib | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Rahayu Purnamadamayanti | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Iis Herlinda | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Sitti Halimang | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ita Purnamasari | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ipandang Ipandang | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Pitriana Pitriana | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Enik Andriani | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Mira Jayanti | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Sriwaty Sakkirang | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muhammad Hadi | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Fauzia Sidiqa Ahmad | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muḥammad Iqbāl | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Wa Nurlian | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Kamaruddin Kamaruddin | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Dhita Amalia Safitri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Kamila Wafiq Afifah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Anugrah Reskiani | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Nur Azizah Huzaimah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| La Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo Uke | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ahmad Rizal Darwis | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Yusri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.