Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Mappalisu Doi’ Mendre dalam Proses Perceraian Suku Bugis Perspektif Urf dan Hukum Islam

Kalosara: Family Law Review · Vol. 2 No. 2 (2022)

DOI
10.31332/kalosara.v2i2.5111
ISSN
2807-2162, 2807-3177
Published
2022-12-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Perceraian Suku Bugis tidak seperti perceraian pada umumnya yang bercerai dipengadilan setempat, perceraian ini dengan menggunakan musyawarah atau perceraian yang diselesaikan secara adat. Dengan sub pembahasan, proses kesepakatan, sebab mappalisu doi’mendre, ikrar pengembalian doi’mendre, Implikasi mappalisu doi’mendre, dan tinjauan urf dan hukum Islam terhadap proses perceraian suku Bugis, untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. dimana dalam penelitian kualitatif yaitu penelitin yang fokus penelitian yang sesuai dengan fakta dilapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi dan wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa:proses perceraian suku Bugis di Desa Sambahule melalui beberapa tahap kembalinya doi’mendre tersebut, dengan faktor yang berbeda-beda setiap kasus yang terjadi di Desa Sambahule. Apabila di tinjau dari perfektif urf nya proses perceraian adat suku Bugis termasuk kedalam urf khas karena adat masyarakat suku Bugis yang tidak berlaku umum. Sedangkan dalam Hukum Islam termasuk dalam sunnah, makruh, wajib semua tergantung bagaimana proses pengembalian doi’mendre.

Collaboration network of the authors

39 authors · 91 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ashadi L. DiabInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Finsa Adhi PratamaInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Savitri NovelinaAffiliation unknown2
Srihadi AgungpriyonoAffiliation unknown2
Nikmat NurlailaInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Indah LestariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dedeng DedengInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muḥammad IqbālInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wahyudin MaguniInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rachmat Adi WijayaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ikalsianti IkalsiantiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Mashur MalakaAffiliation unknown1
Adriyani IdrisInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Mahruddin MahruddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Hasim HasimInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Umair AkramInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Kamaruddin KamaruddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Mar'atun ShafiyahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ahmad AhmadInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wahyudi WahyudiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Andi YaqubInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Baso Heru SofyanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Kartini KartiniInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Najia ZakariaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Lian Mulyani MuthalibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo1
Yanri R.N. SimangunsongAffiliation unknown1
Supratikno SupratiknoAffiliation unknown1
Danang C. CahyadiAffiliation unknown1
Chairun Nisa’Affiliation unknown1
Heru SetijantoAffiliation unknown1
Yasmin Nadhiva NarindriaAffiliation unknown1
SupratiknoAffiliation unknown1
Danang D. CahyadiAffiliation unknown1
Chairun Nisa'Affiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2807-2162/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Mappalisu Doi’ Mendre dalam Proses Perceraian Suku Bugis Perspektif Urf dan Hukum Islam</dc:title><dc:creator>Nurhidayat, Nurhidayat</dc:creator><dc:creator>Idris, Muh.</dc:creator><dc:creator>Ridha, Ahmad</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Perceraian Suku Bugis tidak seperti perceraian pada umumnya yang bercerai dipengadilan setempat, perceraian ini dengan menggunakan musyawarah atau perceraian yang diselesaikan secara adat. Dengan sub pembahasan, proses kesepakatan, sebab mappalisu doi’mendre, ikrar pengembalian doi’mendre, Implikasi mappalisu doi’mendre, dan tinjauan urf dan hukum Islam terhadap proses perceraian suku Bugis, untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. dimana dalam penelitian kualitatif yaitu penelitin yang fokus penelitian yang sesuai dengan fakta dilapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi dan wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa:proses perceraian suku Bugis di Desa Sambahule melalui beberapa tahap kembalinya doi’mendre tersebut, dengan faktor yang berbeda-beda setiap kasus yang terjadi di Desa Sambahule. Apabila di tinjau dari perfektif urf nya proses perceraian adat suku Bugis termasuk kedalam urf khas karena adat masyarakat suku Bugis yang tidak berlaku umum. Sedangkan dalam Hukum Islam termasuk dalam sunnah, makruh, wajib semua tergantung bagaimana proses pengembalian doi’mendre.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2022-12-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/kalosara.v2i2.5111</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/kalosara.v2i2.5111</dc:identifier><dc:source>KALOSARA: Family Law Review; Vol 2 No 2 (2022); 154</dc:source><dc:source>2807-2162</dc:source><dc:source>2807-3177</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/kalosara/article/viewFile/5111/2142</dc:relation></oai_dc:dc>