Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ANALISIS KONSEP MONOPOLI DALAM TRANSAKSI EKONOMI SYARIAH

Modern Retail Competition and Traditional Stall Viability under Sharia Economic Law in Kendari

Fawaid: Sharia Economic Law Review · Vol. 8 No. 2 (2026) · pp. 90–111

DOI
10.31332/flr.v8i2.11464
ISSN
2828-576X, 2828-4593
Published
2026-10-20
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Monopoli dalam konteks ekonomi syariah disebut sebagai "ihtikar" atau perilaku menimbun, yang dilarang karena dapat mengganggu mekanisme pasar dan keseimbangan ekonomi. Meskipun demikian, ada kasus di mana monopoli dapat diperbolehkan jika tujuannya adalah untuk mencapai kemakmuran rakyat. Praktik monopoli merupakan jenis pelanggaran dalam bermuamalah sebab akan mengakibatkan mekanisme pasar terganggu, sehingga produsen akan mendapatkan untung besar, sedangkan konsumen akibat tindakan penimbunan tersebut akan mengalami penderitaan dan kerugian. Jadi, akibat monopili, masyarakat luas akan dirugikan akibat ulah sekelompok kecil pelaku monopoli yang sangat zalim, egois, dan tidak bertanggung jawab.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Quaid-i-Azam University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2828-576X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>ANALISIS KONSEP MONOPOLI DALAM TRANSAKSI EKONOMI SYARIAH</dc:title><dc:title>Modern Retail Competition and Traditional Stall Viability under Sharia Economic Law in Kendari</dc:title><dc:creator>Ahmad Pais</dc:creator><dc:creator>Iqbal, Zainab</dc:creator><dc:creator>Andi Muh. Ishak</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Monopoli dalam konteks ekonomi syariah disebut sebagai "ihtikar" atau perilaku menimbun, yang dilarang karena dapat mengganggu mekanisme pasar dan keseimbangan ekonomi. Meskipun demikian, ada kasus di mana monopoli dapat diperbolehkan jika tujuannya adalah untuk mencapai kemakmuran rakyat. Praktik monopoli merupakan jenis pelanggaran dalam bermuamalah sebab akan mengakibatkan mekanisme pasar terganggu, sehingga produsen akan mendapatkan untung besar, sedangkan konsumen akibat tindakan penimbunan tersebut akan mengalami penderitaan dan kerugian. Jadi, akibat monopili, masyarakat luas akan dirugikan akibat ulah sekelompok kecil pelaku monopoli yang sangat zalim, egois, dan tidak bertanggung jawab.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2026-10-20</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/flr.v8i2.11464</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/flr.v8i2.11464</dc:identifier><dc:source>Fawaid: Sharia Economic Law Review; Vol 8 No 2 (2026); 90-111</dc:source><dc:source>2828-576X</dc:source><dc:source>2828-4593</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/fawaid/article/download/11464/4258</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>