Jurnal
Tinjauan Hukum Islam Perdagangan Mata Uang Digital Perspektif Fatwa tentang Jual-beli Mata Uang Asing dan Saddu Dzari’ah
Kalosara: Family Law Review · Vol. 2 No. 2 (2022)
- ISSN
- 2807-2162, 2807-3177
- Published
- 2022-12-31
- Publisher
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam Perdagangan Mata Uang Digital (Cryptocurrency) dari Perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.28/DSN-MUI/III/2002 dan Saddu Dzari’ah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data dilakukan melalui pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, praktik perdagangan mata uang digital (cryptocurrency) diawali dengan bagaimana memanfaatkan kondisi pasar ketika mengalami penunuran dan kenaikan harga pada cryptourrency tersebut, Dalam hal ini bagaimana memanfaatkan nilai fluktuatif atas cryptocurrency untuk mendapatkan keuntungan besar, modal yang sedikit dalam rentan waktu yang cepat. namun yang menjadi permasalahan, setiap penentuan menentukan naik-turun harga cryptocurrency sangatlah subjektif apapun teknik dan analisis yang digunakan, pergerakan atas naik turunnya harga cryptocurrency tidak didasari pada hal-hal yang pasti, hanya mendasar pada sedikit-banyaknya supply crypto tersebut, kegiatan jual-beli pada cryptocurrency sendiri. Sehingga timbul transaksi yang hanya bersifat spekulatif dan ketidakjelasan di dalamnya. Kedua, berdasarkan Fatwa DSN MUI No. 28/DSN-MUI/III/2002, bahwa hukum dari perdagangan mata uang digital (cryptocurrency) sendiri adalah haram., Hal ini karena perdagangan mata uang digital cryptocurrency tidak memiliki kesesuaian terhadap ketentuan yang diatur dalam transaksi jual-beli mata uang dalam fatwa tersebut berupa non-spekulatif, hanya untuk kebutuhan transaksional semata, transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai, dan jika tidak sesuai maka yang diberlakukan adalah nilai tukar pada saat transaksi tersebut dilakukan, selain hal itu ketidak jelasan underlying asset dan beberapa risiko yang hadir dalam perdagangan tersebut menjadi pertimbangan juga atas pengharaman dari perdagangan mata uang digital (cryptocurrency). Ketiga, segala bentuk perdagangan yang berkaitan dengan mata uang digital ini terindikasi adanya unsur maytsir (perjudian) pada trading, gharar (ketidakjelasan) baik itu pada unsur cryptocurrency sendiri, ghisy (tipu muslihat) sehingga berdasar pada perspektif saddu dzari’ah maka transaksi seperti ni menjadi haram dari objek transaksinya, pengharaman berdasarkan saddu dzari’ah ini didasari atas penggolongan saddu dzari’ah pada aspek segi jenis akibat yang ditimbulkan serta segi dominasi mafsadat atau maslahatnya.
Collaboration network of the authors
30 authors · 53 co-authorship links · 9 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Walisongo State Islamic University
- Universitas Halu Oleo
- State University of Makassar
- Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Fatihani Baso | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Eka Sufartianinsih Jafar | State University of Makassar | 2 |
| Iswandi Iswandi | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Ashadi L. Diab | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Andi Novita Mudriani Djaoe | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Asni Asni | Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar | 1 |
| Redita Septia Sari | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Kasmir Kasmir | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muh. Wahsy | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muhammad Iqbal | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Muh. Idris | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Mar'atun Shafiyah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Aris Nur Qadar Ar Razak | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Hasna Hasna | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ahmad Ridha | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Baso Heru Sofyan | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Asrianto Zainal | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Dhita Amalia Safitri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ahmad Muhajir Asyari | Walisongo State Islamic University | 1 |
| Ahmad Adib Rofiuddin | Walisongo State Islamic University | 1 |
| Nurcholis HM | Affiliation unknown | 1 |
| Riadin Riadin | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| La Ode Kaimuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Awaluddin Hamzah | Universitas Halu Oleo | 1 |
| M. Natsir Natsir | Affiliation unknown | 1 |
| Ruslan Ruslan | Affiliation unknown | 1 |
| Kadir Kadir | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.